Nursiah Chalid
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Ekonomi

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Di Daerah Riau Chalid, Nursiah
Jurnal Ekonomi Vol 18, No 01 (2010)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.809 KB) | DOI: 10.31258/je.18.01.p.%p

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengeluaran konsumsi rumah tangga masyarakatRiau. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari BadanPusat Statistik Propinsi Riau. Dari data pengeluaran konsumsi dan pendapatannasional regional Riau tahun 1987-2008 diketahui nilai average propensity toconsume (APC) berkisar antara 0,52-0,74 dan nilai ini cenderung relatif stabil,sedangkan nilai marginal propensity to consume (MPC) berkisar antara 0,17-0,92 dan relatif berfluktuasi. Fungsi konsumsi yang dibuat berdasarkan datatersebut adalah : C = 94870,28662 + 0,55 Y dari fungsi tersebut diperoleh nilaiAPC = MPC = 0,55. Studi yang dilakukan ini mendukung studi Kuznets, tetapitidak mendukung teori Keynes.Berdasarkan data rata-rata pengeluaran perkapita sebulan pada tahun 1990proporsi pengeluaran konsumsi makanan 65,44% dan bukan makanan 34,56%.Pada tahun 2005 rata-rata proporsi pengeluaran perkapita sebulan untukmakanan 55,77% dan bukan makanan 44,23%. Secara Agregat berdasarkanPDRB menurut penggunaan tahun 2000 - 2008 proporsi pengeluaran konsumsimakanan berldsar antara 33,60% - 39,86% dan proporsi pengeluaran konsumsibukan makanan berkisar antara 65,55% - 66,40%. Hal ini menunjukkan tingkatkesejahteraan masyarakat Riau relatif baikKata kunci: Pengeluaran konsumsi. Average Propensity to Consume (APC) danMarginal Propensity to Consume (MPC).
Peranan Ekspor Dalam Perekonomian Indonesia Chalid, Nursiah
Jurnal Ekonomi Vol 19, No 01 (2011)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.547 KB) | DOI: 10.31258/je.19.01.p.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan ekspor dalam perekonomian Indonesia. Data yangdigunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Jakarta- Indonesia.Kontribusi ekspor non migas terhadap total ekspor relative besar berkisar antara 73,53%-83,88%selama periode 1993-2008. Besarnya kontribusi ini ditunjang oleh ekspor hasil industri.Peranan ekspor dalam perekonomian dilihat dari besarnya angka multiplier ekspor dan elastisitasekspor. Angka multiplier ekspor untuk variabel total nilai ekspor, migas, non migas, masing-masing47,423, 229,284, dan 52,605. Sedangkan untuk variabel nilai ekspor minyak mentah, hasil minyak dangas alam masing-masing 566,044, 1579,168 dan 477,136. Angka multiplier ekspor untuk variabel nilaiekspor hasil pertanian, hasil industri dan hasil tambang diluar migas masing-masing 1299,844, 65,406dan 290,930.Angka elastisitas ekspor variabel nilai total ekspor, migas dan non migas masing-masing 1,79, 1,86,dan 1,74. Angka elastisitas ekspor variabel nilai ekspor minyak mentah, hasil minyak dangas alammasing-masing 2,02, 1,46, dan1,75. Angka elastisitas ekspor variabel nilai ekspor hasil pertanian,hasil industry, dan hasil tambang masing-masing 2,48, 1,82, dan 0,94.
Fungsi Impor Dalam Perekonomian Indonesia Chalid, Nursiah
Jurnal Ekonomi Vol 19, No 02 (2011)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.176 KB) | DOI: 10.31258/je.19.02.p.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi impor dalam perekonomian Indonesia. Data yangdigunakan adalah data sekunder yaitu data perkembangan nilai impor dan Produk Bruto Domestik(PDB) tahun 1993-2008 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Jakarta-Indonesia. Fungsi impordianalisis dengan menggunakan Regresi liniar sederhana.Dari fungsi total impor diketahui nilai impor otonom sebesar 17638,556 juta US $ dan angka marginalpropensity to import sebesar 0,016 yang berarti apabila Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat satumiliar rupiah, maka nilai impor meningkat 0,016 juta US $. Dari fungsi total nilai impor migasdiketahui nilai impor otonom sebesar 1404,517 juta US $ dan angka marginal propensity to import0,006 yang berarti apabila Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat satu miliar rupiah, nilai impormigas meningkat sebesar 0,006 juta US $. Dari fungsi impor non migas diketahui nilai impor otonomsebesar 18952,306 juta US $ dan angka marginal propensity to import sebesar 0,011 yang berartiapabila Produk Domestik Bruto (PDB) tanpa migas meningkat satu miliar rupiah maka nilai impornon migas meningkat 0,011 juta US $.
Perkembangan Perkebunan Kelapa Sawit Di Provinsi Riau Chalid, Nursiah
Jurnal Ekonomi Vol 19, No 03 (2011)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.271 KB) | DOI: 10.31258/je.19.03.p.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan penyebaran produksi, produktivitas dan jumlah petani perkebunan kelapa sawit di daerah yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Jakarta dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Perkembangan luas areal dan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau tahun 1984 - 2009 meningkat setiaprata — rata laju pertumbuhan luas areal 16,23% per tahun dan rata-pertumbuhan produksi 27,59% per tahun.Pada tahun 2009 luas areal Perkebunan Rakyat 996199 Ha (51,74%), Perkebunan Negara 79545 Ha (413%) dan Perkebunan Besar Swasta 849597 Ha (Sedangkan jumlah produksi Perkebunan Rakyat 2658044 ton (44,81%),Besar Negara 337727 ton (5,69%) dan Perkebunan Besar Swasta 2936537 total Rata - rata laju pertumbuhan luas areal Perkebunan Rakyat, Perkebiman Bdan Perkebunan Besar Swasta selama periode 2004 - 2009 masing-masing 0,34% dan 6,93%, sedangkan rata-rata laju peprtumbuhan produksi masi20,59%, 3,76% dan 13,62% per tahun. Rata -rata produktivitas perkebunan kdi Riau pada tahun 2009 sebesar 4055,75 Kg / Ha, produktivitas Perkebun3805,34 Kg /Ha, Perkebunan Besar Negara 4299,79 Kg f Ha dan Perkebunan Swasta 4282,90 Kg/Ha.Daerah tingkat 11 dengan luas areal perkebunan kelapa sawit terbesar pada tahun 2009 adalah Rokan Hulu 379969 Ha (19,88%) dan Kampar 316282 Ha (16,55%).daerah penghasil terbesar adalah Kampar 1134925 ton (19,11%) dan R916074 ton (15.43%). Dan jumlah petani terbesar di Kampar 80882 KKdan R70064 KK
PERANAN EKSPOR DALAM PEREKONOMIAN RIAU Nursiah Chalid
Jurnal Ekonomi Vol 21, No 04 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.482 KB) | DOI: 10.31258/je.21.04.p.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan ekspor dalam perekonomianRiau. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari BadanPusat Statistik, Provinsi Riau. Kontribusi ekspor non migas terhadap total eksporrelative besar berkisar antara 44,74% - 69,68% selama periode 2004-2011.Besarnya kontribusi ini ditunjang oleh ekspor hasil industry yaitu berkisar antara98,21% - 99,50%.Peranan ekspor dalam perekonomian dilihat dari besarnya angka multiplierekspor dan elastisitas ekspor. Angka multiplier ekspor untuk variable total nilaiekspor dan non migas, masing-masing 0,015391 dan 0,013782 sedangkan untukvariable nilai ekspor hasil minyak 0,471704. Angka multiplier ekspor untukvariable nilai ekspor hasil industry dan hasil tambang diluar migas masing-masing 0,013873 dan 0,843202Angka elastisitas ekspor variable nilai total ekspor dan non migas masing-masing0,7758 dan 0,7207. Angka elastisitas ekspor variable nilai ekspor hasil minyak0,9633. Angka elastisitas ekspor variable nilai ekspor hasil industry dan hasiltambang masing-masing 0,7164 dan 0,4608.Kata kunci : Multiplier ekspor, elastisitas ekspor
Peranan Sektor Pertanian Di Propinsi Riau Nursiah Chalid
Jurnal Ekonomi Vol 17, No 03 (2009)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.254 KB) | DOI: 10.31258/je.17.03.p.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sektor pertanian dalamperekonomian daerah Riau. Data yang digunakan adalah data sekunder yangbersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Kontribusi sektor pertanianterhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau masih relatifbesar berfdsarantara 16,90% - 43,48% selama periode 1983 - 2008. Besamya kontribusi iniditunjang oleh sub sektor perkebiman dan kehutanan.Kontribusi sektor pertanian terhadap kesempatan kerja di daerah Riau masih diatas50% yaitu berkisar 52,18% - 59,72% dan relatif cenderung menurun, tetapiperanannya masih sangat besar. Produktivitas tenaga kerja disektor pertanian lebihrendah dibandingkan produktivitas tenaga kerja di Riau. Nilai ekspor hasilpertanian cenderung meningkat, tetapi kontribusinya terhadcp nilai ekspor nonmigas relatif cenderung menurun