Ety Nur Inah
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Aqidah Akhlaq Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Siswa Mts.S Al-Alim Maligano Ety Nur Inah; Martiani Martiani
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.472 KB) | DOI: 10.31332/str.v22i2.490

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes Aqidah Akhlaq through the implementation of cooperative learning model Think Pair Share (TPS) class VIII MTs.S Al-Alim Maligano. This type of research is the Classroom Action Research (PTK) is the implementation of the action research / treatment directly by using learning model, in this study using a pair of cooperative learning model Think Share (TPS). This learning model consists of three phases the first phase Think (think), the second phase Pair (pairs) and Phase Sharing (sharing). Thinking phase, the research object is a class VIII student MTs.S Al-Alim Maligano. Techniques of data collection is done by observation sheets, test and documentation and data analysis techniques. The results obtained after conducting research that is: the first cycle of daily student test scores ranged from 75-90 with an average value of 73.29 grade students completed as many as 26, An increase in value of 19.3% of students in accordance KKM is 75. In cycle II daily student test scores ranged from 75-99 with an average value of 84.76 class with an average increase of 11.7 class so as to increase the percentage of 88.23% compared to the first cycle second cycle increased total of 30 out of 34 students have already reached 75 KKM limit of 80% of the planned target.Keywords: Cooperative type Think Pair Share (TPS), learning outcomes
PERAN KOMUNIKASI DALAM INTERAKSI GURU DAN SISWA Ety Nur Inah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol 8, No 2 (2015): Vol. 8. No. 2, Juli - Desember 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.416

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial dan hidup berkelompok dalam kehidupansehari-hari, tentu tidak luput dari interaksi atau komunikasi. Komunikasiadalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atauaudiens baik itu dalam bentuk simbol, lambang dengan harapan bisamembawa atau memahamkan pesan itu kepada peserta didik (siswa) jika dikelas atau pada masyarakat serta berusaha mengubah sikap dan tingkahlaku. Dalam dunia pendidikan proses pembelajaran akan efektif, jikakomunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa terjadi secara intensif.Dalam pembelajaran di dalam kelas, proses komunikasi akan berlangsungbaik antara guru ke siswa dalam hal ini, peserta didik atau sebaliknya antarapeserta didik dengan guru atau pendidik di mana materi pembelajaranmerupakan pesan dalam proses komunikas pembelajaran yang seringdipandang sebagai jantung atau inti kegiatan pembelajaran. Dalamkomunikasi pembelajaran inilah terjadi Intraksi edukatif yang berlangsungdalam bentuk pertukaran pesan yang tidak lain adalah materi pembelajaran.Dalam konteks komunikasi pembelajaran Guru ditempatkan dalam posisisebagai komunikator oleh karena tugas dan peran guru sebagai pemimpinpembelajaran memposisikan menjadi komunikator sedangkan siswaditempat sebagai komunikan atau peserta didik. Guru harus mampumenguasai pola interaksi dan teknik komunikasi yang baik dalam prosespembelajaran. Interaksi dalam pembelajaran lebih dikenal dengan istilahinteraksi edukatif. Interaksi edukatif secara spesifik merupakan proses atauinteraksi belajar mengajar memiliki ciri-ciri khusus yang membedakandengan bentuk interaksi lain. Ciri-ciri Interaksi Belajar Mengajar tersebutyaitu interaksi belajar-mengajar memiliki tujuan, ada suatu Prosedur(jalannya inetraksi) yang terencana, interaksi belajar mengajar di tandaidengan suatu penggarapan materi yang khusus, ditandai dengan adanyaaktivitas siswa, dalam interaksi belajar mengajar guru berperan sebagaipembimbing, di dalam interaksi belajar mengajar membutuhkan disiplin,dan ada batas waktu.Kata Kunci : Komunikasi, Interaksi , Guru dan Siswa
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA MADRASAH TSANAWIYAH TRIDANA MULYA KECAMATAN LANDONO KABUPATEN KONAWE SELATAN Ety Nur Inah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol 9, No 2 (2016): Vol. 9 No. 2 Juli-Desember 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.519

Abstract

Kepemimpinan seorang kepala sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara dalam kegiatan mempengaruhi atau memberi motivasi bawahan agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah terdapat pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan pola komunikasi interpersonal kepala madrasah Tridana Mulya Kecamatan Landono.  Sumber data dalam penelitian adalah guru dan kepala madrasah Tridana Mulya Kecamatan Landono. Hasil penelitian: 1) Pola komunikasi yang digunakan kepala Madrasah Tsanawiyah Tridana Mulya Kecamatan Landono adalah pola komunikasi linear, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh kepala madrasah dengan cara memposisikan dirinya setara/ sederajat dengan guru. Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh Kepala Madrasah dapat melalui bahasa lisan, seperti menyapa, bercerita, atau memberikan instruksi langsung kepada guru. Bentuk lain komunikasi interperosnal kepala madrasah adalah dengan melalui bahsa tubuh, seperti senyum, merangkul, dan bersalaman dengan guru. 2) Faktor pendukung komunikasi interpersonal kepala Madrasah Tsanawiyah Tridana Mulya Kecamatan Landono adalah: a) Iklim komunikasi yang baik antara kepala madrasah dengan guru, b) Media komunikasi sudah tersedia/ handphone, dan c) Loyalitas dan dedikasi dari masing-masing guru. 3) Faktor  penghambat komunikasi interpersonal kepala sekolah dan guru adalah masing-masing guru sulit menentukan waktu yang pas untuk menentukan waktu pelaksanaan komunikasi interpersonal. Kata Kunci : Kepemimpinan, Komunikasi Interpersonal