Herman Joseph Kim Setiawan
Jurusan Desain dan Manajemen Produk Fakultas Teknik Universitas Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN BIJI ALPUKAT SEBAGAI AKSESORIS RUANGAN Herman Joseph Kim Setiawan
CALYPTRA Vol. 2 No. 2 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.199 KB)

Abstract

Buah alpukat merupakan salah satu buah yang sering dikonsumsi, biasanya buah alpukat diolah menjadi makanan ataupun minuman. Buah ini mudah ditemukan di Indonesia. Pesebaran tanaman alpukat di Indonesia hampir merata di semua provinsi, selain itu buah ini tidak termasuk buah musiman, sehingga buah ini mudah untuk didapatkan. Namun pada umumnya hanya daging buahnya saja yang dimanfaatkan untuk diolah. Padahal, bagian biji alpukat ini memiliki karakterisitik unik. Material ini terbangun dari bagian biji yang cukup lunak, dibentuk dari dua belah bagian yang saling setangkup membentuk biji yang utuh. Tekstur khasnya umum seperti beberapa buah yang lain, namun penebalan-penebalan di bagian-bagian tertentu yang memiliki tampilan tekstur sehingga menjadi satu keunikan tersendiri untuk dimanfaatkan sebagai material alternatif untuk merancang aksesoris ruangan seperti lampu hias, rak koran, box tissue, dll. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan upaya pemanfaatan biji alpukat yang seharusnya menjadi sampah, sehingga potensinya dapat diolah kembali menjadi sebuah produk berupa aksesoris ruangan yang memiliki nilai jual. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan melakukan eksperimen serta melakukan in depth interview dengan pengrajin handicraft. Dari proses ekperimen yang dilakukan terpilih metode perendaman biji alpukat pada air es untuk mempertahankan warna cerah sebelum dijemur, serta menyusunnya dengan susunan menyerupai susunan batu bata. Sehingga produk akhir yang dimunculkan melalui eksperimen ini adalah lampu hias yang berupa lampu meja.