Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KAYU DALAM INDUSTRI KREATIF PATUNG KUDA DI YOGYAKARTA Nurjanah, Devy Ika
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 5 No 1 (2020): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.934 KB)

Abstract

Atmosfer seni dan budaya yang telah mengakar di masyarakat Yogyakarta secara tidak langsung mendorong pertumbuhan berbagai industri kerajinan. Tanpa disadari pelaku ekonomi kreatif menggunakan konsep eco design yang sebenarnya tujuan utamanya adalah mengurangi biaya produksi, dengan menggunakan bahan limbah dan bahan alami agar lebih menguntungkan. Selain itu, produk yang mereka hasilkan bisa menjadi ciri khas daerah, sehingga sulit ditiru dan bisa bersaing di pasar luar negeri.   Ecodesign adalah pendekatan desain produk dengan pertimbangan khusus mengenai pengaruh lingkungan selama keseluruhan proses siklus hidup. Ada tiga prinsip Ecodesign ini yaitu: reduce, reuse, recycle. Produk ramah lingkungan harus benar-benar ramah lingkungan dalam tiga fase kehidupan,yaitu: pertama fase lahir, ketika di produksi tidak meninggalkan limbah berbahaya untuk lingkungan. Kedua fase kehidupan, saat ia hidup tidak membahayakan lingkungan sekitar termasuk penggunanya. Tahap ketiga saat mati, saat barang rusak / tidak bisa digunakan lagi, barang harus terurai atau tidak mencemari lingkungan sekitar. Kita juga harus mempertimbangkan siklus hidup produk agar tahan lama dan tidak mudah rusak, sehingga bisa dikategorikan sebagai produk ramah lingkungan. Seperti pada patung limbah kayu ini, karena kayu yang digunakan sebagian besar merupakan limbah dari akar kayu jati, maka tingkat keawetan nya tinggi. Semakin lama kayu jati bersifat semakin kuat.  
APLIKASI DRAWING REALISTIK MELALUI TEKNIK CUKIL DALAM KARYA SENI GRAFIS M. FADHLIL ABDI Nurjanah, Devy Ika; Basuki, Rochmat
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v14i2.4354

Abstract

The relief print technique is one of the 4 types of printmaking techniques (the categorization is based on the process of its creation, namely the relief print technique, intaglio, flat printing, and silkscreen printing). The character of the engraver in high printing techniques tends to be firm, masculine, rigid and difficult to achieve plasticity. This is because the matrix/cliché material used is usually hard. In addition, the tapping tool used is in the form of iron / steel metal with a blade formed arch, so that the resulting carved lines are wider and larger, and it is more difficult to make curved lines, small, thin (as thin as a pencil or pen scratch). However, in the printmaking work of M. Fadhlil Abdi was able to achieve a realistic form using the woodcut technique. Fadhlil is a painting artist from Palembang who is active in art and exhibits both at home and abroad. Fadhlil's paintings are more of a realistic portrait. The purpose of this study is to examine the electrical technique of the works of printmaking of M. Fadhlil Abdi. How Fadhlil applies realistic drawing is usually applied by drawing/painting directly on the canvas, but here using printmaking techniques that are relatively more difficult to be able to achieve characters with subtle light dark gradations. The method used in this study is descriptive qualitative using the phenomenological theory approach.
Gestur Tubuh Sebagai Ide Penciptaan Seni Grafis Utama, Whima Rahmat; Marianto, Martinus Dwi; Nurjanah, Devy Ika
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v1i2.8877

Abstract

Komunikasi merupakan bentuk interaksi yang dilakukan setiap orang pada aktivitas sehari-hari dan terkadang menemui perbedaan pendapat pada sebagian orang. Dalam setiap percakapan selalu diikuti dengan bentuk-bentuk gestur tubuh yang tak jarang seseorang tidak menyadari atau tidak memperhatikan bentuk gestur yang sedang dihadirkan. Penulis merasakan bahwa gestur tubuh yang sedang dihadirkan saat berinteraksi adalah sebuah kejujuran yang tanpa disadari merupakan pesan murni dari setiap orang. Dengan mengenali perilaku seseorang saat berinteraksi akan lebih menemukan sebuah kebenaran yang ada, tidak hanya menilai melalui percakapan yang terkadang masih memiliki sesuatu yang belum tentu nyata kebenarannya. Penulis menggambarkan dalam karya seni grafis bagaimana sebuah percakapan akan terasa lebih kuat kebenarannya tidak hanya melalui apa yang didengarkan namun juga dengan mengenali tanda-tanda dari gestur tubuh yang ikut hadir di dalamnya dengan menampilkan bentuk-bentuk gestur tubuh manusia dalam karya seni cetak tinggi (cetak cukilan kayu) pada jurnal ini.
EKSPLORASI TEKNIK GLUE PRINT DALAM SENI GRAFIS CETAK TINGGI Nurjanah, Devy Ika; Yusrrafinada, Abi
PRASI Vol. 20 No. 01 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i01.96623

Abstract

Seni cetak tinggi memerlukan pendekatan eksploratif yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi mediumnya, karena setiap teknik dan material dalam seni cetak grafis memiliki karakteristik unik yang dapat menghasilkan efek visual yang berbeda. Salah satu teknik yang dapat dieksplorasi dari segi bentuk dan karakteristiknya adalah teknik glue print, sebuah teknik cetak tinggi yang memanfaatkan lelehan lem untuk membentuk permukaan timbul pada matriks/klise cetak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan memahami karakteristik teknik glue print dalam seni cetak grafis, mewujudkan karya yang lebih eksploratif dengan teknik tersebut, serta menciptakan karya dengan karakteristik cetakan yang lebih kompleks. Metode yang digunakan adalah practice-led research, yaitu penelitian menghasilkan pemahaman baru yang diwujudkan melalui praktik menggunakan tahapan eksplorasi dan perancangan karya. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami proses kreatif secara langsung melalui praktik artistik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan wacana seni grafis kontemporer, memperkuat pemahaman tentang eksplorasi teknik alternatif dalam seni cetak grafis, serta menyediakan referensi metode baru bagi pendidik dan praktisi seni grafis dalam mengembangkan kompleksitas visual karya seni cetak grafis.
APLIKASI DRAWING REALISTIK MELALUI TEKNIK CUKIL DALAM KARYA SENI GRAFIS M. FADHLIL ABDI Nurjanah, Devy Ika; Basuki, Rochmat
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v14i2.4354

Abstract

The relief print technique is one of the 4 types of printmaking techniques (the categorization is based on the process of its creation, namely the relief print technique, intaglio, flat printing, and silkscreen printing). The character of the engraver in high printing techniques tends to be firm, masculine, rigid and difficult to achieve plasticity. This is because the matrix/cliché material used is usually hard. In addition, the tapping tool used is in the form of iron / steel metal with a blade formed arch, so that the resulting carved lines are wider and larger, and it is more difficult to make curved lines, small, thin (as thin as a pencil or pen scratch). However, in the printmaking work of M. Fadhlil Abdi was able to achieve a realistic form using the woodcut technique. Fadhlil is a painting artist from Palembang who is active in art and exhibits both at home and abroad. Fadhlil's paintings are more of a realistic portrait. The purpose of this study is to examine the electrical technique of the works of printmaking of M. Fadhlil Abdi. How Fadhlil applies realistic drawing is usually applied by drawing/painting directly on the canvas, but here using printmaking techniques that are relatively more difficult to be able to achieve characters with subtle light dark gradations. The method used in this study is descriptive qualitative using the phenomenological theory approach.
Optimalisasi Pembelajaran Seni Grafis bagi Guru Seni Budaya se-Kawedanan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah Devy Ika Nurjanah; Nizar Mohamad Afandi
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i1.4546

Abstract

Kelompok MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) seni budaya SMP se-Kawedanan Jatinom merupakan wadah para guru mata pelajaran seni budaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dalam kelompok ini dilatarbelakangi oleh guru-guru seni budaya dengan berbagai disiplin ilmu. Keterbatasan disiplin ilmu tentunya tidak seharusnya menjadi kendala dalam memberikan materi pembelajaran di kelas, apalagi dalam penyampaian materi pembelajaran seni grafis. Tujuan dari penelitian ini, mengoptimalkan kompetensi guru seni budaya di SMP se-Kawedanan Jatinom dalam mengajarkan materi seni grafis kepada siswa. Metode pencarian  data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, data diperoleh dengan cara  observasi langsung, dokumentasi, kuesioner, wawancara dengan informan. Subjek dari penelitian ini yaitu guru seni budaya SMP se-Kawedanan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah yang pernah atau sedang memberikan materi seni grafis di kelas IX semester II dengan latar belakang disiplin ilmu seni rupa. Luaran dari penelitian ini akan disusun buku bahan ajar seni grafis bagi guru seni budaya SMP. Dengan bahan ajar tersebut diharapkan para guru dapat menambah ilmu tentang seni grafis dan dapat dengan mudah diajarkan kepada siswa. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan seni grafis kepada guru dan siswa sejak dini, sehingga nantinya seni grafis lebih dikenal masyarakat luas.