Perkembangan teknologi yang pesat meningkatkan kebutuhan akan komputasi berkinerja tinggi di berbagai bidang, seperti sains, rekayasa, dan analisis data. Peningkatan kinerja prosesor umumnya diikuti oleh kenaikan konsumsi daya dan suhu kerja, yang berpotensi menurunkan stabilitas, efisiensi, serta umur pakai sistem. Salah satu metode optimasi yang dapat dilakukan tanpa menambah kebutuhan daya adalah undervolting, yaitu penurunan tegangan kerja prosesor di bawah nilai standar pabrikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan undervolting pada prosesor AMD Ryzen 3 3250U serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja, konsumsi daya, dan karakteristik termal sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, diawali dengan pengukuran kondisi awal sebagai acuan sistem pada tegangan normal. Selanjutnya dilakukan penurunan tegangan secara bertahap sebesar 0,05 V dari nilai rata-rata awal 1,260 V sehingga diperoleh empat konfigurasi, yaitu 1,210 V, 1,160 V, 1,110 V, dan 1,060 V. Pengujian kinerja dilakukan menggunakan Cinebench R23 selama 30 menit untuk memperoleh data tegangan, daya, suhu, dan clockspeed, serta Blender sebagai representasi beban kerja nyata. Seluruh parameter diamati menggunakan HWiNFO dan dianalisis berdasarkan nilai minimum, rata-rata, dan maksimum. Hasil menunjukkan bahwa undervolting mampu menurunkan konsumsi daya dan suhu secara signifikan dengan penurunan kinerja yang minimal. Konfigurasi 1,060 V memberikan keseimbangan terbaik antara efisiensi daya, kestabilan termal, dan performa prosesor.