Pande Putu Ayu rissa Cempaka
PS. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Protokol Kesehatan pada Kegiatan Pembersihan Diri (Melukad) di Pura Tirta Empul Cempaka, Pande Putu Ayu Rissa; Aswari, Ni Wayan Candra
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i1.2255

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan masalah kesehatan yang menjadi fokus utama yang perlu ditangani segera baik secara nasional dan global. Potensi tersebut perlu ditekan dengan melakukan upaya mitigasi dan pengendalian Covid-19 bagi masyarakat dengan memperhatikan aspek perlindungan kesehatan per individu serta melibatkan pengguna, pengelola, penyelenggara dan penanggung jawab tempat maupun fasilitas umum. Salah satu tempat fasilitas umum yang menjadi sasaran pelaksanaan protokol kesehatan adalah tempat ibadah. Menurut data Satgas Penanganan COVID-19, tempat ibadah merupakan tempat dengan jumlah kasus teguran ketiga terbanyak yaitu sebesar 383.179 dari total jumlah kasus teguran. Kegiatan ibadah sering kali melibatkan sejumlah orang yang menyebabkan terjadinya perkumpulan pada suatu lokasi. Hal tersebut menjadi potensi terjadinya risiko penularan COVID-19. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk melakukan sebuah penelitian untuk melihat penerapan protokol kesehatan di tempat ibadah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan deskriptif dan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penerapan protokol kesehatan sudah dijalankan oleh pihak pengelola, namun masih kurangnya pengetahuan dan pemahaman terkait COVID-19 oleh pengelola tempat ibadah dengan terbentuknya kebijakan yang kurang sesuai pada pelaksanaan kegiatan ibadah yaitu penggunaan masker pada saat kebiatan melukad (pembersihan diri). Masker yang basah dan tetap digunakan selama berkegiatan tentunya berbahaya bagi kesehatan. Bedasarkan hasil observasi masih kurangnya pengawasan serta skrining di pintu masuk tempat ibadah yang membuat penerapan protokol kesehatan di area ibadah masih longgar dilakukan oleh pengunjung.
Implementation of the Community-Based Total Sanitation (STBM) Partnership Program, Pillar 4, in the Working Area of Public Health Center I, North Denpasar Saraswati, Anak Agung Sagung Ratu Putri; Cempaka, Pande Putu Ayu Rissa; Arisanthi, Gusti Agung Ayu Nanda
Babali Nursing Research Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2026.72569

Abstract

Introduction: In 2025, Denpasar City recorded the highest waste volume in Bali, averaging 1.005 tons per day. Overall, Bali is in a waste emergency with a total daily output of 3.436 tons, of which 64,86% is organic waste. Implementing the fourth pillar of STBM is one solution to addressing domestic waste by involving active community participation. The study aimed to determine the implementation of the partnership for STBM pillar 4 in the working area of Puskesmas I North Denpasar. Methods: This study employed a descriptive quantitative approach with the STBM verification data collection method. The population comprised all households in North Denpasar. Sampling was conducted in 5 sub-districts, encompassing 16 banjars. The samples were taken from 40 households. Results: 76.8% of households have not managed their waste. Meanwhile, only 23.3% of households have managed their waste. The presentation results for the four criteria for good and correct waste management are 67.25% of households have maintained a clean home environment by not allowing waste to be scattered. A total of 54.25% of families have closed, sturdy, and easy-to-clean trash cans, yet about half still lack adequate waste disposal facilities. 55.75% of families have implemented safe waste management practices. Only 35.5% of families have sorted their waste. Conclusion: The implementation of STBM pillar 4 in the Puskesmas I North Denpasar working area is still not optimal. The success of this pillar is not only about the availability of trash bins; it also requires a more comprehensive approach that fosters active community participation through partnership programs in waste sorting and management