Monica Purdiani
Magister Psikologi Sains Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH SISTEM PANIK TERHADAP EMPATI RASA SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN QUANTITATIVE ELECTROENCEPALOGRAPH (QEEG) Monica Purdiani
CALYPTRA Vol. 6 No. 2 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.363 KB)

Abstract

Permasalahan kurangnya empati menjadi problem keseharian pada masyarakat modern yang berakibat fatal bahkan menyangkut nyawa seseorang. Manusia sebagai makhluk sosial perlu mengembangkan rasa empati terhadap orang lain, karena empati merupakan salah satu kemampuan sosial yang harus dimiliki agar dapat adaptif dalam lingkungan sosialnya. Salah satu sup grup dari empati yang harus dimiliki adalah empati rasa sakit yang mampu menjadi pencetus tindakan prososial di masyarakat. Meskipun banyak penelitian terkait empati, namun faktor pencetus empati belum jelas diketahui. Menurut penelitian terdahulu, salah satu faktor yang memengaruhi empati adalah emosi panik. Sejauh ini, belum ada penelitian yang mengaitkan secara langsung emosi panik dengan empati rasa sakit dengan menggunakan EEG. Oleh karena itu penelitian ini mencoba untuk meneliti pengaruh sistem panik terhadap empati rasa sakit melalui aktivitas neuron dengan menggunakan QEEG (Quantitative Electroencephalography). Penelitian eksperimen ini menggunakan metode kuantitatif experimental time series. Penelitian ini menggunakan QEEG dengan 19 channel untuk merekam aktivitas elektrofisiologis di otak dengan frekuensi gelombang delta (0.5-3.5 Hz), theta (4-7 Hz), alpha (7.5-12.5 Hz), beta (>13 Hz). Partisipan penelitian ini adalah 39 perempuan berusia 18-27 tahun, tidak mengalami gangguan jiwa dan mengonsumsi obat-obat kejiwaan, serta tidak pernah mengalami cedera di kepala. Terdapat 3 kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kuesioner Panic Symptom List (PSL), Anxiety Sensitivity Index (ASI), dan Anxiety-Visual Analog Scale (A-VAS). Hipotesis penelitian dianalisis dengan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian yang diperoleh ialah (1) intervensi breath holding secara signifikan dapat memicu gejala panik (mean breath holding signifikan lebih tinggi pada 8 gejala panik kuesioner PSL; nilai Wilcoxon Sign Rank Test p < 0,05); (2) ada pengaruh emosi panik terhadap empati rasa sakit dengan nilai Wilcoxon Sign Rank Test p < 0,05. Dari hasil penelitian ini, dapat membantu psikolog & psikiater untuk deteksi dini gangguan kepribadian terkait empati rasa sakit & emosi panik, serta menjadi panduan bagi perawat & dokter untuk dapat memberikan perawatan yang efektif terhadap pasien.