Syaifuddin Syaifuddin
Politeknik Negeri Lhokseumawe

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STUDI DISINTEGRASI AGREGAT LAPANGAN JALAN JUNGKA GAJAH – BLANG REUMA KECAMATAN MEURAH MULIA KABUPATEN ACEH UTARA Syaifuddin Syaifuddin
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v1i2.443

Abstract

Jalan Jungka Gajah-Blang Reuma Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara telah dikerjakan sejak tahun 2006 dengan perkerasan base tanpa lapisan penutup, panjang jalan 2 km, lebar 3,5 meter dengan bahu jalan 1,0 meter, kemiringan melintang 2% dengan mutu material pada lapisan pondasi atas adalah agregat kelas B. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kehilangan berat agregat setelah uji pelapukan ( soundness ) pada material jalan tersebut. Serangkaian pemeriksaan sifat fisis, mekanis dan kimiawi telah di lakukan dengan perolehan; berat jenis agregat kasar 2,36, agregat halus 1,99 lebih kecil berat jenis sebelumnya 2,70; indek kepipihan diperoleh 37,8% dan indek kelonjongan diperoleh 81,6%; nilai daya dukung CBR lapangan rata-rata sebesar 50,49% lebih kecil dari nilai CBR design sebelumnya 60%; nilai kepadatan lapangan rata-rata sebesar 1,84 gr/cm3lebih kecil dari nilai kepadatan sebelumnya 1,88 gr/cm3 serta persentase total berat agregat yang mengalami pelapukan ( soundness) sebesar 6,67% ≤ 12%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas material saat ini lebih rendah dari hasil pengujian laboratorium sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja perkerasan secara umum sudah mengalami perubahan ukuran butiran dan penurunan daya dukungnya, baik disebabkan oleh repitisi beban lalu lintas atau infiltrasi air pada permukaan perkerasan.Kata-kata kunci: disintegrasi, soundness, agregat lapangan.
STABILISASI TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN SEMEN DAN KAPUR UNTUK MENINGKATKAN DAYA DUKUNG CBR TANAH Miswar Miswar; Syaifuddin Syaifuddin; Neilul Amani
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v9i2.615

Abstract

Land is a very influential material in a road construction work. Soil has properties that can interfere with a road construction such as relatively large shrinkage and low CBR values. One of the land improvement efforts under study is stabilization using cement and lime. The objectives of this study were to compare the clay CBR values before and after stabilization with the addition of cement and lime respectively 0%, 6%, 12% and 18% based on dry soil weight with a period of 4 days. Tests cover physical and mechanical properties of soil compaction and CBR Laboratory by referring to SNI for each test. The result of the unsoaked CBR testing was 18.2% after 4 days of curing there was an increase of 184.4% in 18% cement addition and 21.0% in the addition of 18% lime and the soaked CBR testing was 6.1% after being soaked for 4 days There was a 157.8% increase in cement 18% and 17.3% increase in the addition of 18% chalk. Cement and lime form a binding material resulting in an increase in the value of CBR. The use of cement and lime can increase the carrying capacity of clay soils as the percentage of cement and lime increases.Keywords: clay soil, cement and lime, CBR.
Evaluasi Karakteristik Campuran AC-BC menggunakan Abu Cangkang Kemiri sebagai Bahan Substiusi Filler terhadap Parameter Marshall Kusmira Agustian; Roni Agusmaniza; Syaifuddin Syaifuddin
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v13i2.2355

Abstract

The quality of the asphalt mixture was influenced by using the type and arrangement of aggregate, asphalt and, filler. Filler Stone ash, fly ash is commonly used in asphalt mixtures. However, these fillers are hard to find and not cheap. Candlenut shell ash (CSA) is expected to be an alternative. This research was conduct to evaluate the effect of using CSA as filler substitution on Marshall characteristics of the AC-BC mixture. The research method begins with making test samples with variations in asphalt percentage to obtain optimum asphalt content for each percentage of CSA substitution to the weight of filler in the mixture, which is 0%, 10%, and 20%. Research results show that the highest stability value is obtained when using 20% CSA, which is 2,373.06 kg. The increase of the percentage of CSA in the asphalt mixture causes the VIM and flow values to decrease, while the VFA and MQ increase. density and VMA values did not change significantly. The highest durability value was obtained at 20% CSA, which was 101.8%.
STUDI DURABILITAS ASPAL BETON TERHADAP INFILTIRASI AIR LAUT Syaifuddin Syaifuddin
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v2i2.488

Abstract

Lapisan permukaan jalan dari aspal beton diharapkan mempunyai keawetan terhadap pengaruh perubahan cuaca, air, suhu serta mempunyai ketahanan terhadap gesekan ban kendaraan selama masa layannya. Penelitian ini dilakukan mengingat beberapa ruas jalan di Aceh yang berada dekat dengan tepi pantai mengalami kerusakan lebih awal dibandingkan dengan aspal beton yang jauh dari pantai. Material yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari agregat batu pecah dan filler abu batu dari stone crusher PT Abad Jaya, aspal penetrasi 60/70 yang sifat-sifat fisisnya memenuhi persyaratan. Air laut yang digunakan untuk perendaman adalah air laut yang berasal dari Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, dengan nilai salinitas 22,8‰. Durabilitas campuran aspal beton yang dipilih adalah untuk untuk lalu lintas berat atau 2 x 75 tumbukan. Nilai durabilitas dengan variasi perendaman dengan menggunakan air laut selama 1 hari; 3 hari; 5 hari dan 7 hari akan dibandingkan dengan nilai marshall standar dengan rendaman 1 x 24 jam. Dari pengujian marshall yang menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan variasi kadar aspal 5%; 5,5%; 6%; 6,5% dan 7% diperoleh kadar aspal optimum 5,2%. Selanjutnya nilai durabilitas dengan rendaman standar 1 x 24 jam sebesar 1369,69 kg, sedangkan pada variasi perendaman air laut untuk 1 hari sebesar 1217,69 kg; 3 hari sebesar 1211,11 kg; 5 hari sebesar 990,17 kg dan 7 hari sebesar 929,46 kg. Lebih lanjut disimpulkan bahwa campuran aspal beton yang direndam dengan air laut semakin rendah nilai durabilitasnya dibandingkan dengan campuran aspal beton dengan rendaman standar 1 x 24 jam.Kata-kata kunci: durabilitas, marshall, salinitas.
STUDI DURABILITAS ASPAL BETON TERHADAP INFILTIRASI AIR LAUT Syaifuddin Syaifuddin
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v2i1.451

Abstract

Lapisan permukaan jalan dari aspal beton diharapkan mempunyai keawetan terhadap pengaruh perubahan cuaca, air, suhu serta mempunyai ketahanan terhadap gesekan ban kendaraan selama masa layannya. Penelitian ini dilakukan mengingat beberapa ruas jalan di Aceh yang berada dekat dengan tepi pantai mengalami kerusakan lebih awal dibandingkan dengan aspal beton yang jauh dari pantai. Material yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari agregat batu pecah dan filler abu batu dari stone crusher PT Abad Jaya, aspal penetrasi 60/70 yang sifat-sifat fisisnya memenuhi persyaratan. Air laut yang digunakan untuk perendaman adalah air laut yang berasal dari Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, dengan nilai salinitas 22,8‰. Durabilitas campuran aspal beton yang dipilih adalah untuk untuk lalu lintas berat atau 2 x 75 tumbukan. Nilai durabilitas dengan variasi perendaman dengan menggunakan air laut selama 1 hari; 3 hari; 5 hari dan 7 hari akan dibandingkan dengan nilai marshall standar dengan rendaman 1 x 24 jam. Dari pengujian marshall yang menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan variasi kadar aspal 5%; 5,5%; 6%; 6,5% dan 7% diperoleh kadar aspal optimum 5,2%. Selanjutnya nilai durabilitas dengan rendaman standar 1 x 24 jam sebesar 1369,69 kg, sedangkan pada variasi perendaman air laut untuk 1 hari sebesar 1217,69 kg; 3 hari sebesar 1211,11 kg; 5 hari sebesar 990,17 kg dan 7 hari sebesar 929,46 kg. Lebih lanjut disimpulkan bahwa campuran aspal beton yang direndam dengan air laut semakin rendah nilai durabilitasnya dibandingkan dengan campuran aspal beton dengan rendaman standar 1 x 24 jam.Kata-kata kunci: durabilitas, marshall, salinitas.
ANALISA PARAMETER MARSHALL ASPAL BETON AC-WC DENGAN MENGGUNAKAN CAMPURAN RETONA BLEND 55 DAN ASPAL PEN 60/70 Syaifuddin Syaifuddin; Hasliani Hasliani
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v5i2.952

Abstract

Pertumbuhan volume lalu lintas yang meningkat memberikan dampak terhadap permintaan akan pembangunan struktur perkerasan jalan dan penggunaan material yang digunakan. Untuk menghasilkan konstruksi jalan yang baik, maka diperlukan material pembentuk jalan yang mempunyai mutu yang tinggi. Ada beberapa produk aspal yang dapat digunakan untuk perkerasan jalan, salah satunya dengan menggunakan retona (refine buton asphalt) yang telah tersedia di pasaran. Retona blend 55 adalah perpaduan antara aspal keras dengan asbuton semi ekstraksi (refinery buton asphalt), bahan modifier alami. Penelitian laboratorium dilakukan untuk menganalisa parameter marshall retona blend 55 dan aspal pen 60/70. Pemeriksaan yang dilakukan mengikuti prosedur pemeriksaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan berdasarkan spesifikasi umum 2010. Pengujian dilakukan dengan metoda pengujian marshall yang menjadi dasar perhitungan nilai stabilitas dan flow campuran beton aspal AC-WC dengan Pb 5,5%. Pada uji marshall menghasilkan nilai VIM, VMA, VFB, Stabilitas, flow dan marshall quentient, dari nilai-nilai tersebut diperoleh kadar aspal optimum. Kadar aspal optimum dengan menggunakan retona blend 55 sebesar 6,45% menghasilkan density 2,44 gr/cm3, VIM sebesar 5%, VMA sebesar 15,49%, VFB sebesar 67,79%, stabilitas sebesar 1155,91 kg, flow sebesar 2,93 mm, dan marshall quentient sebesar 397,21 kg/mm, sedangkan kadar aspal optimum dengan menggunakan aspal pen 60/70 diperoleh 6,15% menghasilkan density 2.41 gr/cm3, VIM sebesar 7.10%, VMA sebesar 17,94%, VFB sebesar 60,50%, stabilitas sebesar 1040,15kg,  flow sebesar 3,98 mm, dan marshall quentient sebesar 266,41 kg/mm.