Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANAN KELUARGA DALAM PENINGKATAN SUMBERDAYA MANUSIA (ANALISIS FILSAFAT POBINCI-BINCIKI KULI) Mahrudin Mahrudin
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3300.933 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i1.101

Abstract

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi seseorang. Pendidikan dalam keluarga sangat berperan dalam mengembangkan watak, kepribadian, nilai-nilai budaya, nilai-nilai keagamaan dan moral, serta keterampilan sederhana. Pendidikan dalam konteks ini mempunyai arti budaya, yaitu proses sosialisasi dan enkulturasi secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk membimbing anak agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak luhur, tangguh mandiri, kreatif, inovatif, beretos kerja, setia kawan, peduli akan lingkungan dan lain sebagainya. Untuk 1tu falsafah "pobinci-binciki kuli" pada rnasa Kesultanan Buton dapat dijadikan acuan dalam kehidupan keseharian.Kata Kunci: Keluarga, Sumber Daya Manusia
INTEGRASI SOSIAL DAN BUDAYA ANTAR SUKU PENGEMBARA LAUT DAN MASYARAKAT PESISIR SUKU BUTON (Studi Kasus Di Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton) Mahrudin Mahrudin
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 8, No. 1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.743 KB) | DOI: 10.31332/ai.v8i1.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi sosial dan budayaantar Suku Pengembara Laut (Suku Bajo) dengan Masyarakat Pesisir SukuButon. Integrasi sosial dan budaya yang dimaksud adalah adanyakerjasama dari seluruh anggota masyarakat, mulai dari individu, keluarga,lembaga-lembaga dan masyarakat secara keseluruhan. Sehinggamenghasilkan persenyawaan-persenyawaan, berupa adanya konsensusnilai-nilai yang sama dijunjung tinggi. Metode penelitian yang digunakanadalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitiandeskriptif. Cara pengumpulan data melalui observasi, wawancara dandokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara ke dua sukuini terbentuk karena bererapa faktor yaitu Terjadinya Perkawinancampuran, Integrasi Atas Dasar Ketergantungan Ekonomi, dan AdanyaRasa Toleransi. Selain beberapa faktor di atas, integrasi antara sukupengembara laut dengan masyarakat pesisir suku buton di kecamatantalaga raya di dorong pula oleh faktor Bahasa, Adat Istiadat dan tradisikeagamaan.Untuk menciptakan kuatnya integrasi Suku Bajo dan MasyarakatPesisir Suku Buton, maka pemerintah daerah bersama aparat pemerintah ditingkat Kecamatan Talaga Raya dapat melibatkan suku bajo dalam prosespembangunan, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan demikianperilaku kebersamaan yang telah ada dapat dipertahankan sehingga konflik antara etnis yang terjadi di tempat lain tidak terjadi di Kecamatan Talaga Raya.Kata Kunci : Integrasi, Sosial, Budaya