Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TECHNOPHOBIA, GENDER, KARAKTERISTIK PERSONAL TENAGA PENDIDIK AKUNTANSI (STUDI PADA TENAGA PENDIDIK AKUNTANSI SMU/SMK DI KOTA AMBON) Julie Theresya Pelamonia; Sally Paulina Sandanafu
JURNAL MANEKSI Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.556 KB) | DOI: 10.31959/jm.v6i2.10

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakter personal dan gender tenaga pendidik terhadap tingkat ketakutan terhadap teknologi computer (technophobia).         Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga pendidik tingkat SMU/SMK di kota Ambon sedangkan sampel yang diambil adalah tenaga pendidik yang mengampu mata pelajaran Akuntansi di SMU/SMK di kota Ambon.          Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis regressi berganda yang akan memberikan gambaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap technophobia tenaga pendidik akuntansi di kota Ambon.          Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel gender tidak memiliki hubungan signifikan  0.271 dengan nilai probabilitas 0.000 dan jika diukur dengan derajat signifikan yang digunakan adalah 0,05  maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan  atau tidak signifikan antara variable gender dengan Technophobia sehingga hipotesis yang diusulkan dalam penelitian ini ditolak. Sedangkan variable karakter personal memiliki hubungan signifikan 0.013 ≤ 0.05 sehingga karakter personal memiliki hubungan signifikan terhadap Technophobia sehingga hipotesis diterima.          Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di kota Ambon khususnya terkait peningkatan kualitas tenaga pendidik di daerah yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan bibit unggul yang mampu bersaing di dalam negeri maupun di luar negeri. 
TECHNOPHOBIA, GENDER, KARAKTERISTIK PERSONAL TENAGA PENDIDIK AKUNTANSI (STUDI PADA TENAGA PENDIDIK AKUNTANSI SMU/SMK DI KOTA AMBON) Julie Theresya Pelamonia; Sally Paulina Sandanafu
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.556 KB) | DOI: 10.31959/jm.v6i2.10

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakter personal dan gender tenaga pendidik terhadap tingkat ketakutan terhadap teknologi computer (technophobia).         Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga pendidik tingkat SMU/SMK di kota Ambon sedangkan sampel yang diambil adalah tenaga pendidik yang mengampu mata pelajaran Akuntansi di SMU/SMK di kota Ambon.          Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis regressi berganda yang akan memberikan gambaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap technophobia tenaga pendidik akuntansi di kota Ambon.          Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel gender tidak memiliki hubungan signifikan  0.271 dengan nilai probabilitas 0.000 dan jika diukur dengan derajat signifikan yang digunakan adalah 0,05  maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan  atau tidak signifikan antara variable gender dengan Technophobia sehingga hipotesis yang diusulkan dalam penelitian ini ditolak. Sedangkan variable karakter personal memiliki hubungan signifikan 0.013 ≤ 0.05 sehingga karakter personal memiliki hubungan signifikan terhadap Technophobia sehingga hipotesis diterima.          Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di kota Ambon khususnya terkait peningkatan kualitas tenaga pendidik di daerah yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan bibit unggul yang mampu bersaing di dalam negeri maupun di luar negeri. 
Analisis Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Independensi Auditor: (Studi Kasus Pada Mahasiswa Prodi D3 Akuntansi Politeknik Negeri Ambon) Dynne Andriany; Julie Theresya Pelamonia
Journal of Applied Accounting Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : ISAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaa.v5i1.1547

Abstract

This study aims to analyze accounting students' perceptions of auditor independence. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques were conducted through an open questionnaire given to 6b semester accounting students as respondents. Data were analyzed using coding techniques including open coding, axial coding, and selective coding. The results of the study indicate that students have a good understanding of auditor independence as a mental attitude that is free from influence, objective, honest, and impartial. Auditor independence is considered very important because it is the basis of public trust in financial reports. Student perceptions of the condition of auditor independence in Indonesia indicate that it is generally quite good, but still faces various challenges such as business pressure, conflicts of interest, and long-term relationships with clients. Factors that influence auditor independence include audit fees, client relationships, management pressure, and the provision of non-audit services. Auditor independence can result in decreased public trust, errors in decision-making, and financial losses for users of financial reports. This study also found that professional ethics and auditing learning on campus play an important role in shaping students' understanding of auditor independence. Therefore, ongoing efforts are needed to strengthen professional ethics, improve the quality of auditing education, and enforce regulations to maintain auditor independence in the future. Keywords: auditor independence, student perceptions