Anggun Purizza Putry
Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGIMENINGKATKAN PANGSA PASAR CHINA MENJADI NEGARA TUJUAN UTAMA EKSPOR BATUBARA INDONESIA, 2008-2011 Anggun Purizza Putry
CALYPTRA Vol. 3 No. 2 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.132 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mempunyai potensi besar dalam meningkatkan ekspor, khususnya dalam hal ekspor non migas.Hal ini dapat dilihat dari volume dan nilai ekspornya yang cukup besar dan selalu meningkat tiap tahunnya.Dalam hal ini batubara sebagai komoditas terbesar ekspor non-migas merupakan andalan dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terbentuk data kualitatif, dimana peneliti mendeskripsikan kesimpulan yang didapat setelah melakukan cross check pada data yang telah tersedia dari berbagai sumber yang terpercaya secara kualitatif maupun kuantitatif. Selain menggunakan analisis deskriptif, analisis dalam kegiatan ini juga memasukkan analisis SWOT yang digunakan untuk mengetahui kondisi yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang mempengaruhi tersusunnya Strategi.Analisis SWOT merupakan sebuah bentuk analisis situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif Analisis ini menempatkan situasi sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Mergermenjadi salah satu strategi yang dapat agar produksi batubara dapat dipantau dan kualitas batubara yang dihasilkan pun dapat lebih konsisten. Selain menguntungkan dari segi produksi dan kualitas, Kerusakan lingkungan juga dapat diminimalkan, karena seluruh kegiatan pertambangan yang menjadi lebih terorganisir.