Yeta Hendriwideta
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kewirausahaan Pangan Lokal Kabupaten Bekasi Yeta Hendriwideta
JURNAL PERTANIAN Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.928 KB) | DOI: 10.52643/jir.v10i1.352

Abstract

Tujuan penelitian adalah: (1) Mengidentifikasi faktor-faktor kewirausahaan pada pelaku usaha pengadaan dan penggunaan pangan lokal; (2) Memberikan informasi tentang pengembangan kewirausahaan dalam pengadaan serta penggunaan pangan lokal; (3) Meningkatkan pengetahuan berwirausaha pelaku usaha pangan lokal dalam pengolahan dengan memprioritaskan nilai tambah; (4) Menyusun strategi pengembangan kewirausahaan pelaku usaha pangan lokal di Kabupaten Bekasi. Tahap penelitian terdiri atas: (1) Tahap Persiapan meliputi pengerahan tenaga ahli, studi literatur, kajian kebijakan, penyempurnaan desain penelitian, penyusunan alat-alat pengumpulan data dan desain survei; (2) Tahap survei dan kajian awal dimulai dengan pemilihan objek survei, yaitu pengusaha dan kegiatan usaha pangan lokal. Survey dilakukan untuk mendapatkan data sekunder sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur terhadap pelaku usaha pangan lokal dan tokoh kunci pengambil kebijakan usaha pangan lokal; (3) Analisis data yang meliputi: (a) Perkembangan unit usaha produksi makanan lokal atau kewirausahaan pada kelompok UMKM secara deskriptif; (b) Perkembangan sikap wirausaha dengan mengolah berbagai produk dari bahan baku lokal yang dianalisis secara deskriptif; (c) Pola penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pengolahan berbahan baku lokal menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis terhadap lingkungan internal usaha pangan lokal memperoleh nilai 0,10 sedangkan hasil analisis terhadap lingkungan eksternal usaha pangan lokal memperoleh nilai 0,12. Nilai tersebut masih berada pada titik yang memiliki peluang, walaupun relatif rendah. Posisi usaha pangan lokal berada dalam kuadran I, di mana terletak pada posisi peluang dan kekuatan. Strategi yang dapat diterapkan pada kondisi kewirausahaan pangan lokal yang berada pada Kuadran I adalah Strategi Agresif.  Pada Strategi Agresif ini diupayakan menggunakan kekuatan untuk menangkap peluang. Kata kunci: Kewirausahaan, Pangan lokal, Kabupaten Bekasi 
IDENTIFIKASI PANGAN LOKAL Di KABUPATEN BEKASI Yeta Hendriwideta
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.887 KB) | DOI: 10.52643/jir.v9i2.289

Abstract

Penelitian ini menggali potensi Kabupaten Bekasi dalam olahan pangan lokal, selain  juga mengkaji kecenderungan perkembangan olahan pangan lokal dan upayanya meningkatkan kualitas dan citranya. Sehingga dapat dilakukan perencanaan, penelaah dalam pengambilan kebijakan terkait potensinya di Kabupaten Bekasi. Kajian ini untuk melakukan pendataan potensi pangan lokal dan olahan pangan lokal di Kabupaten Bekasi.Lokasi kegiatan di kecamatan yang memiliki potensi budidaya pangan lokal. Dengan pengumpulan data menggunakan “metoda survei  (data sekunder (pustaka) dan data primer (wawancara, kuesioner, pengamatan langsung ke lokasi  pelaku usaha di Kabupaten Bekasi). dilakukan dengan teknik purposive. Menggunakan informan di bidang ketahanan pangan, pelaku usaha pangan lokal, aparat pemerintah desa, anggota dan pengurus KWT (Kelompok Wanita Tani) Kabupaten Bekasi. Setelah data terkumpul kemudian ditabulasikan berdasarkan tipologi masing-masing program/kebijakan dan dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukan bahan pangan lokal yang berpotensi di Kabupaten Bekasi untuk meningkatkan skor PPH adalah : ganyong, kacang tanah, singkong, kacang hijau, bayam, pisang dan katuk. Namun Kegiatan usaha budidaya pangan lokal masih dilakukan secara konvensional. Demikian pula penyebarluasan dan informasi pangan lokal yang dikelola oleh masyarakat belum merata. Kata kunci: Identifikasi, pangan lokal, pangan olahan, Kabupaten Bekasi