Salsabila salsabila
Program Studi Psikologi, Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resiko Toksoplasmosis Terhadap Attention Deficit Hyperactivity Disorder Salsabila salsabila
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.602 KB) | DOI: 10.31537/speed.v3i2.275

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kehamilan, deteksi dini kehamilan akan menjadi penentu penurunan angka kehamilan beresiko tinggi. Terlambatnya deteksi gangguan selama kehamilan dapat menjadi penyebab gangguan pada proses persalinan, gangguan pada tumbuh kembang anak, bahkan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). Anak yang dengan gangguan ADHD mengalami gangguan perkembangan yang ditandai dengan aktivitas motorik kasar yang berlebihan, perasaan gelisah, tidak bisa diam, impulsif, tidak bisa memusatkan perhatian. Beberapa penyebab terjadinya Attention Deficit Hyperactivity Disorder antara lain : faktor genetik, faktor neurokimiawi, cidera otak dan psikososial. Prevalensi gangguan ADHD pada anak laki-laki kemungkinannya tiga kali lebih besar dibandingkan pada anak perempuan. Toksoplasmosis akan ditularkan melalui fetus yang mula-mula ditandai dengan parasitemia, kemudian darah ibu yang masuk ke plasenta akan menginfeksi plasentitis (plasenta). Infeksi parasit tersebut lalu ditularkan ke janin secara vertikal. infeksi Toxoplasma Gondii menyebabkan adanya gejala klinis yaitu reaksi patologis dan penurunan reaksi immunologi, yang bisa mempengaruhi perubahan perilaku yang ditandai dengan gangguan pada fungsi psikomotorik. ibu hamil yang terkena toksoplasmosis bersifat asimtomatik, dan kemungkinan 50% bayi yang dilahirkannya akan menderita Toksoplasmosis Congenital. Pemeriksaan untuk diagnosis prenatal pada usia kehamilan 14-27 minggu menjadi penting untuk menekan resiko ibu terinfeksi toksoplasma.
Resiko Toksoplasmosis Terhadap Attention Deficit Hyperactivity Disorder Salsabila salsabila
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v3i2.275

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kehamilan, deteksi dini kehamilan akan menjadi penentu penurunan angka kehamilan beresiko tinggi. Terlambatnya deteksi gangguan selama kehamilan dapat menjadi penyebab gangguan pada proses persalinan, gangguan pada tumbuh kembang anak, bahkan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). Anak yang dengan gangguan ADHD mengalami gangguan perkembangan yang ditandai dengan aktivitas motorik kasar yang berlebihan, perasaan gelisah, tidak bisa diam, impulsif, tidak bisa memusatkan perhatian. Beberapa penyebab terjadinya Attention Deficit Hyperactivity Disorder antara lain : faktor genetik, faktor neurokimiawi, cidera otak dan psikososial. Prevalensi gangguan ADHD pada anak laki-laki kemungkinannya tiga kali lebih besar dibandingkan pada anak perempuan. Toksoplasmosis akan ditularkan melalui fetus yang mula-mula ditandai dengan parasitemia, kemudian darah ibu yang masuk ke plasenta akan menginfeksi plasentitis (plasenta). Infeksi parasit tersebut lalu ditularkan ke janin secara vertikal. infeksi Toxoplasma Gondii menyebabkan adanya gejala klinis yaitu reaksi patologis dan penurunan reaksi immunologi, yang bisa mempengaruhi perubahan perilaku yang ditandai dengan gangguan pada fungsi psikomotorik. ibu hamil yang terkena toksoplasmosis bersifat asimtomatik, dan kemungkinan 50% bayi yang dilahirkannya akan menderita Toksoplasmosis Congenital. Pemeriksaan untuk diagnosis prenatal pada usia kehamilan 14-27 minggu menjadi penting untuk menekan resiko ibu terinfeksi toksoplasma.