This Author published in this journals
All Journal Shautut Tarbiyah
Burhan Burhan
Dosen IAIN Kendari

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Minimalisasi Kesalahan Aplikasi Teori Peluang dan Teori Ketidakpastian Heisenberg melalui Do’a dalam Dunia Pendidikan Burhan Burhan
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.993 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i2.57

Abstract

Meramal masa depan, sama dengan memberi prediksi kejadian di masa depan. Kepastian bahwa ramalan tersebut sesuai, tidak pernah dengan secara pasti dan tepat dapat ditentukan setiap saat. Semua ramalan hanya ada kemungkinan. Menurut teori peluang dan teori ketakpastian Heissenberg, satu hal yang pasti bahwa kita hanya dapat memberi prediksi 50 % benar sekaligus 50 % salah atas setiap ramalan kita. Minimalisasi kesalahan hanyalah melalui do’a. Do’a akan mengantarkan kita pada pilihan yang benar, dan membantu menghindarkan kita dari kesalahan pilihan di masa depan. Sukses kita kini merupakan konsekuensi pasti dan logis atas pilihan yang kita ambil di masa lalu. Pilihan kita kini yang akan menentukan sukses kita di masa yang akan datang.Kata Kunci : Teori peluang statistik, teori ketapastian Heissenberg, do’a
Remaja Desa dan Teknologi Informasi di Kabupaten Buton Burhan Burhan
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.14 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i1.12

Abstract

Perubahan kehidupan masyarakat kini semakin cepat seiring dengan lajunya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Desa menjadi tempat awal bagi remaja desa untuk menangkap informasi dan pengetahuan awal sebagai bekal kehidupannya di masa depan. Globalisasi yang ditandai dengan arus perputaran informasi yang sangat cepat tersebut memberi efek besar bagi perilaku hidup remaja baik remaja perkotaan maupun remaja pedesaan. Remaja dengan tingkat labilitas yang cukup tinggi memang harus disiapkan sejak dini, agar mereka dapat dengan mudah hidup damai berdampingan dengan laju perubahan tersebut. Sangat mendesak untuk menghasilkan remaja yang dapat beradaptasi dan mampu bersaing. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Teknik pengumpulan data utama dengan menggunakan angket, dan data sekunder dijaring dengan menggunakan dokumentasi melalui penelusuran pustaka dan wanwancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan ICT remaja desa di Kabupaten Buton termasuk dalam kategori baik, 51 orang remaja atau 80.95 %, 10 orang remaja atau 15.87 % dan 2 orang remaja atau 3.17 % termasuk dalam kategori sedang dan kategori sangat baik.Kata Kunci : remaja desa, teknologi informasi, globalisasi, Buton
Otonomi Daerah, Pilkada dan Pendidikan Politik untuk Anak Bangsa Burhan Burhan
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.588 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i2.23

Abstract

Gagasan otonomi daerah membawa konsekuensi politik nasional yang mewabah hingga ke daerah-daerah. Persoalan bangsa Indonesia adalah persoalan kita semua sebagai warga negara, apalagi komunitas yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Anak-anak bangsa yang sedang berproses mencari jati diri, perlu diberikan pemahaman dan arah oleh para pendidik sehingga dalam pencarian identitas dan eksistensi dirinya tidak hanya melalui tayangan film di layar kaca. Beberapa informasi, pemberitaan yang menimbulkan kegalauan pada anak bangsa, perlu diluruskan dan dilakukan pengkajian bersama di dalam kelas, sehingga memunculkan kesadaran kritis, dan peningkatan kecerdasan. Dalam upaya mengarahkan anak didik untuk menjadi manusia cerdas, kritis, memiliki jati diri dan humanis, diperlukan politik pendidikan yang memanusiakan melalui kebijakan pendidikan. Politik pendidikan bisa diupayakan oleh para pendidik melalui pembelajaran di kelas.Kata Kunci : Otonomi, pilkada, pendidikan politik dan anak bangsa.