Fahmi Gunawan
Dosen STAIN Kendari

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN FONOLOGIS KATA DAKHIL DALAM KAMUS ILMIAH BAHASA INDONESIA Fahmi Gunawan
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3875.222 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.141

Abstract

Penelitian ini mengkaji kata Dakhil ‘kata serapan’ dalam kamusilmiah populer bahasa Indonesia. Data dianalisis dengan metodesimak terhadap semua lema. Dengan menggunakan teori perubahanbunyi Crowly ditemukan bahwa kata-kata serapan itu mengalamiperubahan bunyi, yaitu (1) pelemahan bunyi yang terdiri dari aferesis,reduksi konsonan lengkap, apokope, sinkope, kompresi, penguatanbunyi, dan (2) penambahan bunyi yang terdiri dari epentesis danparagog. Hal ini terjadi karena faktor-faktor makrolinguistik.Kata Kunci : Fenomenologis, dakhil, bahasa indonesia
PARAGRAP YANG BAIK Fahmi Gunawan
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4736.545 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i2.111

Abstract

T ulisan ini membahas rentang paragraf yang baik, sebuah model kajiansintaksis. Data diambil dari majalah kontan pada rubrik investasi deoganjudul "menanri janji presiden terpilih". Dengao menggunakan teoriVerhaar dan Ramlan tentaog paragraf diremukan bahwa paragraf yangditeliti mernpunyai banyak variasi sintaksis. Dalam wacana, paragraf inimempuoyai kohesi dan kohereosi. Dalam kalimat, paragraf inimempuoyai jenis kalimat sederbana dan kalimat luas. Dalam klausa,paragraf ini rnempunyai klausa lengkap dan ridak leogkap. Pada frase,paragraf ini mempunyai Erase endosentrik dan frase eksosentrik.Karenanya, dapat dikatakan bahwa paragraph peoelirian ini termasukparagraf yang baik unruk dijadikan contoh atau model kajian sintaksis.Kata Kunci: Paragraf dan Analisis Sintaksis
PENDIDIKAN KARAKTER, HIPOTESIS SAPHIR-WHORF DAN BAHASA INTELEK DI MEDIA SOSIAL Fahmi Gunawan
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2014: Vol. 7 No. 1 Januari - Juli 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.240

Abstract

Bahasa menunjukkan bangsa. Melalui bahasa, kita dapatmengetahui budaya dan karakter masyarakat suatu bangsa.Melalui bahasa, kita dapat mengetahui pola fikir masyarakatsuatu bangsa. Artikel ini bertujuan untuk membahas refleksipenggunaan bahasa intelek di media sosial sebagai sebuahpendidikan karakter bagi masyarakat Indonesia. Bahasa intelekyang dimaksud adalah bahasa yang digunakan untuk sok cerdas,sok pintar, dan sok hebat yang dipopulerkan oleh Vicky Presetyo.Dengan menggunaan hipotesis Saphir-Whorf ditemukan bahwabentuk bahasa intelek yang digunakan di media sosial berupa (1)Penambahan sufiks–isasi pada nomina, (2) Penambahan sufiksismepada nomina, (3) Penambahan sufiks –isasi pada verba, (4)Pembalikan konstruksi frase nominal, (5) Penambahan prefiksmemper- pada adjektiva, (6) Penggunaan diksi tidak tepatsasaran. Penggunaan bahasa intelek ini merefleksikan budayamasyarakat Indonesia yang suka (1) berbelit-belit, (2)memutarbalikan fakta, dan (3) sok tahu segalanya. Melaluirefleksi budaya ini, kita dapat mengetahui pendidikan karakterapa saja yang secara implisit ada di dalam bahasa intelek.Pendidikan karakter yang dimaksud itu berupa (1) berkata jujurdan tidak neko-neko, (2) sportif, dan (3) terbuka.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Hipotesis Saphir-Whorf,Bahasa Intelek, dan Media Sosial.