Gandar Setiawan
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

WAYANG KLITHIK ROBOT Gandar Setiawan
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 3, No 2 (2014): NOVEMBER 2014
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.68 KB) | DOI: 10.24821/corak.v3i2.2351

Abstract

Wayang is a autentic culture from Indonesia. Wayang has many figure and character.It is main idea of this make the artwork. Inspiration of the artwork also from observation robotforms. Robot has the furious and futuristic form. Like the progression of technologi, form ofrobot also more experiencing form progression. Until now, form of robot still identic dan cannot losed from imajinative forms.This prossesing to make the artwork use created methode from Gustami, it is a threestages six steps creating craft artwork. First stage is eksploration consist of observation andfinding refference steps. Second stage is desaigning consist of making the sketch and makingthe gambar teknik or modeling steps. Third stage is forming consist of create artwork andfinished with value and evaluation steps.Result of visual form is a three dimension artwork with futuristic robot form. Visualform the artwork is a transformastion of futuristic wayang klithik with robot form. The puppetfigures are Wrekudara and Gatotkaca Combination form is a method for impression andaesthete value of the artwork. Keywords: puppet, wayang klithik, robot, Wrekudara, Gatotkaca  Wayang merupakan budaya asli dari Indonesia. Wayang memiliki berbagai macamtokoh dan karakter. Wayang menjadi ide utama penciptaan dalam penciptaan karya ini.Inspirasi karya juga muncul dari pengamatan bentuk-bentuk robot. Robot memiliki bentukyang variatif dan futuristik. Sesuai dengan perkembangan teknologi, bentuk robot jugamengalami perkembangan yang lebih bermacam-macam. Sampai saat ini, bentuk robot masihidentik dan tidak bisa lepas dari bentuk-bentuk imajinatif.Proses pembuatan karya seni ini menggunakan metode penciptaan dari Gustami, yaitumetode tiga tahap enam langkah dalam menciptakan karya seni kriya. Tahap pertama yaitueksplorasi yang meliputi langkah pengamatan dan pencarian sumber pustaka. Tahap keduamerupakan tahap perancangan yang terdiri dari langkah pembuatan beberapa sketsa danpembuatan gambar teknik ataupun model. Tahap yang ketiga yaitu tahap perwujudan yangterdiri langkah pengerjaan karya, dan diakhiri dengan penilaian juga evaluasi karya yang telahjadi.Bentuk visual yang dihasilkan yaitu karya seni tiga dimensi dengan bentuk futuristikmenyerupai robot. Bentuk visual karya merupakan penggabungan antara bentuk wayangklithik dengan bentuk robot. Tokoh wayang yang dibuat yaitu Wrekudara dan Gatotkaca.Perpaduan bentuk dilakukan sebagai cara untuk memberikan kesan dan nilai estetik padakarya.Kata kunci: wayang, wayang klithik, robot, Wrekudara, Gatotkaca
EVOLUSI ECO PRINT: PENGEMBANGAN DESAIN DAN MOTIF Gandar Setiawan; Eduardus Dandi Naga Kurnia
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 10, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v10i2.5638

Abstract

Eco print has more interesting values if the designs and motifs are developed. This has never been done, because in other studies, the focus is on materials and manufacturing techniques. This study aims to create eco print works with a new form. Creating eco prints with designs and motifs that are different from eco prints in general today. In addition, this research also aims to create innovative eco print works. Today's eco print works have a motif that is too simple. The form of the eco-printed motif does not yet have additional value. It's just a print of color pigment patches on leaf shapes. The method used is a practice-based research method. The results of this study are eco print designs and motifs, with different shapes from eco prints in general. This design can be used as a long cloth with various motifs, paintings, and other textile products. Eco print memiliki nilai-nilai yang lebih menarik jika jika dikembangkan desain dan motifnya. Hal ini belum pernah dilakukan. Pada penelitian yang lain, fokus pada bahan dan teknik pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan karya eco print dengan bentuk yang baru. Menciptakan eco print dengan desain dan motif yang berbeda dengan eco print pada umumnya. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membuat karya eco print yang inovatif. Karya-karya eco print pada masa kini memiliki bentuk motif yang terlalu sederhana. Bentuk motif hasil eco print belum memiliki tambahan nilai yang lebih. Hanya sekedar hasil cetak pigmen warna tempelan-tempelan bentuk daun. Metode yang digunakan adalah metode metode penelitian berbasis praktik. Hasil dari penelitian ini adalah desain dan motif eco print, dengan bentuk yang berbeda dengan eco print pada umumnya. desain ini bisa dijadikan kain panjang dengan berbagai motif, lukisan, dan produk tekstil lainnya. 
PENERAPAN UKIR TEMBAGA BODY BECAK Budi Hartono; Gandar Setiawan
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 10, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v10i1.5117

Abstract

The body of a typical becak in Yogyakarta, especially the becak section, is usually decorated with paintings of scenery or puppet figures, and so on. The existence of becak is gradually eroded by technological advances. Becak now look less attractive because some drivers change motorcycle engines to drive becak. The characteristic of becak as a vehicle that is used by human power, began to wear off. As a result, many becak in Yogyakarta are stuck in used goods collectors. Such conditions become a challenge in itself to revitalize it. The purpose of this research is to make innovations with copper media as an application of artistic appearance of rickshaw bodies, especially in the fender section by using carving techniques. The fender part is an important part of the rickshaw as a traditional vehicle, this part gives a strategic look because it is easy to see and its attractive shape makes it easier to respond to be more artistic as a becak decoration. This research method uses practice based research, while the result of this study is copper carving applied to the fender becak Copper carving technique has a special value for everyone who sees it. Copper has a distinctive and specific color as a metal material for each accompanying metal element.  Body becak khas Yogyakarta, terutama bagian slebor, biasanya dihiasi dengan lukisan pemandangan ataupun tokoh pewayangan, dan sebagainya. Keberadaan becak lambat laun tergerus oleh kemajuan teknologi. Penampilan becak sekarang kurang menarik karena sebagian pengemudi mengganti mesin motor untuk menggerakkan becak. Ciri khas becak sebagai kendaraan yang dikayuh memakai tenaga manusia, mulai luntur. Akibatnya, banyak becak di Yogyakarta teronggok di pengepul barang bekas. Kondisi demikian menjadi tantangan tersendiri untuk merevitalisasinya. Tujuan penelitian ini adalah membuat inovasi dengan media tembaga sebagai aplikasi tampilan artistik body becak, terutama di bagian sepatbor/spakbor dengan cara menggunakan teknik ukir. Bagian slebor adalah bagian penting dari becak sebagai kendaraan tradisional. Bagian ini memberikan tampilan yang strategis karena mudah dilihat dan bentuknya yang menarik, sehingga memudahkan untuk direspon menjadi lebih artistik sebagai dekorasi becak. Metode penelitian ini menggunakan metode practice based research, sedangkan hasil penelitian ini berupa ukiran tembaga yang diterapkan pada bagian spakbor becak.  Teknik ukir berbahan tembaga mempunyai nilai spesial bagi setiap orang yang melihatnya. Tembaga memiliki warna yang khas dan spesifik sebagai material logam untuk setiap elemen logam yang menyertainya. 
Wayang Klithik Robot Gandar Setiawan1
Wayang Nusantara: Journal of Puppetry Vol 2, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/wayang.v2i1.3000

Abstract

Wayang is a autentic culture from Indonesia. Wayang has many figure and character. It is main idea of this make the artwork. Inspiration of the artwork also from observation robot forms. Robot has the furious and futuristic form. Like the progression of technologi, form of robot also more experiencing form progression. Until now, form of robot still identic and can not losed from imajinative forms. This prossesing to make the artwork use created methode from Gustami, it is a three stages six steps creating craft artwork. First stage is eksploration consist of observation and finding refference steps. Second stage is desaigning consist of making the sketch and making the gambar teknik or modeling steps. Third stage is forming consist of create artwork and finished with value and evaluation steps. Result of visual form is a three dimension artwork with futuristic robot form. Visual form the artwork is a transformastion of futuristic wayang klithik with robot form. The puppet figures are Wrekudara and Gatotkaca Combination form is a method for impression and aesthete value of the artwork. Wayang merupakan budaya asli dari Indonesia. Wayang memiliki berbagai macam tokoh dan karakter. Wayang menjadi ide utama dalam penciptaan karya ini. Inspirasi karya juga muncul dari pengamatan bentuk-bentuk robot. Robot memiliki bentuk yang variatif dan futuristik. Sesuai dengan perkembangan teknologi, bentuk robot juga mengalami perkembangan yang lebih bermacam-macam. Sampai saat ini, bentuk robot masih identik dan tidak bisa lepas dari bentuk-bentuk imajinatif. Proses pembuatan karya seni ini menggunakan metode penciptaan dari Gustami, yaitu metode tiga tahap enam langkah dalam menciptakan karya seni kriya. Tahap pertama yaitu eksplorasi yang meliputi langkah pengamatan dan pencarian sumber pustaka. Tahap kedua merupakan tahap perancangan yang terdiri dari langkah pembuatan beberapa sketsa dan pembuatan gambar teknik ataupun model. Tahap yang ketiga yaitu tahap perwujudan yang terdiri langkah pengerjaan karya, dan diakhiri dengan penilaian juga evaluasi karya yang telah jadi. Bentuk visual yang dihasilkan yaitu karya seni tiga dimensi dengan bentuk futuristik menyerupai robot. Bentuk visual karya merupakan penggabungan antara bentuk wayang klithik dengan bentuk robot. Tokoh wayang yang dibuat yaitu Wrekudara dan Gatotkaca. Perpaduan bentuk dilakukan sebagai cara untuk memberikan kesan dan nilai estetik pada karya.
DESAIN KERAJINAN LINCAK BAMBU DI TIMBULHARJO SEWON BANTUL YOGYAKARTA Gandar Setiawan; Luthfiyya Dyah Rhainaratri; Muhammad Mahmudin
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v5i2.4275

Abstract

 Kalurahan Timbulharjo merupakan salah satu desa/ kalurahan yang berada di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, DIY. Lokasi desa ini tidak terlalu jauh dari kampus ISI Yogyakarta dan pusat kecamatan, kurang lebih 3 km jarak dengan Kantor Kelurahan Timbulharjo. Tempat penyuluhan berada di jarak 5 km dari ISI Yogyakarta dengan lokasi penyuluhan.Masyarakat perajin di Dusun Kowen Kalurahan Timbulharjo masih minim dengan pengetahuan desain. Mayoritas perajin berusia 40 tahun keatas, yang sebenarnya memerlukan regenerasi dalam meneruskan pembuatan lincak. Adanya masyarakat berusia muda akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan lincak di Dusun Kowen Timbulharjo.Tujuan penelitian adalah untuk membuat inovasi desain kaki lincak pada perajin bambu dalam rangka peningkatan kualitas desain dan nilai jualnya. Metode yang digunakan adalah observasi, pencarian ide, pembuatan desain, pembuatan produk, dan evaluasi. Harapan yang diperoleh adalah semakin meningkatnya desain sebagai pilihan produk lincak dan target penjualan dari perajin yang mulai menyasar di masyarakat kelas menengah.