Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Hemera Zoa

Berbagai siput sebagai inang antara cacing trematoda echinostoma revolutum di Bogor, Jawa Barat : 2. indoplanorbis exustus Lili Zalizar; Simon He; Supan Kusumamihardja; Arie Budiman
Hemera Zoa Vol. 76 No. 1 (1993): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.996 KB)

Abstract

Infeksi mirasidia Echinostoma revolatum pada siput Indoplanorbis exustus yang dipelihara di laboratorium tidak menghasilkan larva infektif metaserkia. Sedangkan dari siput Indoplanorbis exustus yang dikoleksi dari sawah di desa Sindang Barang diperoleh larva infektif metaserkia. Kecocokan siput Indoplanorbis exustus sebagai inang antara Echinostoma revolutum berturut-turut 0.00% pada kondisi laboratorium dan 30.47% pada kondisi alamiah.Metaserkia asal infeksi alamiah yang dikumpulkan dari siput Indoplanorbis exustus dan infeksi pada ayam menghasilkan cacing dewasa Echinostoma revolutum. Pada ayam perlakuan, rataan total infektivitas metaserkia hasil infeksi alamiah mencapai 4.67%
Berbagai siput sebagai inang antara cacing trematoda Echinostoma revalutum di Bogor, Jawa Barat: 1. Lymnaea rubiginosa Lili Zalizar; Simon He; Supan Kusumamihardja; Arie Budiman
Hemera Zoa Vol. 75 No. 3 (1992): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4289.738 KB)

Abstract

Infeksi mirasidia Echinostoma revolutum pada siput Lymnaea rubiginosa yang dipelihara di Laboratorium menghasilkan larva iinfektif metaserkaria. Demikian juga dari  siput Lymnaea rubiginosa yang diambil dari sawah di desa Sindang Barang Bogor diperoleh larva infektif metaserkaria. Kecocokan siput Lymanea rubiginos sebagai inang antara Echinostoma revolutum berturut-turut mencapai 83.33% pada kondisi laboratorium dan 50.78% pada kondisi alamiah.Metaserkaria asal infeksi laboratorium maupun alamiah yang dikumpulkan dari siput Lymanaea rubiginosa dan diinfeksikan pada ayam, menghasilkan cacing dewasa Echinostoma revolutum. Rataan infektivitas metaserkaria tersebut pada ayam mencapai 35.80% dengan metaserkaria hasil infeksi laboratorium dan 19% dengan metaserkaria infeksi alamiah.