Mikhael Soetjianto
Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMAKNAI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA INDUSTRI KREATIF: Studi Kasus Pada Batik Tulis Griya Karya Tiara Kusuma Mikhael Soetjianto
CALYPTRA Vol. 2 No. 2 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.873 KB)

Abstract

Semua organisasi pasti membutuhkan SPM untuk mencapai visi misi yang ditetapkan. Tidak terkecuali untuk industri kreatif griya karya tiara kusuma yang merupakan salah satu cabang industri kreatif kategori kerajinan dengan menghasilkan berbagai macam produk olahan mangrove, yaitu batik tulis, sirup, krupuk dan sabun. Griya karya tiara kusuma adalah pelopor batik tulis mangrove yang ada di Indonesia. Minimnya literatur pembahasan sistem pengendalian manajemen dengan I ndusti kreatif maka penelitian ini merupakan basic research dengan mempelajari hubungan pengendalian manajemen dengan industri kerajinan batik tulis. Kendali manajemen griya karya tiara kusuma sangat dipengaruhi oleh filosofi organisasi. Empat kendali manajemen yang dikemukakan oleh Merchant dan Van Der Stede (2007) sepenuhnya tidak bisa dijalankan dalam industri batik tulis. Karena ada beberapa perbedaan dengan industri konvensional lainnya. Lebih menekankan pada pemanfaatan daya kreativitas tiap individu untuk menggoreskan desain batik yang berseni. Proses pembuatan batik yang tidak bisa terpatok dengan waktu dan membutuhkan penjiwaan untuk berkreasi. Oleh sebab itu ada perbedaan pada penerapan pengendalian hasil, proses, personal dan budaya. Membuka paradigma baru bahwa pengendalian industri kreatif berbeda dengan industri pada umumnya. Menjadi pengendalian budaya kerja, pengendalian pengembangan produk, pengendalian operasional, dan pengendalian kualitas. Griya Karya Tiara Kusuma tetap membutuhkan SPM supaya mencapai tujuan yang ditetapkan.