Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRIUST

Analisis Faktor Produksi Terhadap Produksi, Efisiensi Dan Pendapatan Wortel Di Desa Surbakti, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo Sihaloho, Henrykus; Butar-Butar, Sarah
JURNAL AGRIUST Volume 1 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.322 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v1i1.1024

Abstract

Kecamatan Simpang Empat merupakan penghasil wortel di Kabupaten Karo. Membandingkan luas lahan dan produktivitas wortel daerah ini dengan Kecamatan Berastagi, luas lahan wortel di daerah ini 674 ha, sedangkan di Berastagi 186 ha, sementara dari segi produktivitas Berastagi jauh lebih baik (22,46 ton/ha versus 28,44 ton/ha). Penelitian ini berlokasi di Desa Surbakti, Kecamatan Simpang Empat.  Berdasarkan prasurvei, faktor-faktor produksi yang digunakan di desa ini adalah bibit, pupuk kandang, pupuk Ammophos, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida Antracol, pestisida Gramoxone, dan tenaga kerja.  Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedelapan faktor terhadap produksi, tingkat efisiensi, dan pendapatan usahatani wortel di daerah penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan, secara serempak (uji F) penggunaan faktor produksi bibit, pupuk kandang, pupuk Ammophos, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida Antracol, pestisida Gramoxone, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani wortel di daerah penelitian. Secara parsial (uji-t) bibit, pupuk kandang, pupuk Ammophos, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida Antracol, pestisida Gramoxone, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi wortel, sedangkan pupuk KCL tidak berpengaruh nyata terhadap produksi  wortel.  Penelitian juga menemukan, penggunaan bibit, pupuk kandang, pupuk Ammophos, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida Antracol, pestisida Gramoxone, dan tenaga kerja belum efisien.  Pendapatan bersih petani wortel  mencapai Rp 27.763.882,28/hektar/musim tanam.
Analisis Pendapatan dan Risiko Usahatani Jeruk Petani Jeruk di Desa Barusjulu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo Hutauruk, Julia; Sihaloho, Henrykus; Sitohang, Maryanti
JURNAL AGRIUST Volume 2 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.567 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v2i1.1788

Abstract

Tanaman jeruk merupakan salah satu komoditas holtikultura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio pendapatan biaya usahatani jeruk dan mengetahui risiko faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usahatani jeruk. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan teknik wawancara langsung kepada petani jeruk dengan menggunakan daftar kuesioner yang telah dipersiapkan dan data sekunder dari instansi yang terkait seperti kantor kepala desa, kantor BPS, dan laporan yang terkait. Teori pendekatan yang digunakan adalah usahatani dan teori risiko. Data dianalisis menggunakan analisis fungsi Cobb-Douglas dengan menggunakan alat analisis regresi berganda dengan bantuan alat analisis data kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukkkan bahwa perhitungan R/C ratio sebesar 2.53 yang berdasarkan kaidah efisiensi usahatani jeruk dikatakan efisien karena memiliki rasio penerimaan atas biaya yang lebih dari satu ( R/C > 1). Secara parsial jumlah tanaman, tenaga kerja, dan pupuk berpengaruh signifikan terhadap risiko produksi usahatani jeruk.
Efektivitas Harga Pembelian Pemerintah Terhadap Harga Gabah Kering Giling Berdasarkan Instruksi Presiden Tentang Kebijakan Perberasan Sembiring, Surya Abadi; Sihaloho, Henrykus; Sirait, Tiemce Novita
JURNAL AGRIUST Volume 2 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.736 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v2i1.1792

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan efektivitas harga pembelian pemerintah terhadap harga gabah kering giling berdasarkan Instruksi Presiden tentang kebijakan perberasan. Data penelitian menggunakan data time series 1987-2017 dan dokumen data harga pembelian pemerintah terhadap gabah kering giling berdasarkan Instruksi Presiden tentang kebijakan perberasan. Analisis data dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 1987-1999, perbedaan rata-rata harga aktual Gabah Kering Giling dengan harga pembelian Koperasi Unit Desa terhadap Gabah Kering Giling yaitu Rp 69.01, atau persentase harga aktual Gabah Kering Giling lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah terhadap GKG sebesar 15.37 persen. Pada tahun 2000-2017, perbedaan rata-rata harga aktual Gabah Kering Giling terhadap harga pembelian Bulog terhadap GKG yaitu Rp 269.32, atau persentase harga aktual GKG lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah sebesar 9.15 persen. Pada kurun waktu 1987-2017, perbedaan rata-rata harga aktual GKG terhadap harga pembelian pemerintah terhadap GKG berdasarkan Inpres sebesar Rp 185,32, atau persentase harga aktual GKG lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah sebesar 9,77 persen. Dengan demikian implementasi harga pembelian pemerintah terhadap GKG berdasarkan Inpres adalah efektif.
Hubungan Luas Lahan Terhadap Realisasi Pupuk Bersubsidi Berdasarkan Permentan No 41 Tahun 2021 Sembiring, Surya Abadi; Sihaloho, Henrykus; Sagala, Parsaoran
JURNAL AGRIUST Volume 3 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.713 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v3i1.2578

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 41 Tahun 2021, luas lahan yang dibutuhkan untuk memenuhi subsidi pupuk adalah 2 hektare. Tujuan penelitian adalah menganalisis luas lahan dan realisasi pupuk bersubsidi dalam Permentan No 42/2021. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah Kelompok Tani tahun 2022 sebanyak 169, dan jumlah responden dengan metode Slovin adalah 92 orang. Realisasi pupuk bersubsidi adalah perbedaan pupuk bersubsidi diterima petani dengan pupuk bersubsidi diusulkan di RDKK. Realisasi pupuk bersubsidi dihitung dalam persen. Metode penelitian adalah uji Chi-suare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara luas lahan dengan realisasi subsidi pupuk urea, artinya semakin luas lahan maka semakin besar kekurangan realisasi subsidi pupuk urea. Terdapat korelasi antara luas lahan dengan realisasi subsidi pupuk NPK, artinya semakin luas lahan maka semakin besar kekurangan realisasi pupuk NPK bersubsidi.