Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI KADAR NITRAT DAN FOSPAT DI PERAIRAN PESISIR KOTA TARAKAN, KALIMANTAN UTARA Muhammad Amien H
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.562 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i1.123

Abstract

Unsur hara nitrat dan fospat merupakan indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan perairan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nitrat  dan fospat pada air dan sedimen di perairan pesisir Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Nopember – Desember 2015 di perairan pesisir Kota Tarakan dengan 4 stasiun pengambilan sampel. Parameter fisik-kimia air seperti suhu air, pH air, salinitas dan DO diukur secara langsung, kemudian parameter nitrat dan fospat di air dianalisa di laboratorium Kualitas Air FPIK Universitas Borneo Tarakan dengan alat spektrofotmetri, sedangkan nitrat dan fospat pada sedimen diukur di laboratorium Ilmu Tanah Universitas Mulawarman dengan menggunakan AAS. Hasil pengukuran parameter kualitas air dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dengan Baku Mutu berdasarkan KEPMEN-LH Nomor 51 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Hasil pengukuran kadar nitrat  pada air laut di stasiun I berkisar 2,61-5,11 mg/l, stasiun II berkisar 2,26-3.09 mg/l, stasiun III berkisar 3,74-5,85 mg/l, dan stasiun IV berkisar 3,23-5,02 mg/l. Kadar fospat pada air pemukaan di stasiun I berkisar 0,08 -0,13 mg/l, stasiun II berkisar 0,09-0,14 mg/l, stasiun III berkisar 0,09-0,15 mg/l, dan stasiun IV berkisar 0,09-0,13 mg/l. Selanjutnya kadar nitrat pada sedimen di stasiun I berkisar 3,55-5,67 mg/kg, stasiun II berkisar 2,13-6,38 mg/kg, stasiun III berkisar 2,13-2,84 mg/kg, stasiun IV berkisar 1,77-3,19 mg/kg. Kadar fospat pada sedimen di stasiun I berkisar 47,15-72,77 mg/kg, stasiun II berkisar 47,15-51,42 mg/kg, stasiun III berkisar 54,26-67,07 mg/kg, stasiun IV berkisar 40,03-1,020,75 mg/kg. Kadar nitrat dan fospat pada air melewati baku mutu berdasarkan PERMEN-LH Nomor 51 Tahun 2004.Kata Kunci :  Pesisir, nitrat, fospat, spektrofometri, AAS dan Tarakan
STUDI KETERSEDIAAN INDUK BETINA KEPITING BAKAU MATANG OVARI DI PULAU TARAKAN KALIMANTAN TIMUR Heppi Iromo, M.Si; Nuril Fahriza, M.Si; Muhammad Amien, M.Si
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.681 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v6i1.52

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas ekonomis yang banyak terdapat di daerah hutan mangrove. Keberadaan induk yang matang gonad saat ini dalam kondisi yang menguatirkan akibat penangkapan yang besar-besaran. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari ketersediaan dan pemanfaatan induk kepiting bakau matang gonad disekitar Pulau Tarakan. Hasil penelitian adalah telah terkumpulnya induk kepiting bakau sebanyak 816 ekor dengan beragam ukuran; berat dan panjang karapas serta berbeda tingkat kematangan gonad. Induk kepiting bakau yang matang gonad berasal dari pulau- pulau kecil disekitar pulau Tarakan yaitu; Pulau Sadau, Pulau Tibi, Pulau Tias, Pulau Mangkudulis dan Pulau Tarakan. Berdasarkan tingkat kematangan gonad yang tertangkap oleh nelayan mulai dari induk kepiting betina yang matang gonad masih berukuran kecil (180-300 gr) sekitar 15% dan induk matang gonad yang berukuran sedang (301-400 gr) sekitar 62% serta induk yang berukuran besar (401-550) hanya sekitar 23%.
OPTIMALISASI REPRODUKSI INDUK UNTUK MENJAGA KESEIMBANGAN POPULASI UDANG WINDU DI PERAIRAN TARAKAN KALIMANTAN UTARA Muhammad Amien; Heppi Iromo
Jurnal Harpodon Borneo Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.223 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v7i2.116

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin memanfaatkan induk betina udang windu afkir untuk pembenihan udang. Permintaan induk udang windu matang gonad untuk hatchery di Tarakan cukup tinggi. Induk yang digunakan umumnya berasal dari penangkap di perairan lokal sekitar pulau Tarakan. Induk udang yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan adalah induk udang yang sudah matang gonad tingkat II dan III. Induk matang gonad yang diperlukan pertahun jumlahnya sekitar 16.000 ekor namun pemanfaatanya belum optimal karena induk-induk tersebut hanya digunakan sekali pemijahan. Jika hal ini dibiarkan maka akan terjadi kelangkaan induk dimasa yang akan datang.  Perlu adanya upaya pengamanan terhadap keberadaan induk udang windu alam agar terjaga keseimbangan populasinya, yaitu dengan cara pemanfaatan kembali induk udang afkir agar dapat bereproduksi secara optimal sehingga dapat mengurangi penangkapan induk di alam dan tetap dapat memenuhi kebutuhan benih udang windu. Tahapan pertama dalam penelitian ini adalah adalah mengumpulkan induk-induk udang windu afkir sehingga terbentuk bank induk. Calon induk yang akan digunakan untuk memproduksi benih dipilih dengan cermat dan memenuhi kriteria sebagai induk.  Selanjutnya calon induk terpilih diadaptasikan dan dilakukan ablasi untuk mempercepat pematangan gonad. Tahap kedua adalah proses pemeliharaan larva yang berasal dari induk udang windu afkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang induk afkir masih dapat digunakan untuk reproduksi ulang. Tingkat kematian yang masih tinggi pada udang afkir sehingga menyebabkan perbedaan yang nyata (P0.05) dengan induk matang gonad dari alam disebabkan kondisi yang stres pasca pemijahan awal. Kelangsungan hidup larva yang berasal dari induk afkir menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P0.05) dengan larva dari induk matang gonad di alam.   Kata Kunci : Udang windu afkir, matang gonad, larva.
STUDI BUDIDAYA KEPITING SOKA (Soft Crab) DI TAMBAK TRADISIONAL PULAU TARAKAN KALIMANTAN UTARA Heppi Iromo; M. Amien; Suliadi Suliadi
Jurnal Borneo Saintek Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v2i1.637

Abstract

Teknologi budidaya kepiting soka belum banyak diketahui oleh masyarakat. Hal ini yang menjadi ketertarikan peneliti untuk melakukan kajian tentang budidaya kepiting soka di beberapa lokasi budidaya yang berkembang di Tarakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menggali informasi tentang beberapa beberapa teknik budidaya kepiting soka di Pulau Tarakan Kalimantan Utara. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan metode survei, dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data yang diperoleh melalui sampling, pengukuran, pengamatan dan wawancara. Data sekunder meliputi data penelitian atau kajian yang dipublikasikan secara umum. Komponen data yang dibutuhkan dalan penenlitian ini terdiri atas beberapa parameter antara lain; Luas lahan yang digunakan, sumber bibit kepiting, cara memilih bibit, Jumlah kebutuhan bibit, dan teknik budidaya kepiting soka serta beberapa parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya kepiting soka di pulau Tarakan menggunakan dua teknik pemotongan organ (multilasi) pada kepiting yaitu pemotongan kaki jalan saja dan pemotongan kaki jalan dan kaki renang. Hasil budidayanya masih menunjukkan tingginya kematian pada kepiting soka yang disebabkan stress pada bibit.