Rini Sari
STIKes Karya Husada Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kehilangan pada Pasien HIV/AIDS di Poliklinik Care Support and Treatment (CST) RSUD Kabupaten Batang Rini Sari
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.211 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.97

Abstract

Data statistik kasus HIV/AIDS  di Indonesia sampai bulan September 2014 orang yang meninggal akibat HIV/AIDS sebanyak 9.796 orang. HIV/AIDS tidak hanya memberikan dampak psikologis yang besar bagi penderitanya. Pasien HIV/AIDS perubahan karakter psikososial yaitu : hidup dalam stres,  depresi,  merasa  kurangnya  dukungan  sosial,  dan perubahan  perilaku.  Tujuan  penelitia  ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kehilangan pada pasien HIV/AIDS di  Poliklinik  Care  Support  and  Treatment  (CST)  RSUD  Kabupaten  Batang.  Metode  :  desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah  pasien  HIV/IDS  di  poliklinik  CST     RSUD  Kabupaten  Batang  sebanyak  50  orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Analisa data  menggunakan  uji  chi  square.  Hasil  penelitian  dengan    analisa  univariat  diperoleh  86% responden  mendapatkan  dukungan  keluarga  yang  cukup  dan  60%  responden  melalui  tingkat kehilangan  yang  cukup.  Analisa  bivariat  dengan  chi  square  diperoleh  ρ  value  0,006  <  0,05. Kesimpulan penelitian ini  ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kehilangan pada pasien HIV/AIDS di Poliklinik Care Support and Treatment (CST) RSUD Kabupaten Batang. Saran untuk perawat adalah dapat memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS dengan melibatkan keluarga dalam pemberian konseling pada pasien HIV/AIDS sehingga keluarga dapat mengetahui pentingnya manfaat dukungan keluarga pada pasien HIV/AIDS.