Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hak Azasi Manuasi, Penyimpangan Fitrah Manusia Hasan Basri
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2530.615 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.139

Abstract

Propaganda HAM terus mengalir ke seluruh negeri dan semakindigencarkan oleh negara-negara penyokong ideologi kapitalismesekular,termasuk Indonesia telah memasukkan masalah HAM inidalam konstitusi negara (UUD 1945, khususnya hasil amandemen).Untuk memudahkan penerimaan HAM bagi negara-negaraberkembang, maka isu HAM berusaha diterjemahkan dalam kontekslokal, bahkan dalam konteks agama. Tidak jarang umat Islam begitulatah mengatakan bahwa HAM yang ruhnya adalah liberalisme adadalam Islam. HAM bersumber dari filsafat liberalisme yangindividualistik. Liberalisme dan individualisme sama-samamenjadikan manusia sebagai pusat perhatian (antroposentris). Dengandemikian, konsep HAM telah menuhankan manusia danmemanusiakan Tuhan. Konsep ini secara langsung berlawanandengan prinsip dasar hukum dalam Islam, yang hanya menjadikanTuhan sebagai syri’ (QS. al-An’m [6]: 57). Konsep HAM tidak sajabertentangan dengan Islam, tetapi justru bertentangan dengan fitrahmanusia.Kata Kunci: HAM, kebebasan, fitrah
PANDANGAN ISLAM TERHADAP SISTEM DEMOKRASI Hasan Basri
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.246 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i1.230

Abstract

Abstrak: Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang berasaskan kedaulatan rakyat. Asas yang mendasarinya adalah pemisahan agama dari kehidupan (secular). Dalam demokrasi rakyatlah yang memegang kekuasaan tertinggi, baik untuk memilih aturan apa yang akan diterapkan, siapa penguasa yang akan berkuasa atas mereka maupun memilih apa yang dianggap bermanfaat bagi mereka. Sementara dalam Islam, kedaulatan atau kekuasaan tertinggi bukan di tangan rakyat, tetapi di tangan syara’. Islam menetapkan bahwa syara’ atau syariat yang bersumber dari Allah swt. merupakan aturan yang harus dijalankan oleh penguasa yang dipilih oleh rakyat. Syara’lah satu-satunya yang menentukan apa yang harus diterapkan, menetapkan baik-buruk, halal-haram, termasuk kriteria dan tata cara pemilihan penguasa.Dengan demikian, nyata bahwa demokrasi bertentangan dengan aqidah Islam. Karena itu, bagi umat Islam, demokrasi adalah sistem kufr, haram mengambil, menerapkan dan menyebarluaskannya.Kata kunci: demokrasi, kedaulatan rakyat.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM DAKWAH Hasan Basri
Al-MUNZIR No 2 (2013): Vol. 6 No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.715 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i2.255

Abstract

Abstrak: Jika inti manajemen adalah kepemimpinan,dan inti kepemimpinan adalah human relations, makainti human relations adalah men, yakni manusia-manusiayang berkualitas tinggi. Dalam menjalankan aktivitasdakwah berjamaah, maka sumber daya dai adalah palingmenentukan keberhasilan dakwah.Dai yang berkualitas adalah dai yang memiliki sejumlahkarakter yang menunjukkan bahwa dirinya memilikikepribadian Islam, yakni pemikiran dan kejiwaan yangmenjadikan Islam yang didakwahkan itu sebagai satusatunyastandar.Untuk membina dai yang memiliki kepribadian Islam,tidak cukup dengan melakukan training, atau upgradingdai saja. Pembinaan yang sangat menentukan adalahmelalui pembinaan halqah. Dalam pembinaan modelhalqah akan terjadi proses talaqqiyan fikriyan danperolehan ṡaqafah Islam untuk dipahami, diyakini dandiamalkan.Kata Kunci: pembinaan dai, kepribadian Islam, halqah
DAKWAH DI PENTAS DEMOKRASI Hasan Basri
Al-MUNZIR No 1 (2014): Vol. 7 No. 1 Mei 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.652 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i1.269

Abstract

Abstrak: Dakwah merupakan upaya mengajak kepadaIslam dan melaksanakan ajaran Islam. Dakwah adalahamalan yang meskipun tertinggi nilainya, tetapi sangatberat karena tujuannya adalah mengubah kondisi yangtidak islami menjadi islami. Sehingga sedikit umat Islamyang sanggup memikul tugas mulia tersebut. Dari jumlahyang sedikit itu, ada yang melakukannya sekedarberdakwah, tanpa memperhatikan metode, cara dansarana yang digunakan apakah sesuai dengan misidakwah atau justru bertolak belakang. Salah satu yangmarak dilakukan akhir-akhir ini adalah dakwah politikdengan menggunakan jalan demokrasi. Harapannya,setelah memperoleh kursi diparlemen atau kursikekuasaan, mereka akan mengubah sistem menjadi Islamdari dalam. Padahal, demokrasi merupakan sistempemerintahan yang berasaskan kedaulatan rakyat.Aqidah yang mendasarinya adalah pemisahan agamadari kehidupan (secular). Dalam demokrasi rakyatlahyang memegang kekuasaan tertinggi, baik untukmemilih aturan apa yang akan diterapkan, siapapenguasa yang akan berkuasa atas mereka maupunmemilih apa yang dianggap bermanfaat bagi mereka.Sementara dalam Islam, kedaulatan atau kekuasaantertinggi bukan di tangan rakyat, tetapi di tangan syara’.Kata kunci: demokrasi, kedaulatan rakyat.