Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN ANGKA KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEURAXA TAHUN 2016 Meri Lidiawati
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 4, No 2 (2016): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v4i2.85

Abstract

Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena merupakan peringkat ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai Negara termasuk Indonesia. Diperkirakan lebih dari 1,3 milyar serangan dan 3,2 juta kematian per tahun pada balita disebabkan oleh diare. Setiap anak mengalami episode serangan diare rata-rata 3,3 kali setiap tahun. Lebih kurang 80% kematian terjadi pada anak yang berusia kurang dari dua tahun. Di kecamatan Meuraxa kejadian diare sangat tinggi, tahun 2014 angka kejadian diare sebanyak 16,29% dan ditahun 2015 walaupun tidak begitu signifikan terjadi penurunan kasus diare sebesar 14,6%. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan angka kejadian diare pada Balita di Wilayah kerja Puskesmas Meuraxa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan case control, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang menderita diare yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Meuraxa yaitu sebanyak 142 balita. Sampel diambil secara Simple Random Sampling sebanyak 59 balita. Untuk melihat hubungan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan yang bermakna antara penyediaan air bersih, penggunaan jamban, dan pembungan sampah dengan angka kejadian diare pada balita (p value < 0,005). Di sarankan bagi Puskesmas Meuraxa agar meningkatkan penyuluhan tentang bahaya dan cara pencegahan penyakit diare dan bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian lanjutkan dengan menambah faktor-faktor lain di luar penelitian ini seperti faktor sosial ekonomi, faktor perilaku dan status gizi. Kata Kunci : diare, balita, sanitasi lingkungan
EFEK PREMEDIKASI MIDAZOLAM 0.05MG/KGBB IV TERHADAP TEKANAN DARAH DAN LAJU NADI PADA PASIEN PRA ANESTESI DI RUMAH SAKIT PERTAMEDIKA UMMI ROSNATI BANDA ACEH M Syakir Marzuki; Ade Maya Masyitah; Meri Lidiawati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i3.5696

Abstract

Operasi merupakan tindakan yang banyak menimbulkan kecemasan. Hal tersebut menyebabkan timbulnya respons stres, dengan akibat dapat terjadinya peningkatan tekanan darah dan laju nadi. Midazolam merupakan obat premedikasi yang mampu menurunkan tingkat kecemasan. Peningkatan tekanan darah dan laju nadi akibat stres psikologi sebelum menghadapi tindakan operasi, dapat mempengaruhi kondisi yang tidak menguntungkan. Tujuan: Untuk mengetahui perubahan tekanan darah dan laju nadi pada pasien setelah premedikasi Midazolam 0,05 mg/kgbb IV. Penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan analitik prospektif. Sampel yang diambil usia antara 12-60 tahun, dan tidak ada kontraindikasi terhadap pemakaian midazolam 0,05 mg/kgbb IV. Hasil penelitian didapatkan terdapat pengaruh pemberian midazolam terhadap tekanan darah sistol setelah 2 menit, dan diastol setelah 2 menit P<0.05. Hasil penelitian didapatkan tidak terdapat pengaruh pemberian midazolam terhadap tekanan darah sistol setelah 1 menit, dan diastol setelah 1 menit P>0.05. Pemberian Midazolam tidak berpengaruh terhadap laju nadi setelah 1 dan 2 menit P>0.05