Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGUATAN JIWA ENTERPRENEUR PADA PENGUSAHA MUDA DALAM MENJAGA KEBERLANJUTAN USAHA Moh. Ubaidillah; Anny Widiasmara; Juli Murwani; Abd. Rohman Taufiq
Jurnal Pengabdian Masyarakat "Wiryakarya" Vol 3, No 02 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/wjpm.v3i02.20586

Abstract

Pengusaha di Indonesia tergolong belum memenuhi standar karena pendapatan perkapita masih rendah jika di bandingkan dengan negara maju. Salah satu contoh pengusaha muda di kota Madiun, berdasarkan hasil survey menunjukkan bahwa entrepreneur belum memebuh standar. Hal ini dikarenakan pengetahuan jiwa entrepreneur dan manajemen usaha masih belum memahami. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan materi tersebut. Tujaun pengabdian kepada masyarakat ini adalah memahami jiwa entrepreneur dan manajemen usaha. Metode yang dilakukan dalam Pengabdian Kepada Masayarat ini melalui beberapa tahap, yaitu persiapan, penyusunan materi, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan (Identifikasi masalah, survey lapangan, tinjauan pustaka, penyusunan materi, pelaksanaan kegiatan dan laporan pelaksanaan. Peserta kegiatan ini adalah pengusaha muda di kota Madiun. Berdasarkan pengamatan, wawancara dan melakukan tanya jawab kepada perserta selama kegiatan berlangsung, kegiatan ini memberikan hasil yaitu memberi motivasi dan semangat kepada para pengusaha muda untuk menjalan usahanya, meningkatkan kreativitas dan inovasi khususna memberi pengatahuan tentang pentingnya keberlanjutan usaha.Kata Kunci: Jiwa Entrepreneur, Manajemen Usaha Keberlanjutan Usaha.
Pelatihan Strategi Pemasaran UMKM di Era Industri 4.0 Moh. Ubaidillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat "Wiryakarya" Vol 1, No 01 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/wjpm.v1i01.11797

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh tenaga ahli akademik perguruan tinggi yang menjadi salah satu dari tuntutan Tri Dharma Perguruan tinggi. Sasaran dari kegiatan ini adalah Para pelaku UMKM karena usahanya yang lebih mengutamakan padat karya dapat membantu mengatasi permasalahan negara dalam hal pengangguran. Di Era Industri 4.0 semua aktivitas produksi dan transaksi sudah menggunakan teknologi yang mengkolaborasikan teknologi cyber dan teknologi otomatisasi. Pelaku UMKM harus beradaptasi di era industri 4.0 agar tetap eksis terutama di sektor pemasaran karena berpengaruh pada pendapatan. Sebagai akademisi, punya tanggung jawab profesi untuk berperan aktif dalam membantu pelaku UMKM berbagai masalah yang dihadapinya.Metode palaksanaan pengabdian masyarakat ini diawali dengan survey kepada pelaku UMKM dan kepala DAPM dikecamatan Padas kebupaten Ngawi. Selanjutnya, koordinasi dengan kepala DAPM untuk menentukan jadwal dan lokasi kegiatan. Acara kegiatan pengabdian masyarakat ini diisi dengan materi tentang era industri 4.0, macam-macam medias sosial, e-commerce, strategi pemasaran dan praktek. Hasil pengabdian masyarakat ini pelaku UMKM dapat memahami materi apa itu era industri, macam-macam media sosial, e-commerce dan strategi pemasaranan. Pelaku UMKM juga punya akun dan dapat mengoperasikan baik itu media sosial maupun e-commerce. Pelaku UMKM diharapkan mempunyai blogger dan WEB untuk memudahkan pelanggan mencari informasi.Kata Kunci: UMKM, Era Industri 4.0, e-Commerce.
Pelatihan Manajemen Persediaan pada Industri Kecil dan Menengah di Dinas Indakop Kabupaten Ponorogo Moh. Ubaidillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat "Wiryakarya" Vol 2, No 01 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/wjpm.v2i01.15381

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh tenaga ahli akademik perguruan tinggi yang menjadi salah satu dari tuntutan Tri Dharma Perguruan tinggi. Sasaran dari kegiatan ini adalah Para pelaku IKM karena usahanya yang lebih mengutamakan padat karya dapat membantu mengatasi permasalahan negara dalam hal pengangguran. Industri besar seringkali dianggap sebagai penggerak pembangunan perekonomian. Namun, industri besar bukan merupakan satu-satunya cara yang efektif untuk membangun perekonomian negara berkembang. Sektor informal seperti indutri kecil dan menengah (IKM). Usahanya yang lebih mengutamakan padat karya dapat membantu mengatasi permasalahan negara dalam hal pengangguran. Sebagai akademisi, punya tanggung jawab profesi untuk berperan aktif dalam membantu pelaku UMKM berbagai masalah yang dihadapinya. Metode palaksanaan pengabdian masyarakat ini diawali dengan survey kepada pelaku IKM dan Dinas INDAKOP Kabupaten Ponorogo. Selanjutnya, koordinasi dengan kepala Dinas INDAKOP untuk menentukan jadwal dan lokasi kegiatan. Acara kegiatan pengabdian masyarakat ini diisi dengan materi tentang manajemen persediaan secara umum, just in timen dan tradisional. Hasil pengabdian masyarakat ini pelaku IKM dapat memahami materi manajemen persediaan, just in time, tradisional. Pelaku IKM juga mempraktekkan manajemen persediaan. Kata Kunci: Just in Time, Tradisiona.
Berbagi dan Berbakti di SMKN 1 Sine Ngawi Moh. Ubaidillah; Richo Diana Aviyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat "Wiryakarya" Vol 2, No 02 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/wjpm.v2i02.17232

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh tenaga ahli akademik perguruan tinggi yang menjadi salah satu dari tuntutan Tri Dharma Perguruan tinggi. Sasaran dari kegiatan ini adalah Siswa SMKN 1 Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi. kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa akuntansi yang dibimbing oleh dosen pengampu mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan. Dimana kegiatan ini sebagai bentuk berbagi ilmu pengetahuan kepada siswa dan berbakti sebagai warga negara Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan ini diawali memberikan materi dan dilanjutkan dengan memberikan soal pilihan ganda kepada siswa SMKN 1 Sine. Selajutnya, pemberitan doorprize bagi siswa yang nilai tinggi. Manfaat dari pengabdian masyarakat ini dirasakan besar sekali baik oleh para Siswa. Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada siswa didapatkan masukan yang menyampaikan kebermanfaatan program pengabdian masyarakat tersebut. Selain Siswa, Mahasiswa juga merasakan manfaat dari program pengabdian kapada masyarakat ini adalah pengalaman mengajar kepada siswa.Kata Kunci: Berbagi, Berbakti.
AUDIT COMMITTEE CAPABILITY, INDEPENDENT COMMISSIONERS, AND FINANCIAL PERFORMANCE: DOES CORPORATE GREENWASHING IMPAIR OVERSIGHT QUALITY? Moh. Ubaidillah
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 4 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v3i4.3961

Abstract

This study aims to examine the influence of independent directors and audit committee capabilities on financial performance, and to analyses the role of corporate greenwashing (ESG decoupling) as a moderating variable in this relationship. Using an explanatory quantitative approach with purposive sampling, the study sample comprises 50 listed companies in the Consumer Non-Cyclicals sector on the Indonesia Stock Exchange (IDX) over the period 2021–2025, resulting in a total of 250 firm-year observations. Secondary data, comprising financial and governance reports, were extracted from the IDX, whilst ESG scores were obtained from the Refinitiv Eikon and Bloomberg databases, which were subsequently analysed using Moderated Regression Analysis (MRA) via SPSS software. The results of the empirical testing indicate that, in part, Independent Commissioners and Audit Committee Capability have a significant positive effect on Financial Performance (Return on Assets), confirming the effectiveness of governance oversight functions in mitigating agency costs. However, the interaction model test demonstrated that corporate greenwashing significantly weakens the positive influence of independent directors and audit committee capabilities on financial performance. The gap between sustainability disclosures and high sustainability performance gives rise to a new form of non-financial information asymmetry that limits the effectiveness of audit committee oversight and reduces the scepticism of independent board members, thereby reducing the efficiency of corporate capital allocation and company profitability. The implications of this research urge regulators to establish mandatory third-party verification policies to mitigate the risk of manipulation of non-financial reporting in Indonesia.
Penguatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Program Pendampingan Sahabat Daya: Model Pembelajaran Experiental Learning Pemberdayaan Ibu Prasejahtera Produktif Heidy Paramitha Devi; Dea Nanda Putri Natsaya; Moh. Ubaidillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat "Wiryakarya" Vol. 5 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/wjpm.v5i02.25129

Abstract

Productive underprivileged mothers as ultra-micro entrepreneurs in Ponorogo Regency play a crucial role in supporting their families' finances. However, they still face various challenges, such as poor financial management skills, the lack of separation between business and household finances, dependence on daily capital, low digital media utilization, the lack of informative business profiles, and low awareness of business legality. This community service activity aims to increase business capacity through the BTPN Syariah Sahabat Daya Program using a participatory mentoring approach. The program was implemented from August to December 2024 at one BTPN Syariah center in Ponorogo Regency, involving 10 productive underprivileged mothers, one student as a facilitator, and one lecturer as a mentor. Mentoring is carried out through needs identification, education, practice, monitoring, and evaluation with a minimum frequency of four visits per partner. The results of the activity showed an increase in partner capacity: 80% were able to maintain simple financial records, 70% began separating business and household finances, 60% began managing business capital more systematically, 90% were proficient in utilizing digital media for promotion, 70% had informative business profiles, and 40% were willing to apply for a Business Identification Number (NIB). This program also strengthened students' competencies in community mentoring and served as a model for university-industry collaboration that supports the sustainable empowerment of ultra-micro businesses
PELATIHAN PENENTUAN HARGA POKOK PENJUALAN PADA UMKM KOTA MADIUN Moh. Ubaidillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v2i2.2495

Abstract

Permasalahan umum yang dihadapi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Madiun adalah belum mampunya mereka menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara tepat dan sistematis. Ketidaktahuan ini berdampak pada penetapan harga jual yang tidak rasional, sehingga berpotensi mengakibatkan kerugian usaha dan ketidakmampuan bersaing di pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam menghitung HPP secara benar melalui pelatihan dan pendampingan aplikatif. Pelatihan dilaksanakan selama dua sesi dan diikuti oleh 27 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, seperti kuliner, kerajinan, dan jasa. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan materi berbasis studi kasus, penyampaian materi teori HPP, praktik perhitungan berdasarkan data usaha masing-masing, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 36% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Sebanyak 24 dari 27 peserta (88,9%) mampu menyusun perhitungan HPP secara mandiri menggunakan template yang disediakan. Respon peserta terhadap kegiatan sangat positif, dengan rata-rata skor kepuasan mencapai 4,6 dari skala 5. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan kapasitas manajerial UMKM, khususnya dalam hal pengelolaan biaya dan strategi penentuan harga jual. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pendampingan lanjutan dan replikasi program di wilayah lain sebagai bentuk pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan.