Christin Devina Wiranata
Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DAN FUNGSI PSIKOLOGIS MAKE-UP PADA MODEL Christin Devina Wiranata
CALYPTRA Vol. 6 No. 2 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.334 KB)

Abstract

Seorang model yang berada pada tahapan perkembangan emerging adulthood memiliki tiga fokus utama yaitu cinta, pekerjaan, dan pandangan hidup. Seorang model juga memiliki tuntutan bermake-up agar selalu tampil menarik demi menunjang profesinya. Make-up memiliki fungsi psikologis yaitu seduction dan camouflage. Penggunaan make-up tersebut dapat berhubungan dengan tingkat self-esteem yang dimiliki seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali hubungan antara self-esteem dan fungsi psikologis make-up pada model perempuan yang berada pada tahapan perkembangan emerging adulthood. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 46 orang, dengan kriteria seorang model perempuan yang sedang dalam masa emerging adulthood (usia 18-25 tahun) dan menggunakan make-up dalam kehidupan sehari-hari. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara snowball sampling dan purposive sampling. Angket yang digunakan adalah angket fungsi psikologis make-up yang dibuat oleh Puji (2013) berdasarkan hasil penelitian Korichi (2008) dan angket self-esteem yang dibuat oleh Puji (2013) berdasarkan teori Branden (2001). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar subjek memiliki fungsi psikologis make-up camouflage (91,3%). Sebagian besar subjek memiliki self-esteem rendah (60,9%). Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak adanya korelasi antara self-esteem dan fungsi psikologis makeup. (r = 0,02 dan sig. 0,896, nilai sig > 0,05). Self-esteem pada model lebih mengarah ke kompetensinya dan upaya yang dilakukan untuk memperbaiki selfesteem adalah meningkatkan kemampuan diri bukan dengan menggunakan makeup. Seorang model perempuan emerging adulthood menggunakan make-up hanya sebagai formalitas saja karena seorang model sudah terbiasa bermake-up sehingga fungsi psikologis make-up yang dimiliki tidak ditentukan oleh self-esteemnya.