Stefanus Stefanus
Masyarakat Arkeologi Maritim Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENTENG PORTUGIS UJUNG WATU, JEPARA: HUBUNGAN KEKUATAN MARITIM NUSANTARA Stefanus Stefanus; Lucas Partanda Koestoro
Berkala Arkeologi Sangkhakala Vol 21 No 1 (2018)
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.11 KB) | DOI: 10.24832/bas.v21i1.325

Abstract

Paper ini mengetengahkan keberadaan bangunan yang disebut Benteng Portugis di Ujung Watu Jepara dalam hubungannya dengan lansekap kultural di wilayah Pesisir Utara Jawa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ke-lisanan yang berkembang didaerah tersebut terhadap persitiwa terkait keberadaan bangunan benteng. Metode yang dipergunakan adalah observasi langsung di lapangan, live in dan studi kepustakaan. Hasil penelitian memberikan gambaran berdasar rekonstruksi sumber-sumber tertulis bahwa bangunan yang diyakini dibangun oleh Portugis antara tahun 1632-1635 mengacu perjanjian Kesultanan Mataran dengan Portugis dalam menghalau penetrasi VOC. Pada akhirnya aliansi Mataram-Portugis juga dapat dikalahkan oleh VOC. Portugis terusir dari wilayah Barat Nusantara dan Kesultanan Mataram kehilangan kendali atas Laut Jawa dan Pesisir Utara Jawa. Hal ini membuat Kesultanan Mataram kemudian cenderung beralih pada ideologi agraris konservatif, sedangkan Portugis mengalihkan perhatiannya di daerah Timor dan, VOC menjadi pihak yang menghegemoni atas Pesisir Utara Jawa dan Laut Jawa sebagai penghubung yang strategis. Hal ini kemudian melahirkan narasi lisan terkait dengan peristiwa yang terjadi seputar bangunan banteng tersebut, baik narasi yang dilahirkan oleh pihak yang resisten maupun narasi yang dilahirkan oleh pihak yang dominan, yang telah membentuk sejarah Nusantara.