Articles
Efisiensi Teknis Usaha Tani Padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Fitri Kartiasih;
Adi Setiawan
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21082/akp.v17n2.2019.139-148
Rice productivity in Indonesia varied greatly between provinces. Rice productivity in the Bangka Belitung Islands was the lowest figure compared to other provinces in Indonesia from 2013 to 2015. The purpose of this study was to provide an overview of rice farming, analyze the technical efficiency and its influencing factors of rice farming, and analyze the income level of rice farming in the Province of Bangka Belitung Islands. The data used in this study were raw data of the 2014 Household Survey of Rice Crop Farming (SPD 2014) conducted by Statistics Indonesia. The analytical method used was the Stochastic Production Frontier. The results showed that the factors influencing rice production were seeds, fertilizers, pesticides and the use of hired labours. The average level of technical efficiency of rice farmers was 20% of maximum production. This shows that rice farming was not yet efficient. Factors that negatively affect the technical efficiency of rice farming were those among other age of the farmer, land preparation equipment, ownership status of land preparation equipment and the planting system. The results of the study also showed that the more efficient the rice farming, the greater the farmers' income. To increase productivity through increasing technical efficiency, it is recommended that rice farmers are facilitated or supported to use a better quality of rice seed. AbstrakProduktivitas padi di Indonesia sangat bervariasi antar provinsi, di mana produktivitas padi di Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan angka terendah dibandingkan provinsi lain di Indonesia selama tahun 2013 hingga 2015. Tujuan penelitian ini antara lain untuk memberikan gambaran usaha tani padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menganalisis efisiensi teknis usaha tani padi serta faktor-faktor yang memengaruhinya, dan menganalisis tingkat pendapatan usaha tani padi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah raw data hasil Survei Rumah Tangga Usaha Tanaman Padi 2014 (SPD 2014). Metode analisis yang digunakan adalah Stochastic Production Frontier. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi di Kepulauan Bangka Belitung adalah penggunaan benih, pupuk, pestisida dan penggunaan pekerja dibayar. Rata-rata tingkat efisiensi teknis petani padi di Kepulauan Bangka Belitung adalah 20% dari produksi maksimum. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani padi belum efisien. Faktor-faktor yang berpengaruh negatif terhadap infesiensi teknis usaha tani padi adalah faktor umur petani, alat pengolahan lahan, status alat pengolahan lahan dan sistem tanam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin efisien usaha tani padi maka pendapatan petani juga semakin besar. Untuk meningkatkan produktivitas dengan cara meningkatkan efisiensi teknis, disarankan petani padi difasilitasi atau didorong untuk menggunakan benih yang berkualitas.
Inflasi dan Siklus Bisnis Politik di Indonesia
Fitri Kartiasih
MediaTrend Vol 14, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/mediatrend.v14i2.4978
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus bisnis politik, inflasi, jumlah uang beredar (M1), kurs, PDB riil dan pertumbuhan PDB riil di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuartalan bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia dengan periode penelitian mulai tahun 2002:Q1 sampai dengan 2018:Q3. Hasil estimasi Ordinary Least Square (OLS) menunjukkan bahwa selama periode pemilu inflasi akan turun, tetapi tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, inflasi meningkat pasca pemilu. Selama kurun waktu 5 rezim pemerintahan, terlihat adanya siklus ekspansi pertumbuhan ekonomi pada akhir periode pemerintahan kecuali pada akhir pemerintahan SBY 2. Namun hasil estimasi untuk menguji hubungan PDB riil dan pertumbuhan PDB riil dengan sikus politik tidak signifikan. Sedangkan hasil estimasi untuk menguji hubungan jumlah uang beredar dan kurs dengan siklus politik signifikan secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus bisnis politik terjadi di Indonesia dari sisi moneter.
DAMPAK INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA MENGGUNAKAN REGRESI DATA PANEL
fitri kartiasih
Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jieb.v16i1.2306
Infrastruktur berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya, infrastruktur di sektor transportasi. Semakin baik suatu jaringan transportasi maka aksesibilitasnya juga semakin baik sehingga kegiatan ekonomi antar wilayah juga semakin berkembang. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah pengaruh infrastruktur transportasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Infrastruktur transportasi yang digunakan adalah panjang jalan kondisi baik dan sedang, jumlah mobil barang, jumlah mobil penumpang, jumlah bus, jumlah sepeda motor, jumlah terminal, arus keberangkatan kedatangan pesawat, dan arus bongkar muat barang di pelabuhan. Data yang digunakan adalah data panel dengan kurun waktu 2010-2014 untuk 30 provinsi di Indonesia. Untuk memilih model terbaik dilakukan uji untuk panel seperti Chow Test dan Hausman Test sehingga didapatkan fixed effect model sebagai model yang terbaik. Kemudian dilakukan uji asumsi klasik seperti normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobil barang, mobil penumpang, sepeda motor, bongkar muat barang, arus pesawat, dan jumlah terminal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sementara panjang jalan dan jumlah bus tidak signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
DAMPAK GUNCANGAN PERTUMBUHAN EKONOMI MITRA DAGANG UTAMA TERHADAP INDIKATOR MAKROEKONOMI INDONESIA
yeny puspita ningsih;
fitri kartiasih
Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jieb.v16i1.2307
Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan sistem ekonomi terbuka. Dengan banyak integrasi ekonomi dengan negara lain, guncangan eksternal akan berdampak pada stabilitas makroekonomi Indonesia. Selama periode 2011-2015, Jepang, Cina, dan Singapura adalah mitra dagang utama Indonesia dalam ekspor dan impor. Sejak 2010 perekonomian ketiga negara mengalami perlambatan goncangan yang ditunjukkan dengan penurunan pertumbuhan ekonomi. Karena besarnya ketergantungan Indonesia pada Jepang, Cina, dan Singapura di sektor perdagangan, guncangan dikhawatirkan tidak hanya mempengaruhi kinerja perdagangan, tetapi juga ekonomi makro lainnya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak guncangan pertumbuhan ekonomi dari mitra dagang utama terhadap indikator ekonomi makro Indonesia yang mencakup ekspor, PDB, dan lapangan kerja pada tahun 1986-2015. Metode yang digunakan adalah Vector Autoregression (VAR) / Vector Error Correction Model (VECM). Hasil IRF menunjukkan bahwa indikator makroekonomi Indonesia memberikan respons positif terhadap guncangan pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama, penurunan pertumbuhan ekonomi di China, Singapura dan Jepang akan berdampak pada penurunan pertumbuhan ekspor, PDB, dan penyerapan tenaga kerja Indonesia. Hasil FEVD menunjukkan bahwa guncangan pertumbuhan ekonomi dari mitra dagang utama telah memberikan kontribusi besar terhadap variabilitas indikator ekonomi makro Indonesia
ANALISIS EKSPOR KOPI INDONESIA KE NEGARA-NEGARA ASEAN
christian Putra ginting;
fitri kartiasih
Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jieb.v16i2.2922
Menanggapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), produk pertanian Indonesia terutama kopi memiliki nilai ekonomis yang dapat dikembangkan dan diperdagangkan di kawasan pasar ASEAN dalam rangka meningkatkan pangsa pasar dan diversifikasi negara tujuan ekspor produk Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran produksi dan ekspor kopi di negara-negara ASEAN, menganalisis kinerja ekspor kopi Indonesia ke negara-negara ASEAN serta menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ekspor kopi Indonesia pada periode tahun 1997-2014. Produksi kopi Indonesia selama 12 tahun terakhir menunjukkan stagnansi pada kisaran 640 – 700 ribu ton. Namun ekspor kopi menunjukkan perkembangan yang meningkat di negara Malaysia, Thailand, dan Vietnam serta ekspor yang stagnan dan cenderung menurun di negara Filipina dan Singapura. Berdasarkan indeks RCA dan EPD, kinerja ekspor kopi Indonesia memiliki keunggulan komparatif tertinggi di negara Malaysia yang juga dibuktikan dengan posisi negara tersebut bersama dengan negara Vietnam di kuadran rising star. Dari hasil analisis regresi data panel pada tingkat signifikansi 5 persen, ekspor kopi Indonesia di negara-negara ASEAN dipengaruhi oleh variabel harga ekspor riil, harga teh, PDB negara tujuan, kurs riil negara tujuan, dan indeks daya saing RCA. Sementara itu, variabel produksi kopi domestik tidak signifikan berpengaruh terhadap ekspor kopi Indonesia. Kata Kunci: ekspor, kopi, daya saing, ASEAN, regresi data panel
ENVIRONMENTAL QUALITY AND POVERTY ASSESSMENT IN INDONESIA
Fitri Kartiasih;
Wanda Pribadi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jpsl.10.1.89-97
Poverty is both a cause and a victim of deteriorating environmental quality. The poor are regarded as very dependent on the environment and natural resources in sustaining their lives so that the environment and natural resources are exploited regardless of their sustainability. On the other hand, environmental degradation causes the poor to get out of poverty. This study aims to (1) analyze the general picture of environmental quality and poverty, (2) analyze the effect of poverty on the environment, (3) analyze the effect of environmental quality on poverty along with other supporting factors in Indonesia 2012-2014. The analytical method used is simultaneous equation with EC2SLS method. The results show that poverty can affect environmental degradation but not vice versa. Exogenous variables that significantly affect the quality of the environment are the growth of the number of poor, economic growth, population density, and literacy rate. Exogenous variables that have significant effect on poverty are economic growth, wage, population density, and literacy rate.
Efisiensi Teknis Usaha Tani Padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Fitri Kartiasih;
Adi Setiawan
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.507 KB)
|
DOI: 10.21082/akp.v17n2.2019.139-148
Rice productivity in Indonesia varied greatly between provinces. Rice productivity in the Bangka Belitung Islands was the lowest figure compared to other provinces in Indonesia from 2013 to 2015. The purpose of this study was to provide an overview of rice farming, analyze the technical efficiency and its influencing factors of rice farming, and analyze the income level of rice farming in the Province of Bangka Belitung Islands. The data used in this study were raw data of the 2014 Household Survey of Rice Crop Farming (SPD 2014) conducted by Statistics Indonesia. The analytical method used was the Stochastic Production Frontier. The results showed that the factors influencing rice production were seeds, fertilizers, pesticides and the use of hired labours. The average level of technical efficiency of rice farmers was 20% of maximum production. This shows that rice farming was not yet efficient. Factors that negatively affect the technical efficiency of rice farming were those among other age of the farmer, land preparation equipment, ownership status of land preparation equipment and the planting system. The results of the study also showed that the more efficient the rice farming, the greater the farmers' income. To increase productivity through increasing technical efficiency, it is recommended that rice farmers are facilitated or supported to use a better quality of rice seed. AbstrakProduktivitas padi di Indonesia sangat bervariasi antar provinsi, di mana produktivitas padi di Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan angka terendah dibandingkan provinsi lain di Indonesia selama tahun 2013 hingga 2015. Tujuan penelitian ini antara lain untuk memberikan gambaran usaha tani padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menganalisis efisiensi teknis usaha tani padi serta faktor-faktor yang memengaruhinya, dan menganalisis tingkat pendapatan usaha tani padi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah raw data hasil Survei Rumah Tangga Usaha Tanaman Padi 2014 (SPD 2014). Metode analisis yang digunakan adalah Stochastic Production Frontier. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi produksi padi di Kepulauan Bangka Belitung adalah penggunaan benih, pupuk, pestisida dan penggunaan pekerja dibayar. Rata-rata tingkat efisiensi teknis petani padi di Kepulauan Bangka Belitung adalah 20% dari produksi maksimum. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani padi belum efisien. Faktor-faktor yang berpengaruh negatif terhadap infesiensi teknis usaha tani padi adalah faktor umur petani, alat pengolahan lahan, status alat pengolahan lahan dan sistem tanam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin efisien usaha tani padi maka pendapatan petani juga semakin besar. Untuk meningkatkan produktivitas dengan cara meningkatkan efisiensi teknis, disarankan petani padi difasilitasi atau didorong untuk menggunakan benih yang berkualitas.
APLIKASI ERROR CORRECTION MECHANISM DALAM ANALISIS DAMPAK PERTUMBUHAN EKONOMI, KONSUMSI ENERGI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERHADAP EMISI CO2 DI INDONESIA
Fitri Kartiasih;
Adi Setiawan
MEDIA STATISTIKA Vol 13, No 1 (2020): Media Statistika
Publisher : Department of Statistics, Faculty of Science and Mathematics, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (10.904 KB)
|
DOI: 10.14710/medstat.13.1.104-115
Economic development is an effort to improve people's lives. However, economic development has negative externalities. Emissions generated from economic activities can pollute the environment. This study purpose to determine the relationship between economic growth and CO2 emissions based on the Environment Kuznets Curve (EKC) hypothesis and analyze the influence of energy use, economic growth and international trade on CO2 emissions in Indonesia in the period 1977-2014 using Error Correction Mechanism (ECM) analysis. The results showed that the EKC hypothesis does not apply in Indonesia, meaning that economic development carried out during the research period still pursues increased income without regard to environmental quality so that increased per capita income is accompanied by increase in CO2 emissions. Based on econometric analysis of ECM, it shows that the variables of energy use, economic growth and international trade have a statistically significant effect on CO2 emissions in Indonesia in the long run. In the short term, economic growth, and error correction terms have a statistically significant effect while the variables of energy consumption and international trade do not have a statistical effect on CO2 emissions in Indonesia.
Faktor-faktor yang mempengaruhi volume impor jagung Indonesia dari lima negara eksportir terbesar tahun 2009-2021
Fitri Kartiasih;
Aqsal Rizky Ramadhani;
Kurnia Anisya Fitri;
Pikata Aselnino
INOVASI Vol 18, No 4 (2022): November
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v18i4.12110
Sektor pertanian, khususnya pertanian tanaman pangan, memiliki peran penting sebagai penyedia bahan pangan utama di Indonesia. Jagung merupakan salah satu tanaman pangan palawija yang banyak dibudidayakan guna mencukupi pasokan untuk konsumsi masyarakat, dasar pakan ternak, dan berbagai macam olahan untuk industri lain. Stok jagung di Indonesia tidak hanya mengandalkan produksi dari dalam negeri, tetapi juga berasal dari kegiatan impor melalui beberapa negara, seperti Argentina, India, Brazil, Thailand, dan USA. Metode regresi data panel dipilih untuk membentuk dan melakukan analisis pengaruh variabel independen yang terdiri dari jumlah produksi, jarak ekonomi, harga, konsumsi jagung, dan kurs terhadap volume impor jagung di Indonesia pada tahun 2009-2021 sebagai variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah produksi dan harga signifikan mempengaruhi volume impor jagung secara positif, sementara jarak ekonomi dan konsumsi memiliki pengaruh signifikan negatif. Model terbaik yang terpilih adalah Common Effect Model (CEM) dengan metode estimasi Generalized Least Squared (GLS).
Transformasi struktural dan ketimpangan antar daerah di provinsi kalimantan timur
Fitri Kartiasih
INOVASI Vol 15, No 1 (2019): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jinv.v15i1.5201
Tingginya ketimpangan pendapatan mengindikasikan tidak meratanya pembangunan terutama dalam bidang ekonomi di Indonesia. Kalimantan Timur adalah contoh provinsi yang mengalami “growth without development”: pertumbuhan ekonomi daerah memang terjadi namun pembangunan tidak dinikmati oleh sebagian besar rakyat Kalimantan Timur (Mubyarto, 2005). Hal ini dapat dilihat dari indeks eksploitasi dan angka kemiskinan di Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi struktural di Provinsi Kalimantan Timur, mengklasifikasikan kabupaten/kota menurut tingkat pertumbuhan dan pendapatan per kapitanya, menganalisis tingkat ketimpangan pendapatan antar kabupaten/kota dan mengetahui hubungan antara pendapatan perkapita dengan ketimpangan pendapatan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, Tipologi Klassen, Indeks Williamson, Indeks Theil T dan Indeks Theil L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ekonomi Provinsi Kalimantan Timur masih bertumpu pada sektor primer dan belum terjadi transformasi struktur ekonomi. Berdasarkan Indeks Williamson, tingkat ketimpangan antar daerah di Provinsi Kalimantan Timur relatif tinggi. Berdasarkan Indeks Theil T dan Theil L, ketimpangan antar daerah lebih banyak disebabkan oleh ketimpangan dalam kelompok kabupaten (within) dibanding ketimpangan antar kelompok kabupaten penghasil migas-non penghasil migas (between). Hipotesis Kuznets berlaku atau terjadi di Provinsi Kalimantan Timur selama periode penelitian.