Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepala Sekolah Dan Kualitas Sikap pada Tugas Jabal Nur
Shautut Tarbiyah Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/str.v24i2.1172

Abstract

Abstrak            Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah.  Dalam pengembangan lembaga pendidikan  dibutuhkan seorang pemimpin sebagai pemegang tanggung jawab utama,  pemimpin pendidikan adalah orang yang penuh  dengan kegiatan (aktif), hampir seluruh kegiataannya adalah mengambil keputusan yang semuanya dilakukan dalam rangkaian pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tuntutan profesionalitas kerja menjadi  salah satu  barometer keberhasilan dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya, selain itu  dibutuhkan pula penguasaan ilmu  pengetahuan  dan  kemampuan manajemen. Pengetahuan mengenai suatu obyek tidak sama dengan sikap  terhadap objek itu. Pengetahuan saja belum menjadi penggerak, seperti halnya pada sikap, pengetahuan mengenai subyek baru menjadi attitude terhadap subyek tersebut apabila pengetahuan itu disertai dengan kesiapan untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan terhadap suatu obyek. Untuk itu kepala sekolah harus mampu mengarahkan dan mengkoordinir segala kegiatan yang ada sehingga memudahkan melaksanakan tugas-tugas yang ada dalam pendidikan yang salah satunya adalah menyusun program-program yang ada di sekolah karena kepala sekolah berperan penuh terhadap seluruh kegiatan/aktifitas yang dilakukan di dalam sekolah. ada tiga jenis ketrampilan pokok yang harus dimiliki oleh kepala sekolah sebagai pemimpin, pendidikan yaitu ketrampilan teknis (technical skill), ketrampilan berkomunikasi (human relations skill) dan ketrampilan konseptual (conceptual skill). Kata kunci: Sikap , Profesional, dan TugasAbstract            The principal is an education leader who has a very large role in developing the quality of education in schools. In the development of educational institutions, it takes a leader as the main holder of responsibility, education leaders are people who are full of activities (active), almost all of their activities are to make decisions that are all carried out in a series of goals that have been previously set. The demands of work professionalism are one of the barometers of success in carrying out their leadership duties, in addition to that, mastery of knowledge and management capabilities is also needed. Knowledge of an object is not the same as attitude towards that object. Knowledge alone has not become a driver, as in attitude, knowledge about new subjects becomes attitude towards the subject if that knowledge is accompanied by readiness to act in accordance with the knowledge of an object. For this reason, the principal must be able to direct and coordinate all existing activities so that it is easier to carry out the tasks in education, one of which is to arrange programs in the school because the principal has a full role in all activities / activities carried out in the school. . there are three types of basic skills that must be owned by the principal as a leader, education namely technical skills, communication skills (human relations skills) and conceptual skills. Keywords: Attitudes, Professionals, and Tasks
Analisis UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan Kode Etik IAIN Kendari Terhadap Aksi Demonstrasi Tahun 2017-2019 di IAIN Kendari Muh Safar Wahud; Jabal Nur
QAIMUDDIN: Journal of Constitutional Law Review Vol. 1 No. 2 (2021): Qaimuddin: Journal of Constitutional Law Review
Publisher : Institut Agama Islam (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/qjclr.v1i2.3440

Abstract

Demonstrasi di IAIN Kendari rentang tahun 2017-2019 sering kali terjadi aksi-aksi dikampus dari aksi-aksi itu ada yang anarkis dan ada yang tidak anarkis berdasarkan fakta itu sehingga peneliti ingin melakukan penelitian tentang Analisis UU. Nomor 9 Tahun 1998 tentang Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan Kode Etik IAIN Kendari Terhadap Aksi Demonstrasi Tahun 2017-2019 di IAIN Kendari dengan Rumusan masalah sebagai berikut 1) Bagaimana aksi demontrasi yang terjadi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari? 2) Bagaimana prosedur demonstrasi berdasarkan UU. Nomor 9 tahun 1998 terhadap aksi demontrasi yang terjadi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari? 3) Bagaimana penerapan  kode etik dan tata tertib IAIN Kendari tehadap aksi demontrasi yang terjadi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksi demonstrasi yang terjadi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, mengetahui prosedur demonstrasi berdasarkan UU. Nomor 9 tahun 1998 terhadap aksi demontrasi yang terjadi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, dan mengetahui penerapan  kode etik dan tata tertib IAIN Kendari tehadap aksi demontrasi yang terjadi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, waktu dan tempat penelitian, pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan hukum, pisikologis dan sosiologis. Sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data yaitu dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data dianalisis menggunakan analisis data model Miles dan Huberman, dan teknik pengujian keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Telah terjadi beberapa kali aksi demonstrasi di IAIN Kendari selama rentang waktu 2017-2019 ada yang anarkis dan ada yang tidak anarkis. 2) Aksi demonstrasi yang terjadi di IAIN Kendari, pada dasarnya sudah mengikuti aturan yang sesuai dengan UU. Nomor 9 tahun 1998, Namun, ada juga demonstran yang melakukan aksi demonstrasi  secara anarkis, sehingga merugikan pihak kampus. 3) Penerapan Kode Etik dan Tata tertib IAIN Kendari terhadap aksi demonstrasi telah dilaksanakan berupa surat teguran dan skorsing sehingga memiliki efek jera terhadap yang melanggarnya. Kode etik tersebut tertuang dalam beberapa lembaran yang dibagikan di setiap prodi.Kata Kunci: Demonstrasi; Kode etik; UU. Nomor 9 tahun 1998