This Author published in this journals
All Journal Shautut Tarbiyah
Aspian Aspian
IAIN Kendari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menumbuhkan Motivasi Belajar dalam Rangka Perbaikan Hasil Belajar Peserta Didik Aspian Aspian
Shautut Tarbiyah Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.737 KB) | DOI: 10.31332/str.v24i1.935

Abstract

Abstrak            Pembelajaran sebagai salah satu aspek khusus pendidikan dilakukan untuk melakukan perubahan peserta didik pada ranah kognitif, apektif, dan psikomotorik. Perubahan yang diperoleh peserta didik itu dikenal dengan hasil belajar, yang mencakup perubahan kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, perubahan yang nampak akibat proses belajar dapat dilihat dalam bentuk nilai-nilai pada ujian yang diselenggarakan guru secara reguler, dan bersifat jangka pendek. Secara kualitatif, perubahan yang ditimbulkan oleh proses belajar akan nampak pada cara berpikir dan perilaku peserta didik. Aspek ini berdimensi jangka panjang. Perubahan kuantitatif maupun kualitatif ini sangat penting bagi peserta didik sebagai tolok ukur tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Idealitas pembelajaran yang bertujuan merubah manusia harus ditopang oleh variabel-variabel sekolah lainnya. Guru menjadi ujung tombak dalam proses mengubah peserta didik dari satu kondisi ke kondisi lainnya yang lebih baik. Karenanya kompetensi pada aspek pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional tidak boleh hanya dalam wacana. Gerak langkah seorang guru harus menggambarkan kemapanan kompetensinya. Dengan modal itulah guru dapat merancang pembelajaran yang menyenangkan peserta didik, melakukan pengelolaan kelas yang menjamin tercapainya tujuan pembelajaran, memilih pendekatan yang tepat, memahami masalah yang dihadapi peserta didik, menggunakan teknologi pembelajaran terkini, dan mendesain sekolah yang kondusif bersama pimpinan dan komponen sekolah lainnya. Praktik guru yang demikian akan menumbuhkan motivasi belajar pada siswa, tidak hanya pada aspek ekstrinsik, lebih penting lagi adalah dorongan yang berasal dari kesadaran terdalam peserta didik. Bahwa belajar bukanlah semata-mata tuntutan lahiriah atau duniawi, tetapi merupakan kewajiban moral yang bersifat ruhani.Kata Kunci: Motivasi, Hasil Belajar, Kompetensi GuruAbstract            Learning as one of the special aspects of education is done to make changes to learners in the realm of cognitive, apektif, and psikomotorik. The changes that learners gain are known as learning outcomes, which include both quantitative and qualitative changes. Quantitatively, the visible changes due to the learning process can be seen in the form of values on the regular teacher-run, regular, and short-term examinations. Qualitatively, the changes generated by the learning process will appear in the way of thinking and behavior of learners. This aspect is of long-term dimension. This quantitative and qualitative change is very important for learners as a benchmark for achieving educational goals. The ideality of learning aimed at changing human beings must be sustained by other school variables. Teachers become the spearhead in the process of converting learners from one condition to another. Therefore competence in pedagogic, social, personality, and professional aspects should not be solely in discourse. The movement of a teacher's steps should describe the competence of the competitor. With that capital the teacher can design the learning that pleases the learners, manage the classroom to ensure the achievement of learning objectives, choose the right approach, understand the problems faced by learners, use the latest learning technology, and design a conducive school with the leader and other school components. The practice of such teachers will foster students' learning motivation, not only on the extrinsic aspect, more importantly the encouragement that comes from the deepest awareness of learners. That learning is not merely external or worldly demands, but it is a spiritual obligation.Keywords: Motivation, Learning Outcome, Teacher Competence