This Author published in this journals
All Journal Juke
Anggraeni Janar Wulan
Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Phlegmon Dasar Mulut Odontogenik: Laporan Kasus Muhammad Aditya; Anggraeni Janar Wulan
JUKE Unila Vol 5, No 9 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.45 KB)

Abstract

Infeksi gigi merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Infeksi gigi kebanyakan ringan, namun pada beberapa kasus dapat berkembang menjadi komplikasi serius dan fatal. Salah satu komplikasi tersebut adalah phlegmon/angina Ludwig’s. Pasien laki-laki, 21 tahun, datang dengan keluhan bengkak pada leher sepanjang bawah rangan kanan dan kiri hingga ke leher depan, disertai nyeri, demam, nyeri saat mengunyah. Keluhan tidak disertai dengan gangguan napas, trismus, nyeri tenggorokan, maupun nyeri dada. Pasien memiliki masalah gigi berlubang pada gigi molar 2 rahang bawah kiri. Dari pemeriksaan fisik didapatkan caries dentis pada molar 2 kiri rahang bawah, dasar mulut tampak menonjol di bawah lidah, tidak ditemukan abses tonsil, tidak didapatkan trismus, dan faring tenang. Pada leher didapatkan edem hiperemis sepanjang submandibula kanan dan kiri hingga leher depan setinggi kartilago tiroid, teraba hangat, kenyal, dan terdapat nyeri tekan. Dari hasil laboratorium didapatkan leukosistosis dan pemeriskaan rontgen toraks dalam batas normal. pasien didiagnosis dengan phlegmon dasar mulut dan segera dilakukan bedah insisi debridement dengan pemasangan drainase serta diberikan antibiotik intra vena dengan sefalosporin generasi ketiga dan metronidazole. Selama perawatan pasien membaik dan direncanakan untuk konsultasi ke dokter gigi untuk masalah gigi pasien. Simpulan, phlegmon dasar mulut/angina Ludwig dapat berkomplikasi fatal dan dapat menyebabkan kematian, sehingga diagnosis dan tatalaksana segera dapat menyelamatkan pasien. Penyebab terbanyak berasal dari infeksi gigi (odontogenik). [JuKe Unila 2015; 5(9):76-80]
Perbedaan Kemampuan Memori Kerja pada Tikus Pasca Paparan Gelombang Elektromagnetik dari Handphone Selama 14 Hari Anggraeni Janar Wulan; Rekha Nova Iyos; Muhammad Aditya
JUKE Unila Vol 5, No 9 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.212 KB)

Abstract

Penggunaan handphone sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Hal ini  merupakan sebuah ancaman serius untuk kesehatan manusia. Paparan gelombang Elektromagnetik (EM) dapat menyebabkan gangguan pada otak manusia baik pada struktur, fungsi maupun aspek biokimiawinya. Stres akibat paparan gelombang EM dapat mengganggu fungsi memori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan nilai memori kerja pada tikus putih  (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley. Pada penelitian ini digunakan 18 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley, berusia 2-3 minggu dibagi ke dalam 3 kelompok,  yaitu kelompok kontrol (K), kelompok perlakuan 1 (P1) dipaparkan dengan gelombang EM dari handphone 1 jam/hari (P1), dan P2 dipaparkan dengan durasi 3 jam/hari selama 14 hari. Pengujian memori kerja menggunakan radial arm maze. Hasil rerata memori kerja pada masing-masing kelompok adalah sebagai berikut K: 2%, P1: 1,33%, P2: 2,33%. Dari hasil analisa One Way ANOVA didapatkan nilai p=0,55 (p>0,05). Simpulan, paparan gelombang EM handphone selama 14 hari tidak mempengaruhi kemampuan memori kerja tikus putih  (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley. [JuKe Unila 2015; 5(9):13-17]
THE EFFECT OF ETHANOLIC EXTRACT OF CENTELLA ASIATICA (L) URBAN ADMINISTRATION TOWARDS THE THICKNESS OF PYRAMIDAL LAYER IN THE CA1 REGION OF HIPPOCAMPUS OF SPRAGUE DAWLEY RATS AFTER CHRONIC RESTRAIN STRESS Anggraeni Janar Wulan; Brian Wasita; Nanang Wiyono
JUKE Unila Vol 4, No 8 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.527 KB)

Abstract

Background: Stress has been shown can change the structure of the brain, especially in the cornu ammonic (CA) I region of hippocampus. Centella asiatica or pegagan as herbal neuroprotector was investigated. The study aimed to determine the effect of ethanolic extract of C. asiatica to the thickness of pyramidal layer in the CA1 region in rats subjected to chronic restrain stress (CRS). Method: This experimental study used post test only group design. Thirty five rats were divided into 6 groups: non stress group (control) and stress only group pulvis gum arabicum (PGA), positive control group (treated with fluoxetin 10mg/kgBW), and 3 treatment groups are treated with C. asiatica 150, 300, and 600mg/kgBW respectively. All groups except non stress group were subjected to CRS, for 6 hours per day for 21 days. Fluoxetin, PGA, and C. Asiatica were applied 30 minutes before CRS done. Rats were sacrificed at the end of 24th day and were perfused transcardially. Processed brain tissue stained with toluidine blue, and measured with Image Raster program. Result: The thickness of pyramidal layer in the CA1 region are increasing significantly in treatment groups which treated with 150 and 300 kg/BW of C. asiatica, but not significant which treated with 600mg/kgBW ethanolic extract of C. asiatica. Conclusion: Ethanolic extract of C. asiatica can improve thickness of pyramidal layer in the CA1 region of hippocampus of Sprague Dawley rats after chronic restrain stress. [JuKe Unila 2014; 4(8):202-207]