Ivada Ariyani
Program Studi Desain Interior ISI Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyesuaian Setting Ruang Untuk Bekerja Dari Rumah pada Masa Pandemi Covid-19 Ivada Ariyani
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i1.4905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan penyesuaian yang dilakukan terhadap setting ruang di dalam rumah untuk mengakomodasi kebutuhan Bekerja Dari Rumah (BDR), serta untuk mengetahui setting ruang seperti apa yang mampu mengakomodir kegiatan BDR dengan optimal di situasi darurat. Penelitian kualitatif ini dilakukan terhadap para pekerja white collar yang sebelumnya bekerja secara normal di kantor konvensional yang karena kebijakan BDR harus bekerja dari rumah. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode photovoice, yaitu sebuah pendekatan yang melibatkan fotografi dan kegiatan partisipatori. Penelitian kualitatif ini telah mampu menjawab pertanyaan penelitian tentang bagaimana penyesuaian yang dilakukan para pekerja terhadap setting ruang di dalam rumah untuk mengakomodasi kebutuhan work from home. Dalam situasi pandemi di awal penerapan WFH, para pekerja cenderung menciptakan ruang– ruang majemuk dengan mengintegrasikan beragam fungsi dalam satu ruang. Ditemukan juga fakta bahwa terjadi perubahan setting ruang dalam berbagai tingkatan, yang secara umum dilakukan pada perubahan fitur semi tetap. Perubahan setting maupun dinamika pergerakan penghuni di dalam rumah tinggal juga dipengaruhi oleh kebutuhan citra ruang dalam menjalin relasi sosial melalui daring di saat pandemi. Secara umum, hal paling dibutuhkan dalam bekerja dari rumah di situasi krisis ini adalah ketiadaan beragam gangguan / distraksi. Namun seiring waktu, hal yang ditengarai penting bagi kelangsungan bekerja dari rumah adalah atmosfer rumah tinggal yang mendukung. Sirkulasi udara alami, akses terhadap view di luar serta atmosfer yang membebaskan dari rasa bosan dan perasaan terkungkung adalah faktor–faktor yang sangat penting dalam menyediakan ruang kerja di rumah di saat pandemi.
DESAIN KOLABORATIF SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL PADA INDUSTRI KECIL: STUDI KASUS PADA DESIGN THINKING WORKSHOP KERJASAMA HOCHSCHULE HANNOVER DAN ISI YOGYAKARTA TAHUN 2014 – 2018 Ivada Ariyani
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 6, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.997 KB) | DOI: 10.24821/lintas.v6i2.3058

Abstract

Design thinking memiliki sifat yang cenderung menghindari fixed brief di awal sehingga seringkali ditemukan permasalahan yang tidak secara langsung terkait dengan desain artifak. Hal ini memberikan hasil yang dinamis bagi keseluruhan kegiatan kolaboratif ini. Penelitian ini meneliti mengenai perwujudan hasil desain terkait dengan strategi pengembangan produk lokal dalam industri kecil. Selain itu akan diteliti pula mengenai karakteristik desain yang dihasilkan dari desain kolaboratif ini. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kurang dari separuh hasil desain yang didapatkan dari workshop design thinking yang dapat memenuhi strategi pengembangan produk lokal dalam industri kecil. Hal ini terlihat dari hanya 12 dari 28 kelompok yang memenuhi 3 -5 aspek dari 7 aspek yang disepakati mengandung indikator – indikator mengenai strategi pengembangan produk lokal. Merancang strategi pemasaran merupakan aspek yang paling sering dilakukan oleh peserta dari keseluruhan indikator. Hal lain yang seringkali menjadi solusi desain dalam workshopini adalah eksplorasi potensi bahan baku serta pemanfaatan teknologi yang disertai inovasi dan kreativitas. Hal – hal yang terkait dengan peningkatan sumber daya manusia menjadi hal yang jarang muncul menjadi solusi bagi industri kecil. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik hasil desain dari workshop ini lebih cenderung mengarah kepada penciptaan dan pemasaran produk.