This Author published in this journals
All Journal AKSIOMA
Setu Budiardjo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE BELAJAR KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII TEKNIK KENDARAAN RINGAN-2 SMK NEGERI 5 SEMARANG DALAM MENYELESAIKAN TURUNAN FUNGSI Budiardjo, Setu
AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagaimana cara memecahkan  kesulitan yang dihadapi siswa kelas XII TKR-2 (Teknik Kendaraan Ringan-2)  SMK Negeri 5 Semarang dalam menyelesaikan soal-soal matematika yang berkaitan dengan Turunan Fungsi dengan metode belajar kooperatif Jigsaw. Sementara ini pembelajaran matematika di SMK yang sudah berjalan pada saat ini adalah dengan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (competency–based training) yang dikemas secara moduler,  dengan harapan bahwa siswa dapat mengembangkan potensi dirinya masing-masing  secara mandiri sehingga dapat menyelesaikan materi pembelajaran sampai tuntas (mastery). Kegiatan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari tiga  siklus. Langkah-langkah setiap siklus terdiri dari  empat kegiatan  yaitu: Perencanaan (Planning), Pelaksanaan Tindakan (Acting), Pengamatan (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Data hasil penelitian ini diperoleh dari tes  hasil belajar dan hasil pengamatan aktivitas siswa dalam  proses pembelajaran selama dilaksanakan penelitian. Sebelum dilakukan penelitian ini, pembelajaran menggunakan metode belajar diskusi kelompok model Student Teams-Achievement Divisions (STAD), hasil belajar yang diperoleh oleh siswa kelas XII TKR-2  belum menunjukkan hasil  sesuai harapan. Hal  ini  ditunjukkan dari hasil tes formatif pertama siswa  yang tuntas   12 siswa  atau  35,29%  dari 34 siswa dan nilai rata-rata kelasnya 62,76. Setelah dilakukan PTK hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) hasil penelitian pada siklus 1,  hasil belajar siswa meningkat, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang tuntas pada tes formatif kedua  ada 17 siswa  dari 34 siswa atau 50,00% dan nilai rata-rata kelasnya 71,76. Dari hasil pengamatan rata-rata presentasi aktivitas siswa 70% dan rata-rata persentase aktivitas guru 82,78%. (2) pada siklus 2, hasil belajar siswa juga meningkat jika dibanding dengan hasil belajar  siklus 1, hal  ini ditunjukkan oleh hasil belajar  siswa pada tes formatif ketiga yang tuntas ada  20  siswa dari 34 siswa  atau  58,82% dan nilai rata-rata kelasnya 74,76. Dari hasil pengamatan persentase  aktivitas siswa  75,83%  dan rata-rata persentase aktivitas guru 88,78% meningkat disbanding siklus1. (3) pada siklus 3, hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan hasil belajar pada siklus 1 dan siklus 2, hal  ini ditunjukkan oleh hasil tes formatif keempat siswa  yang tuntas ada  29 siswa dari 34 siswa   atau  85,29% dan nilai rata-rata kelasnya 84,41. Dari hasil pengamatan rata-rata persentase aktivitas siswa 80,83% dan rata-rata persentase aktivitas guru 90% meningkat jika dibanding pada siklus 1 dan siklus 2. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa  penerapan  metode belajar kooperatif Jigsaw  dapat meningkatkan hasil  belajar siswa kelas XII TKR-2 SMK Negeri 5  Semarang dalam menyelesaikan turunan fungsi.   Kata kunci: metode belajar kooperatif Jigsaw, hasil belajar matematika.
PENERAPAN METODE BELAJAR KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII TEKNIK KENDARAAN RINGAN-2 SMK NEGERI 5 SEMARANG DALAM MENYELESAIKAN TURUNAN FUNGSI Budiardjo, Setu
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v2i1/Maret.46

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagaimana cara memecahkan ?é?ákesulitan yang dihadapi siswa kelas XII TKR-2 (Teknik Kendaraan Ringan-2)?é?á SMK Negeri 5 Semarang dalam menyelesaikan soal-soal matematika yang berkaitan dengan Turunan Fungsi dengan metode belajar kooperatif Jigsaw. Sementara ini pembelajaran matematika di SMK yang sudah berjalan pada saat ini adalah dengan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (competency?óÔé¼ÔÇ£based training) yang dikemas secara moduler, ?é?ádengan harapan bahwa siswa dapat mengembangkan potensi dirinya masing-masing?é?á secara mandiri sehingga dapat menyelesaikan materi pembelajaran sampai tuntas (mastery). Kegiatan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari tiga ?é?ásiklus. Langkah-langkah setiap siklus terdiri dari ?é?áempat kegiatan?é?á yaitu: Perencanaan (Planning), Pelaksanaan Tindakan (Acting), Pengamatan (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Data hasil penelitian ini diperoleh dari tes?é?á hasil belajar dan hasil pengamatan aktivitas siswa dalam?é?á proses pembelajaran selama dilaksanakan penelitian. Sebelum dilakukan penelitian ini, pembelajaran menggunakan metode belajar diskusi kelompok model Student Teams-Achievement Divisions (STAD), hasil belajar yang diperoleh oleh siswa kelas XII TKR-2 ?é?ábelum menunjukkan hasil?é?á sesuai harapan. Hal?é?á ini?é?á ditunjukkan dari hasil tes formatif pertama siswa ?é?áyang tuntas?é?á ?é?á12 siswa?é?á atau?é?á 35,29% ?é?ádari 34 siswa dan nilai rata-rata kelasnya 62,76. Setelah dilakukan PTK hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) hasil penelitian pada siklus 1, ?é?áhasil belajar siswa meningkat, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang tuntas pada tes formatif kedua?é?á ada 17 siswa ?é?ádari 34 siswa atau 50,00% dan nilai rata-rata kelasnya 71,76. Dari hasil pengamatan rata-rata presentasi aktivitas siswa 70% dan rata-rata persentase aktivitas guru 82,78%. (2) pada siklus 2, hasil belajar siswa juga meningkat jika dibanding dengan hasil belajar ?é?ásiklus 1, hal ?é?áini ditunjukkan oleh hasil belajar?é?á siswa pada tes formatif ketiga yang tuntas ada?é?á 20?é?á siswa dari 34 siswa?é?á atau?é?á 58,82% dan nilai rata-rata kelasnya 74,76. Dari hasil pengamatan persentase ?é?áaktivitas siswa ?é?á75,83% ?é?ádan rata-rata persentase aktivitas guru 88,78% meningkat disbanding siklus1. (3) pada siklus 3, hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan hasil belajar pada siklus 1 dan siklus 2, hal ?é?áini ditunjukkan oleh hasil tes formatif keempat siswa?é?á yang tuntas ada ?é?á29 siswa dari 34 siswa ?é?á?é?áatau?é?á 85,29% dan nilai rata-rata kelasnya 84,41. Dari hasil pengamatan rata-rata persentase aktivitas siswa 80,83% dan rata-rata persentase aktivitas guru 90% meningkat jika dibanding pada siklus 1 dan siklus 2. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ?é?ápenerapan?é?á metode belajar kooperatif Jigsaw ?é?ádapat meningkatkan hasil ?é?ábelajar siswa kelas XII TKR-2 SMK Negeri 5 ?é?áSemarang dalam menyelesaikan turunan fungsi. ?é?á Kata kunci: metode belajar kooperatif Jigsaw, hasil belajar matematika.