Sujoko Efferin
Universitas Surabaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

AKUNTANSI, SPIRITUALITAS, DAN KEARIFAN LOKAL: BEBERAPA AGENDA PENELITIAN KRITIS Sujoko Efferin
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.919 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.12.6037

Abstract

 Abstrak: Akuntansi, Spiritualitas, dan Kearifan Lokal: Beberapa Agenda Penelitian Kritis. Tulisan ini membahas tentang perjalanan pencarian jati diri dari disiplin akuntansi sebagai sebuah ilmu sosial yang dapat membawa perubahan untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Terinspirasi oleh penelitian yang mengangkat local wisdom Tri Hita Karana dan praktek perpajakan di era Bali kuno, penulis memaparkan bahwa penelitian kritis akuntansi akan lebih berdaya guna di Indonesia jika dapat mengembangkan area penelitian yang mengadopsi aspek spiritualitas. Beberapa agenda untuk pengembangan penelitian kritis disajikan sebagai inspirasi. Diharapkan aspek spiritualitas akan memberikan warna khusus yang membawa disiplin akuntansi menjadi katalisator untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik, khususnya Indonesia.  Abstract: Accounting, Spirituality, and Local Wisdom: Some Critical Research Agenda. This paper discusses the search for identity of accounting  as a social science aimed at changing the world to a better place. Inspired by studies using local wisdom such as Tri Hita Karana and taxation in the Era of ancient Bali, the author argues that critical accounting research in Indonesia will be more useful if it adopts spirituality. Some agendas are developed to inspire further studies. The author hopes that the dimension of spirituality can characterise the discipline of accounting and make it as a catalyst to improve the Indonesian society. 
UNIVERSALISME PERSPEKTIF KHALIFAH UNTUK JIWA AKUNTANSI LINGKUNGAN Salmah Islamiyah; Sujoko Efferin
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.28

Abstract

Abstrak – Universalisme Perspektif Khalifah untuk Jiwa Akuntansi LingkunganTujuan Utama – Studi ini bertujuan untuk mengembalikan makna religius akuntansi dan standarnya dalam konteks pertanggungjawaban lingkungan.Metode – Studi ini menggunakan konsep manusia sebagai khalifah sebagai metode analisisnya. Wawancara secara mendalam dilakukan terhadap beberapa informan dari berbagai later belakang.Temuan Utama – Studi ini menunjukkan keterkaitan nilai religiositas akuntansi yang terlupakan dan konsep manusia sebagai khalifah. Manusia diberikan hak dan kewajiban untuk mengelola alam. Hal ini terbawa pada aplikasi PSAK 57 yang dibandingkan dengan GRI Seri 300 dan tindakan perusahaan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Kesadaran khalifah yang memiliki nilai universal dapat mengembalikan nilai religiositas akuntansi. Nilai ini perlu disadari oleh berbagai pihak agar mencapai titik kesadaran yang holistik.Kebaruan Penelitian – Kebaruan studi ini dapat dilihat dari penggunaan kesadaran khalifah dan nilai universalnya untuk menelaah PSAK 57 dan GRI Seri 300 dalam konteks pertanggungjawaban lingkungan. Abstract – Universalism of Caliph's Perspective for the Soul of Environmental Accounting Main Purpose – This study aims to restore the religious meaning of accounting and its standards in the context of environmental accountability. Method – This study uses the concept of man as caliph as a method. In-depth interviews were conducted on several informants from various backgrounds. Main Findings – This study shows the interrelationship between accounting religiosity and caliph. Humans are given the right and the obligation to manage nature. This interrelationship carried over on the Indonesian Accounting Standard (PSAK) 57 app compared to the GRI Series 300 and the company's actions. Theory and Practical Implications – The consciousness of a caliph who has universal value can restore the importance of accounting religiosity. This value needs to be realized by various parties to reach a holistic point of awareness. Novelty - The novelty of this study can be seen from the use of caliphate awareness and its universal value to study PSAK 57 and GRI Series 300 in the context of environmental accountability.
MENTAL ACCOUNTING DAN ILUSI KEBAHAGIAAN: MEMAHAMI PIKIRAN DAN IMPLIKASINYA BAGI AKUNTANSI Elen Rospitadewi; Sujoko Efferin
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.911 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2017.04.7037

Abstract

Abstrak: Mental Accounting dan Ilusi Kebahagiaan: Memahami Pikiran dan Implikasinya bagi Akuntansi. Studi ini bertujuan untuk memahami pikiran manusia dalam mencari kebahagiaan. Metode yang digunakan adalah mental accounting. Paradigma penelitian yang digunakan adalah paradigma kritis Neuman dan paradigma spiritual Thich Nhat Hanh. Hasil penelitian menunjukkan adanya kemiripan yang tinggi antara mental accounting dan sistem akuntansi pada organisasi. Dengan memahami proses pengambilan keputusan pada tataran individual, kita dapat memahami pikiran para pengambil keputusan bisnis dalam sebuah organisasi. Peneliti menyimpulkan bahwa upaya menciptakan dunia yang lebih baik tidak cukup hanya dengan mengubah perangkat institusional akuntansi, tetapi membutuhkan perubahan cara berpikir yang fundamental tentang makna kebahagiaan dan spiritualitas. Abstract: Mental Accounting and Illusion of Happiness: Understanding The Mind and Its Implications for Accounting. This study is aimed at understanding people’s mind in their pursuit of happiness. The method used is mental accounting. The research paradigms employed are Neuman’s critical and Thich Nhat Hanh’s spirituality. The results of the study reveal that there are striking similarities between mental accounting and accounting system used in an organization. By understanding decision making processes in individual level, we can understand the mind of decision makers in organizational level. We conclude that in order to create a better world, we need to change not only the institutional framework of accounting, but also to transform fundamentally the way we think about happiness and spirituality.