Perkembangan teknologi dan seni tradisi merupakan jangka waktu yang terbalik. Teknologi berfikir jauh ke depan, sedangkan seni tradisi berfikir jauh ke belakang. Hal inilah salah satu penyebab seni tradisi mulai hilang di era milenial ini. Dalam dunia desain interior, beberapa hasil seni tradisi misalnya motif batik khas nusantara sangat jarang diaplikasikan pada elemen desain interior. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aplikasi teknologi dapat digunakan untuk mempertahankan motif batik pada elemen interior seperti lantai, dinding, plafon maupun perabot dalam interior. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu desainer interior untuk mengetahui bagaimana aplikasi motif batik pada elemen interior melalui material yang digunakan, teknologi dan software yang mendukungnya. Sehingga dengan adanya aplikasi motif batik pada elemen interior, re-aktualisasi motif batik dapat terjadi seiring perkembangan jaman dan teknologi. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah motif batik dapat diaplikasikan pada elemen desain interior sejalan dengan adanya perkembangan teknologi.