Muchammad Djarot
Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Kata Khusus dan Islamisasi Melalui Mantra Makan dalam Kelambu Masyarakat Bugis Dendreng Segedong Mempawah Muchammad Djarot
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v9i2.2015

Abstract

Salah satu suku yang mendiami wilayah Kecamatan Segedong ialah suku Bugis Dendreng. Mantra Makan dalam Kelambu sudah lama dipertahankan menjadi kepercayaannya.. Tradisi tersebut harus dilakukan karena menurut kepercayaan masyarakat tersebut upacara ritual kehidupan sakral dan merupakan bentuk kepercayaan yang masih dipercayai hingga kini. Secara metodologis, penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan bentuk penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta alat pengumpulan data yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, perekam suara  dan kamera. Kata khusus dalam sastra lisan mantra Makan dalam Kelambu memainkan peranan penting dalam masyarakat Bugis Dendreng dan merupakan bentuk ungkapan masyarakat Bugis Dendreng agar dalam setiap pelaksanaan pesta perkawinan dapat berjalan dengan lancar. Mantra menjadi pilihan para pendakwah karena masyarakat praIslam sangat percaya dengan hal-hal yang bersifat mistik dan kekuatan gaib.
Alih Kode Pada Siswa SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kabupaten Kubu Raya Muchammad Djarot
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Number 2 December 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i2.1752

Abstract

Artikel ini mempunyai tujuan untuk memperoleh gambaran terkait fenomena alih kode dalam penggunaan bahasa di kalangan siswa SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan bentuk penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta alat pengumpulan data yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, perekam suara  dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alih kode dapat dibedakan menjadi empat kode utama yaitu bentuk alih kode dengan kode dasar BI beralih ke kode BMDS, kode BTDK. Alih kode dengan kode dasar BMDS beralih ke kode BTDK. Sedangkan alih kode dengan kode dasar BTDK beralih ke kode BI dan BMDS. Alih kode dengan kode dasar BI beralih ke kode BMDKH. Terjadinya alih kode disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya penutur, lawan tutur, hadirnya penutur ketiga, perubahan situasi, dan topik pembicaraan sehingga penutur melakukan alih kode. Hasil analisis juga menunjukkan terjadinya alih kode metaforis dan alih kode situasional.
Syair Lagu Melayu Sambas Karya Bullyan Musthafa sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Muchammad Djarot; Roslan bin Ali; Farninda Aditya
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8317

Abstract

This study aims to describe and analyze the values contained in, as well as the utilization of, Syair Lagu Melayu Sambas (Malay Sambas song lyrics) composed by Bulyan Musthafa as a medium for teaching Indonesian language in elementary schools in Pontianak. The song lyrics such as Passan Nek Allong, Tikannang Urang Tue, and Kaing Lunggi embody strong elements of local cultural values and exhibit linguistic structures that support students’ listening, reading, and writing skills. The research employed a qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out using an interactive model consisting of three stages: (1) data reduction, involving the selection and simplification of relevant data; (2) data presentation, in both narrative and visual forms; and (3) conclusion drawing and verification. The findings reveal that the songs Passan Nek Allong, Kaing Lunggi, Tikannang Urang Tue, and Allok Galing Lassong Labban contain diverse religious, moral, social, and educational values that can serve as contextual learning resources. The integration of regional song lyrics into Indonesian language learning not only enhances students’ learning interest and literacy but also instills character values and love for local culture. Teachers use these syair as authentic and contextual texts to create meaningful learning experiences. This study recommends the development of local culture-based teaching materials to improve the effectiveness of Indonesian language instruction at the elementary school level. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis nilai yang terkandung dan pemanfaatan syair lagu Melayu Sambas karya Bulyan Musthafa sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar Pontianak. Lirik-lirik lagu seperti Passan Nek Allong, Tikannang Urang Tue, dan Kaing Lunggi mengandung nilai-nilai budaya lokal yang kuat serta memiliki struktur bahasa yang mendukung keterampilan menyimak, membaca, dan menulis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang terdiri atas tiga tahap: (1) reduksi data, yaitu proses seleksi dan penyederhanaan data yang relevan; (2) penyajian data dalam bentuk naratif atau visual; dan (3) penarikan kesimpulan serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair-syair seperti Passan Nek Allong, Kaing Lunggi, Tikannang Urang Tue, dan Allok Galing Lassong Labban mengandung beragam nilai religius, moral, sosial, dan pendidikan yang dapat dijadikan sumber pembelajaran kontekstual. Integrasi syair lagu daerah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya meningkatkan minat belajar dan literasi siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dan kecintaan terhadap budaya lokal. Guru memanfaatkan syair sebagai teks autentik yang kontekstual untuk membangun pembelajaran yang bermakna. Studi ini merekomendasikan pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat dasar.