Hanifah Kusumawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dan STAD Ditinjau dari Hasil Belajar Siswa Hanifah Kusumawati; Mawardi Mawardi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.569 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p251-263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division (STAD) pada siswa kelas 5 SD Gugus Singoprono 1 dan 3 Simo. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5B SDIT Al Falaah (SD swasta) dan SDN 02 Simo (SD Imbas) sebagai kelompok eksperimen 1, dan 5A SDIT Al Falaah (SD Swasta) dan SDN Putri (SD Imbas) sebagai kelompok eksperimen 2. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas model NHT dan STAD sebagai variabel bebas, hasil belajar sebagai variabel terikat, dan pretest sebagai variabel kovariat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen soal tes dan lembar observasi. Teknik analisis data hasil penelitian ini menggunakan teknik deskriptif dan teknik statistik ANCOVA. Berdasarkan uji ANCOVA yang telah dilakukan terhadap skor posttest kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2 diperoleh hasil F hitung sebesar 10,303, pada taraf signifikansi/probabilitas 0,002; oleh karena nilai probabilitas tersebut < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan pada siswa kelas 5 SD Gugus Singoprono 1 dan 3 dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran NHT dan STAD. Perbedaan hasil belajar Matematika yang signifikan tersebut didukung oleh perbedaan rerata dua sampel penelitian, dimana rerata hasil belajar pada penerapan model pembelajaran NHT sebesar 81, sedangkan rerata hasil belajar pada penerapan model pembelajaran STAD sebesar 74. Maknanya adalah bahwa perlakuan pembelajaran dengan model NHT memberikan dampak pada hasil belajar yang berbeda dan lebih tinggi daripada model pembelajaran STAD. Saran yang penulis ajukan berkenaan dengan hasil penelitian ini adalah guru dapat memilih model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam pembelajaran Matematika sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD DALAM MENYUSUN RPP DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN TUTOR SEJAWAT Hanifah Kusumawati
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.836 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p92-102

Abstract

Penelitian ini berangkat dari hasil supervisi tentang adanya permasalahan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) belum memadai (baru mencapai 59,375%); Demikian juga kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran baru mencapai 60,8. Kondisi devisit kompetensi guru yang cukup tinggi ini (40,625% dan 39,2%) merupakan kebutuhan guru akan pelayanan dari Kepala Sekolah selaku supervisor dalam memberikan penilaian dan masukan terhadap keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tujuan penelitian tindakan sekolah ini untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan RPP. Subjek penelitian ini adalah 4 guru SDIT AL-Fallah Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang terdiri dari dua siklus. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan panduan wawarcara. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan RPP. Pada Siklus I, meskipun belum tuntas (kriteria PTS berhasil jika terjadi peningkatan kompetensi guru c30%), namun terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP sebesar 25% dan peningkatan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran sebesar 26%. Pada Siklus II peningkatan kompetensi guru sudah tuntas (kriteria PTS berhasil jika terjadi peningkatan kompetensi guru ³ 25%), hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP sebesar 26% dan peningkatan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran sebesar 25%.