Yuliananingsih Yuliananingsih
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, IKIP PGRI Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan IKIP PGRI Pontianak Yuliananingsih Yuliananingsih
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v13i2.119

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sikap mahasiswa terhadap pelaksanaan pedidikan karakter  di Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegraan (PPKn) IKIP-PGRI Pontianak.  Jenis penelitian ini adalah  Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.   Populasi  penelitian adalah mahasiswa Prodi PPKn angkatan 2011 dan 2012yang berjumlah 289 mahasiswa, dan diambil sampel sebesar 50% yaitu sebanyak 145 mahasiswa dengan teknik proportional random  sampling.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwasikap mahasiswa Prodi PPKn terhadap  pelaksanaan Pendidikan Karakter termasuk dalam kategori baik.  Hal ini ditunjukkan dengan 68% dariresponden  memiliki sikap baik.Hal  ini ditunjukkan dengan ketaatan mahasiswa Prodi PPKn terhadap aturan dan tata tertib di lingkungan prodi, seperti ketaatan  terhadap tata cara berpakaian atau etika penampilan mahasiswa, ketaatan mengikuti kegiatan  perkuliahan, keaktifan mengikuti berbagai  perlombaan dan program kreativitas mahasiswa.  Berdasarkan  hal tersebutProdi PPKn diharapkan  dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas  tidak hanya secara intelektual tetapi secara moral yang ditunjukkan dengan karakter positif yang dimiliki oleh lulusan  Prodi  PPKn. Sikap  mahasiswa  yang baik  terhadap  pelaksanaan  Pendidikan Karakter ini harus didukung oleh   seluruh jajaran Prodi maupun Fakultas agar pelaksanaan  Pendidikan Karakter  dari waktu ke waktu semakin meningkat kualitasnya.   Dukungan tersebut  dapat berupa  keteladanan dari  para staf pengajar serta pimpinan yang memotivasi mahasiswa agar semakin meningkatkan  karakternya kearah yang lebih positif.
Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membina Kedisiplinan Peserta Didik Yuliananingsih Yuliananingsih; Teresius Darmo
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1073

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membina kedisiplinan peserta didik di kelas XI SMA Negeri 1 Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Jenis penelitian mengunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan bentuk penelitian survey. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi langsung, komunikasi langsung, dan dokumenter. Alat pengumpul data berupa panduan observasi, pedoman wawancara, dan lembar catatan. Hasil penelitian yakni pelaksanaan kedisiplinan peserta didik pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di kelas XI SMA Negeri 1 Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau sudah berjalan sebagaimana mestinya, meskipun secara keseluruhan belum maksimal sesuai apa yang diharapkan, karena masih ada beberapa diantara peserta didik yang kurang disiplin. Peran guru pendidikan kewarganegaraan dalam membina kedisiplinan peserta didik dengan cara mengingatkan siswa supaya tidak melakukan pelanggaran aturan dan memberikan pemahaman pentingnya kedisiplinan untuk memperoleh keberhasilan dalam belajar yang baik. Upaya guru dalam membina kedisiplinan peserta didik dengan cara memberikan pemahaman pentingnya kedisiplinan dengan mengaitkan kewajiban siswa di kelas dan kewajiban siswa dalam menaati aturan yang ada di lingkungan sekolah. Jika siswa masihmelakukan pelanggaran harus segera diberikan peringatan berupa teguran danapabila siswa tetap melakukan pelanggaran, maka diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang ada di sekolah. AbstractThis study aimed at describing the implementation of the teacher's role in fostering the discipline of students in class XI of SMA 1 Sekadau Hulu, Sekadau Regency. This research used qualitative research with descriptive methods and research survey forms. Data collection techniques used direct observation, direct communication, and documentary techniques. Data collection tools employed observation sheet, interview guidelines, and researcher’s field note. The study found that implementing students’ disciplined in civic education subject at class XI 1 SMA Sekadau Hulu Sekadau Regency was running well even though it was not as fully as expected overall because there were some students who lack discipline. The role of teachers in civic education subjects in fostering discipline in class XI of SMA Negeri 1 Sekadau Hulu, Sekadau Regency always reminds students not to break the rules, providing an understanding of the importance of discipline to gain success in learning. Teacher efforts in fostering discipline in class XI students of SMA 1 Sekadau Hulu Sekadau Regency by providing an understanding of the importance of discipline by associating students' obligations in the classroom and the obligation of students to obey the rules in the school environment. If the students are still break the rules, they must immediately be given a warning in the form of reprimand, and if the students continue to break the rules, they will be given sanctions in accordance with the school rules and regulations.
Menggali Nilai-Nilai Karakter dalam Permainan Tradisional Hadi Rianto; Yuliananingsih Yuliananingsih
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i1.2440

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter dalam permainan tradisional dan upaya pemerintah menggiatkan permainan tradisional sebagai dasar penanaman nilai karakter. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu kepala desa, tokoh masyarakat, dan 10 orang warga Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Alat pengumpulan data menggunakan daftar ceklis dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petak umpet, bola bekel, lompat tali karet, congklak, gobak sodor, ular naga panjang, dan engklek adalah permainan tradisional yang masih dilestarikan. Nilai karakter yang terbentuk yaitu: menumbuhkan sikap toleransi dan empati serta mengasah kemampuan emosional dalam berinteraksi; sikap sabar menunggu giliran; mematuhi peraturan bermain; dan semangat kerja keras. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menggiatkan permainan tradisional yaitu: membangun hubungan kemitraan dengan kaum intelektual dan lembaga terkait (perguruan tinggi); menjaga eksistensi permainan tradisional di masyarakat; serta memperkenalkan dan membiasakan permainan tradisional di lingkungan sekolah. AbstractThis research aimed to describe the character values in traditional games and the government's efforts to intensify traditional games as a basis for cultivating character values. This type of research was descriptive qualitative. The research subjects were the village head, community leaders, and 10 residents of Pasir Panjang Village, East Mempawah District, Mempawah Regency, West Kalimantan. The data collection tool used a checklist and interview guidelines. The data analysis technique used descriptive analysis. The results showed that petak umpet, bola bekel, lompat tali karet, congklak, gobak sodor, ular naga panjang, and engklek are traditional games that are still preserved. The character values that are formed are: fostering tolerance and empathy as well as honing emotional abilities in interaction; patience waiting their turn; obey the rules of play; and hard-working spirit. Efforts made by the government in intensifying traditional games, namely: building partnerships with intellectuals and related institutions (universities); maintain the existence of traditional games in society; and introduce and familiarize traditional games in the school environment.