Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prospeksi dan Masalah Lingkungan Akibat Penambangan Timah di Pulau Karimun Ronaldo Irzon
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v12i3.367

Abstract

ABSTRAK Penambangan timah di Asia Tenggara yang kaitannya dengan sabuk timah telah dimulai sejak abad ke-19. Eksploitasi tersebut tentu telah meninggalkan beberapa lokasi pembuangan limbah timah yang dapat membahayakan lingkungan. Namun demikian, limbah pertambangan juga memungkinan masih mengandung bahan-bahan yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi bahan sisa dari beberapa lokasi pembuangan tailing timah di Pulau Karimun agar dapat mengetahui potensi maupun dampaknya terhadap lingkungan. Hasil analisis XRF dan ICP-MS menunjukkan bahwa kandungan Al2 O3 dan Ce pada beberapa lokasi cukup prospektif. Kedua oksida tersebut menarik untuk dipisahkan karena merupakan bahan buangan, berada tidak jauh dari permukaan, lunak, dan memiliki luas permukaan yang besar. Limbah penambangan timah di Karimun terbukti telah menyebabkan polusi aluminium, magnesium, dan potasium pada tingkat beragam. Program reboisasi, penggunaan bakteri pengurai, dan penambahan beberapa bahan kimia sesuai dosis dapat diadaptasi dalam perbaikan kondisi lingkungan pasca penambangan timah.Kata kunci: geokimia, Karimun, limbah timah, prospeksi, polusiABSTRACT Tin mining in Southeast Asia, which is closely associated with the tin belt, was initiated in the 19th century. The exploitation certainly created tin waste disposal locations which may endanger the environment. On the other hand, mining waste might also contain valuable materials. This study aims to analyse the composition of the residual materials from several tin tailings disposal sites on Karimun Island for any potential prospects and environmental impacts The results of XRF and ICP-MS measurements show that Al2 O3 and Ce in some sites are prospective and interesting to be beneficiated on behalf of their condition as waste material, located near the surface, soft, and a large surface area. On the other hand, the tin mining wastes of Karimun lead to aluminium, magnesium and potassium pollutants at various degrees. The revegetation program, the use of decomposing bacteria, and the addition of several environmentally friendly chemicals with certain dosage could be adapted to improve environmental conditions after tin mining.Keywords: geochemistry, Karimun, pollution, prospecting, tin tailings
SKEMA FIRE ASSAY DAN ICP-MS PADA PENGUKURAN KADAR PALADIUM DALAM SAMPEL BATUAN Ronaldo Irzon; Kurnia Kurnia
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3263

Abstract

Paladium adalah anggota Platinum Grup Element yang berjumlah kecil di kerak Bumi, namun memiliki harga jual yang tinggi. Logam ini sangat dibutuhkan oleh industri otomotif, industri pesawat ruang angkasa, dan industri perhiasan. Akurasi pengukuran Pd yang baik pada sampel diperlukan untuk mendukung industri terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan akurasi pengukuran paladium yang memanfaatkan skema fire assay dalam pra-konsentrasi dan ICP-MS sebagai perangkat pengukuran. Sampel yang dipergunakan adalah bahan internal standar Serpentin milik Laboratorium Geologi. Limit deteksi cukup rendah pada 1,0057 ppb yang ditentukan melalui skema regresi linear. Stabilitas kinerja perangkat sangat baik yang ditunjukkan oleh rentang deviasi 0-1,96%. Prosedur fire assaying yang belum sempurna disimpulkan menjadi penyebab perbedaan hasil pengukuran kadar Pd pada sampel. Rangkaian proses dalam studi ini dinilai akurat yang mengacu pada besaran spike recovery <112%. Studi ini dapat dikembangkan dengan memperbesar rentang kalibrasi analisis agar dapat mengakomodasi kisaran jumlah analit yang lebih luas pada sampel
A Rare Earth Oxides-Containing Internal Reference Material of Purified Monazite from Bangka Island Ronaldo Irzon; Agus Didit Haryanto; Kurnia Miharja
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v16i2.4879

Abstract

Monazite mineral contains a sufficient composition of rare earth elements which are currently required widely in modern industries. Reference materials are needed to validate the measurement results, including the rare earth elements analysis. This study presents the processing of purified monazite from the PT Timah Metallurgical Unit in Muntok to become low-cost and rare earth oxides-containing internal reference material. Eight X-ray fluorescence measurements of four splits of the monazite were done for precision test and to establish its information values. The high CeO2 and LaO2 composition (>10%) implies the economic worth of the studied sample. Based on the acceptance criteria of RSDexperimental <10%, RSDexperimental ?66%xCVHorwitz, and Horrat <2, the concentration of fourteen analytes is acceptable to be set as information values. The studied monazite content resembles the other purified one of Myanmar. Its much lower phosphate composition signifies that the sample is more precious than refined monazites from Iran and Australia. Keyword: Monazite, Internal reference material, XRF, REE.