Edward Tanujaya
Faculty of Economics and Business, Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INHERENT FRAUD RISK ASSESSMENT: ANALYSIS OF MAIN TASKS TO MINIMIZE FRAUD RISK (Case Study of an Industrial Supervisory in Indonesia) Yulia Nurlita; Edward Tanujaya
Asia Pacific Fraud Journal Vol 4, No 1: Volume 4, No. 1st Edition (January-June 2019)
Publisher : Association of Certified Fraud Examiners Indonesia Chapter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.425 KB)

Abstract

This research aims to analyze and provide views on inherent fraud riskof an Industrial Supervisory in Indonesia. The inherent fraud risk analysis will be examined using fraud risk assessment methods presented in COSO: 2016.Based on observations of the main tasks and work units of the organization, there are 18 fraud schemes identified.The results of this study indicate that the four highest fraud schemes are "Extortion to the 3rd party", "Conflict of interest in licensing", "Conflict of interests in external arrangements", and "Conflict of interest in Enforcement/inspection". As for related tasks, there are three things that must be considered: management of information systems, logistics, and industrial supervision.
PLATFORM ANTARES UNTUK SISTEM URBAN FARMING BERBASIS IOT DENGAN MENGGUNAKAN PROTOKOL 4G Edward Tanujaya; Indar Sugiarto; Handy Wicaksono
Jurnal Teknik Elektro Vol. 17 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.17.2.88-97

Abstract

Salah satu teknik urban farming yang paling digemari adalah hidroponik, karena mudah, murah, dan dapat dikerjakan pada lahan yang terbatas. Namun, sebagian orang terutama yang tinggal di kota, memiliki waktu luang yang terbatas untuk merawat tanam hidroponik, karena 40.83% penduduk Indonesia bekerja sebagai karyawan atau pegawai. Kendala tersebut mengakibatkan kematian tanaman, karena kurang terawat. Untuk mengatasi kendala tersebut, dibuatlah sebuah sistem hidroponik otomatis yang berbasis IoT (Internet of Things), sehingga para pelaku hidroponik dapat memantau dan mengendalikan kebun hidroponik mereka dari mana saja dan kapan saja melalui gawai yang dimiliki. Karena sudah terotomatisasi, maka resiko kematian tanaman berkurang. Sistem hidroponik otomatis berbasis IoT yang dibuat dalam penelitian ini, memanfaatkan gawai untuk memantau dan mengendalikan kebun hidroponik. Sistem ini memanfaatkan protokol komunikasi MQTT dan 4G (Fourth-Generation Wireless) untuk mengirim dan menerima data. Penelitian ini merupakan kerjasama antara Universitas Kristen Petra dengan Antares yang merupakan perusahaan dibawah naungan PT. Telkom Indonesia Tbk, oleh sebab itu penelitian ini menggunakan platform Antares, sebagai platform utama. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu mengatur nutrisi, kelembapan udara, dan suhu yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan optimal, serta menampilkan semua data pembacaan sensor pada gawai, selain itu pengguna dapat mengendalikan secara langsung kebun hidroponik melalui gawai tersebut.