Zul Bahrum Caniago
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kecepatan Korosi Oleh 3 Bahan Oksidan Pada Plat Besi Caniago, Zul Bahrum
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 2, No 2 (2006): (Juli 2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.884 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan kecepatan korosi yang disebabkan oleh tiga bahan oksidan yaitu air, asam dan garam terhadap logam (plat besi). Waktu pengamatan dilakukan secara berselang, yakni t = 0, 5,10, 15, 20 dan 25 hari. Dengan menggunakan sinar Gamma (?) yang dihasilkan dari sumber Cobalt (Co-60) yangdiradiasikan pada plat logam, kemudian radiasi sinar ? dideteksi oleh tabung Geiger Muller. Intensitas cacahanmenunjukkan daya tembus sinar ? semakin tinggi pada logam yang teroksidasi dengan waktu yang lebih lama. Hal inimemberi arti terjadi kerenggangan molekul besi, kerenggangan tersebut akibat proses oksidasi (korosi). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa daya serap sinar ? dalam material merupakan fungsi eksponensial terhadap waktu.Kecepatan korosi yang didapatkan adalah untuk asam sulfat = - 0.0056 dB/hari, garam = - 0.0053 dB/hari, dan air = -0.0047 dB/hari.   
Aplikasi Mikrokontroler Untuk Sistem Perparkiran Caniago, Zul Bahrum
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.78 KB)

Abstract

Membajirnya pemilikan motor di masyarakat menimbulkan persoalan ketertiban umum, munculnya arenaarenaperparkiran liar, meningkatnya pencurian motor yang meresahkan Kondisi ini menimbulkan rasa ketidak adilandan ketidak nyamanan, menyuburkan pungutan liar, timbulnya ekonomi biaya tinggi, dan premanisme dalammasyarakat. Sementara itu pemerintah setempat mengklaim secara sepihak tanpa didukung oleh peraturan memadai,menerima bagian dari restribusi parkir sebagai pendapatan asli daerah (PAD).Oleh karena itu perpakiran perlu di atur sedemikian yang dapat menjaga keterban umum, menimbulkan keadilan, rasaaman dan menghapus premanisme perparkiran, dan bersamaan dengan itu dapat memberi kontribusi kepada PAD.Salah satu usaha untuk mengatasi persoalan adalah dapat kembangkan pengaturan parkir yang lebih aman dandikontrol, yakni dengan menggunakan mikrokontroler MCS51. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh MCS51,sistem perparkiran memberi jaminan keamanan serta dapat menghindari munculnya perparkiran liar, terutama didaerah perkotaan.   
RANCANG BANGUN PENGUKURAN BAWAH PERMUKAAN AIR DENGAN KENDALI REMOTE CONTROL DAN KOMUNIKASI WIRELESS NRF24L01 Chandra Kurniawan; Zul Bahrum Caniago; Anastasyah Aryani; Riska Ekawita
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 7 No. 2 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 7 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v7i2.18168

Abstract

Telah dirancang sebuah sistem untuk mengukur kedalaman bawah permukaan air. Peta kedalaman bawah permukaan air laut penting sebagai informasi dasar untuk mempelajari ekosistem dasar perairan, zona potensi wisata, dan budidaya perairan. Sistem pengukur kedalaman bawah permukaan air ini menggunakan sensor sonar MB7067 dan mikrokontroler Arduino Uno. Proses pengukuran kedalaman perairan menggunakan kapal yang dikendalikan oleh remote control dan transmisi data untuk pengukuran menggunakan wireless NRF24l01. Penelitian dimulai dari perancangan perangkat lunak menggunakan software arduino 1.6.7, kemudian dilanjutkan dengan perancangan hardware, kalibrasi dan pengujiansistem. Perancangan hardware dilakukan dengan menggabungkan sistem mekanik dan elektronik. Sensor sonar digunakan untuk mendeteksi jarak pengukuran. Remote control akan berkomunikasi dengan sistem elektronik yang berada di kapal. Sensor sonar dikalibrasi dengan menggunakan alat ukur panjang standar. Pengujian komunikasi dilakukan dengan melihat kendali yang diberikan oleh remote control terhadap respon yang diterima oleh sistem elektronik di kapal. Jarak maksimum kapal terhadap pengendali remote control juga diuji untuk mengetahui kemampuan komunikasi sistem wireless NRF24101. Hasil pengujian sensor sonar menunjukkan kedalaman maksimum yang terukur adalah 7 meter. Komunikasi sistem wireless dengan remote control dapat terjadi pada jarak maksimal 10 meter.