Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENTINGNYA MEMBANGUN STAIN KENDARI SEBAGAI ORGANISASI BELAJAR Nurdin Karim
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6014.115 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.137

Abstract

Menjawab tantangan persaingan bisnis pada era globalisasidan liberalisasi, setiap perusahaan dituntut untuk memiliki keunggulankompetitif yang didukung intelegensi organisasi untuk mengelolapengetahuan melalui proses belajar berkelanjutan. Oleh karena itusejak diperkenalkan tahun 1990-an, organisasi belajar berperanmembekali organisasi perusahaan dengan basis pengetahuan dalamrangka memenangkan persaingan. Organisasi belajar sangatdiperlukan perusahaan terutama dalam menghadapi perubahanlingkungan yang sangat cepat, semakin meningkatnya ketidakpastian,persaingan ketat di antara pebisnis, globalisasi, tuntutan dan harapanhidup yang semakin tinggi dari berbagai pihak, tanggungjawab sosialperusahaan, dilema etika, serta munculnya kekuatan pengetahuanekonomi masyarakat dan organisasi.Ada beberapa pemikiran yang melatarbelakangi tulisan inidiantaranya adalah: Pertama sumber daya manusia adalah merupakanaset yang paling berharga dalam setiap organisasi baik profit maupunnon profit. Kedua di era globalisasi ini pengetahuan merupakaninstrumen utama keunggulan kompetitif yang dapat membuat suatuorganisasi bertahan dan berkembang. Hal ini bisa terjadi apabilaorganisasi tersebut terus menerus belajar mengembangkan diri, sertadapat berproduksi. Ketiga, Organisasi belajar telah berkembang luasdan memiliki kekuatan sebagai faktor kritik kinerja organisasi.Keempat, secara akademik studi-studi yang berkaitan dengan peranorganisasi belajar dalam meningkatkan kinerja organisasi masihkurang. Kelima, sebagain besar manajemen perusahaan profit maupunnon profit belum sepenuhnya menyadari arti pentingnya organisasibelajar, termasuk pada perguruan tinggi.Kata Kunci: Organisasi Belajar, Stain Kendari
PENDIDIKAN KARAKTER Nurdin Karim
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.195 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i1.120

Abstract

Permasalahan yang muncul dalam konteks kehidupan berbangsadan bernegara di Indonesia dan sangat membahayakan dalammembangun bangsa yang kuat, berdasarkan buku Desain IndukPembangunan Karakter bangsa (2010) dapat di identifikasi sebagaiberikut; (1), Disorientasi dan belum dihayatinya nilai-nilai Pancasilasebagai filosofi dan ideologi bangsa; (2), Keterbatasan perangkatkebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai esensi pancasila; (3),Bergesernya nilai-nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;(4), Memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa; (5),Ancaman disintegrasi bangsa; (6), Melemahnya kemandirian bangsa.Kondisi tersebut menumbuhkan kesadaran betapa mendesaknya agendauntuk melakukan terobosan guna membentuk dan membina karakterkepada generasi bangsa. Urgensi pendidikan karakter dikembangkankarena, salah satu bidang pembangunan nasional yang sangat pentingdan menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, danbernegara adalah pembangunan karakter bangsa.Ada beberapa alasan mendasar yang melatari pentingnyapembangunan karakter bangsa, baik secara filosofis, ideologis, normatif,historis maupun sosiokultural. Secara filosofis, pembangunan karakterbangsa merupakan sebuah kebutuhan asasi dalam proses berbangsakarena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jati diri yang kuatyang akan eksis. Secara ideologis, pembangunan karakter merupakanupaya mengejawantahkan ideologi Pancasila dalam kehidupanberbangsa dan bernegara. Secara normatif, pembangunan karakterbangsa merupakan wujud nyata langkah mencapai tujuan negara, yaitumelindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahIndonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupanbangsa; ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Secara historis, pembangunankarakter bangsa merupakan sebuah dinamika inti proses kebangsaanyang terjadi tanpa henti dalam kurun sejarah, baik pada zamanpenjajahan maupun pada zaman kemerdekaan. Secara sosiokultural,pembangunan karakter bangsa merupakan suatu keharusan dari suatubangsa yang multikultural.Kata kunci: pendidikan, karakter, dan bangsa
Urgensi Bimbingan dan Konseling Bagi Wanita Manopause (Kajian Psikologi Islam) Nurdin Karim
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3186.415 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i2.107

Abstract

Persoalan Manopause dialami oleh setiap wanita normal. persoalan Manopause berkaitan dengan dua hal, fisik dan psikologis. karenanya sangat diperlukan pengkajian dari berbagai sudut pandang yang bertujuan untuk mendapatkan solusi dalam menangani problema wanita Manopause. tulisan ini mencoba menelaah konsep bimbingan dan konseling islam yang berkaitan dengan persoalan psikologis wanita Manopause. dalam konteks bimbingan dan konseling Islam seorang wanita Manopause diajak untuk merenungkan dirinya sebagai khalifah Allah di muka bumi. Alasan pertama karena menunjukkan kelemahan, keterbatasan serta ketergantungan manusia kepada yang lain sehingga setiap manusia potensi untuk mempuanyai masalah, sedangkan kedua menunjukkan kebebasan manusia sekaligus besarnya tanggungjawab yang dipikul dalam kehidupannya dimuka bumi.
NILAI-NILAI PEMBANGUN KARAKTER (STUDI DI SDIT AL-QALAM KENDARI TAHUN 2013) Nurdin Karim
Al-MUNZIR No 2 (2013): Vol. 6 No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.208 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i2.257

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter dewasa ini merupakansalah satu tema manarik, terutama dalam duniapendidikan. Berbagai macam permasalahan yangtimbul dalam masyarakat terutama yang berkaitandengan sikap, mental dan perilaku manusia tidakterlepas dari persoalan karakter. Menyoal tentangkarakter tentu saja objek utamanya adalah manusia.Manusia adalah sebagai subjek sekaligus menjadiobjek. Ketika manusia menjadi subjek makamanusialah yang menjadi pembentuk karakter.Karakter manusia secara garis besar dapat dibentukoleh pendidikan dan lingkungan. Pendidikan danlingkungan sangat berperan besar terhadappembentukan karakter, baik pendidikan formalmaupun non formal. Sekolah merupakan lembagapendidikan yang diharapkan dapat membentukkarakter peserta didik melalui pembelajaran agamamaupun pendidikan moral. Demikian juga denganpendidikan non formal dan lingkungan.Peran orang tuadi rumah merupakan pendidikan pertama dan utamayang diperoleh anak sejak dia lahir. Oleh karena itutulisan ini akan menjelaskan nilai-nilai pembangunkarakter yang dibangun oleh sekolah dan lingkunganpeserta didik.Kata Kunci: agama, lingkungan, karakter
Dakwah Melalui Pendekatan Pendidikan Life Skill: Upaya Pengentasan Pengangguran Remaja di Kelurahan Watubangga Kota Kendari Nurdin Karim
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol. 9, No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.402 KB) | DOI: 10.31332/ai.v9i2.160

Abstract

Dakwah adalah aktivitas dinamis yang harus mampu memberikan jawabanterhadap setiap perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.Corak danbentuk dakwah dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan segala perubahan danperkembangan masyarakat.Banyak di antara perubahan dan perkembanganmasyarakat merupakan hal-hal yang sama sekali baru dan tidak memilikipreseden di masa lalu. Hal yang baru dimaksud berkenaan dengan pola pikir, polahidup dan perilaku masyarakat. Dakwah akan selalu bersentuhan dengankehidupan masyarakat, sebab eksistensi dakwah Islam senantiasa bersentuhan danbergelut dengan realitas yang mengintarinya. Pengangguran adalah salah satubentuk realitas kehidupan yang senantias mengancam tatanan dan nilai-nilaikehidupan individu dan masyarakat. Sadar atau tidak sadar, pengangguranterutama kaum remaja yang masih dalam usia produktif telah berdampak burukdalam kehidupan. Segala bentuk penyakit social kemasyaratkatan sepertipencurian, perjudian, minuman keras, kekerasan, pembunuhan dan narkoba tidaklepas sebagian diakibatkan oleh pengangguran. Pendekatan dakwah melaluipendidikan life skill development adalah salah satu bentuk solusi yang ditawarkandakwah untuk menjadi penguatan kemandirian remaja dalam berkarya danmenata masa depan.Kata Kunci: Dakwah, Life Skill, Pengangguran
Studi Etnografi : Etos Kerja Dosen STAIN Kendari Nurdin Karim
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 8, No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.782 KB) | DOI: 10.31332/ai.v8i2.175

Abstract

Etos kerja merupakan watak khas dalam bekerja yang dimiliki oleh sesuatudengan istilah kelompok masyarakat atau orang. Setiap pekerjaan memilikiindikator yang berbeda dalam menentukan derajat etos kerja yang optimal.Pekerjaan yang berhasil dilaksanakan dan mencapai target yang diharapkanmerupakan cerminan bahwa pekerjanya telah memiliki etos kerja yang baik.Dosen merupakan suatu profesi yang dituntut untuk tidak hanya dilaksanakandengan bekerja keras namun juga berpikir cerdas dan memiliki kompetensi yangmemadai seperti yang diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005tentang Guru dan Dosen.Tuntutan akan tingginya etos kerja dosen dalammenjalankan pekerjaannya merupakan suatu keniscayaan, mengingat ujungtombak segala kegiatan akademik di perguruan tinggi adalah dosen, meskipunbukan satu-satunya determinan utama. Dosen yang berkecimpun dalam duniaperguruan tinggi memiliki kultur akademik yang dinamis. Kultur tersebuttercermin dalam tri dharma perguruan tinggi yang meliputi tiga aspek yaitu;pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat. Ketigaaspek tersebut merupakan bingkai perilaku akademik yang harus diwujudkandosen dalam menjalankan tugas profesinya sebagai ilmuan, peneliti, danmengabdikan ilmu tersebutdalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untukmenjelaskan etos kerja dosen STAIN Sultan Qaimuddin Kendari melaluipendekatan “etnografi”.Kata kunci: Etos kerja, dosen, etnografi