Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Temperatur/Suhu Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Panel Surya Jenis Monokristalin (Studi Kasus: Baristand Industri Surabaya) Deny Suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.102 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1791

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki kelebihan pada sinar matahari. Salah satu pemanfaatan sinar matahari menggunakan menjadi energi listrik menggunakan Panel Surya. Panel Surya adalah sebuah elemen semikonduktor yang dapat mengkonversi energi surya menjadi energi listrik dengan prinsip fotovoltaik. Tegangan dan Arus listrik yang dihasilkan sel surya dipengaruhi oleh tingkat intensitas radiasi cahaya matahari dan suhu udara lingkungan. Semakin rendah intensitas radiasi cahaya matahari maka makin rendah pula arus dan tengangan yang dihasilkan. Temperatur lingkungan disekitar panel surya juga memiliki kontribusi dalam perubahan temperatur pada sel-sel surya. Akibat kenaikan temperatur, maka Tegangan listrik yang diproduksi oleh panel surya menjadi berkurang. Untuk kondisi Surabaya, terjadi pengurangan tegangan listrik sebesar -111.05 V jika menggunakan panel surya jenis monokristalin. 
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 DALAM MENDUKUNG PEMASARAN deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.197 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5152

Abstract

Dalam menghadapi persaingan global antara pabrik baja tulangan beton dengan proses Re-Rolling atau hasil canai panas ulang yang dihasilkanperusahaan, perlu diperhatikan karena saat ini kesadaran konsumen baik pemerintah atau perorangan mengenai mutu produk semakin meningkat.  Untuk itu perusahaan harus memiliki sertifikat SPPT SNI 07-0065- 2002 dan sertifikat  ISO 9001:2015. Penerapan sistem manajemen mutu yang konsisten mempengaruhi mutu produk dan kepuasan pelanggan. Di sini peran dan komitmen wakil manajemen (Management Representatif) sangat penting dalam implementasi sistem tersebut untuk memahami kondisi perusahaan. Tingkat kesiapan dan keseriusan perusahaan pada implementasi system manajemen mutu diperhitungkan menggunakan checklist yang dibuat berdasarkan persyaratan ISO 9001:2015. Dari hasil perhitungan menggunakan checklist menunjukan kesiapan PT.X untuk impelementasi atau sertifikasi ISO 9001:2015. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen mutu berdasarkan 7 prinsip ISO 9001:2015 dan faktor-faktor yang menjadi penghambat penerapannya pada PT.X.  Dari informasi yang didapat diusulkan rekomendasi pengoptimalan agar tercapai keberhasilan implementasi ISO 9001:2015 dalam menunjang pemasaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan dianalisis dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi kelapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan wakil manajemen.
PENGARUH KENAIKAN SUHU DAN WAKTU PADA INSULASI TAMBAHAN SETRIKA LISTRIK DARI BAHAN KERAMIK (THERMOSTAT SETRIKA) deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.591 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2754

Abstract

Telah dilakukan studi lama waktu pengujian kenaikan suhu pada insulasi tambahan setrika listrik dari bahan keramik (Thermostat Setrika). Tujuan dari makalah ini untuk memberikan rekomendasi pada rentang lama waktu pengujian pada titik kritis bagian thermostat yang menggunanaan keramik sebagai insulasi tambahan sesuai dengan metode uji keselamatan produk setrika listrik. Untuk tujuan ini, dilakukan variasi lama pengujian dari 1 jam, 1 jam 30 menit dan 2 jam menggunakan alat rekam kenaikan suhu setiap 2 detik. Metode pengukuran di dasarkan pada standart SNI/IEC 60335-2-35:2009. Studi ini menunjukan bahwa variasi lama waktu pengujian tidak berpengaruh signifikan terhadap kenaikan suhu pada insulasi tambahan dari bahan keramik.
STUDI EFISIENSI PROSES PENGERINGAN RENGGINANG PADA ALAT PENGERING YANG MEMILIKI DELAPAN TINGKAT LOYANG deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.5849

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengujian efisiensi oven pengeringan pada rengginang basah yang memiliki delapan tingkat loyang terbuat dari bahan stainless steel, ukuran wadah atau loyang raknya dengan pangjang / lebar sekitar 50cm dan tingginya 5cm. Pada tungku pembakaran dilengkapi pipa kisi – kisi dengan diameter 1,5” dengan jumlah 7 buah. Kapasitas pengeringan rengginang dengan jumlah sekitar 392Pcs, menggunakan bahan bakar LPG. Selama proses pengeringan dilakukan pengaturan pada kompor gas bahan bakar LPG agar temperatur ruang pengering berkisar antara 400C sampai 600C selama 1 jam pertama untuk mencapai suhu stabil. Pemindahan rengginang ke delapan loyang berbeda dilaksanakan setiap 45menit, agar pemanasan rengginang merata dan tidak terjadi gosong. Pelaksanaan pemindahan rengginang berturut-turut dimulai dari tingkat terbawah sampai teratas. Selama proses pengeringan, temperatur udara pengering dicatat setiap memulai pengeringan dan terakhir pengeringan menggunakan indicator pada oven.  Yang perlu dicatat pada proses pengeringan ini adalah temperatur ruang pengering dan udara luar, lama waktu pengeringan, konsumsi bahan bakar LPG yang digunakan, serta kadar air terkandung dalam rengginang, baik sebelum maupun setelah dikeringkan. Perhitungan kadar air cengkeh, menggunakan acuan SNI  01-4307-1996. Lama pengeringan rengginang dengan jumlah 392pcs, selama 3 jam 30 menit, hingga terjadi penurunan kadar air dari 51,41 % menjadi 12,33 %. Data yang diperoleh pada penelitian ini, selanjutnya digunakan sebagai dasar perhitungan efisiensi termal pengeringan rengginang tersebut, yaitu sebesar 30,80 %.Kata kunci : rengginang, kadar air, SNI  01-4307-1996
AUTOMATION SINGLE AXIS TYPE OF ACTIVE SYSTEM TRACKING ON PHOTOVOLTAIC Deny Suryana
Widyariset Vol 2, No 1 (2016): Widyariset
Publisher : Pusbindiklat - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.817 KB) | DOI: 10.14203/widyariset.2.1.2016.27-36

Abstract

Power generation from photovoltaic (PV) power is affected by radiation intensity of the sun and temperature of the environment. PV can produce maximum power when its position to the sun is optimum. The objective of this research is to control PV position toward the sun by using an active tracking system in order to produce optimum electric power. Two Light DependentResistor (LDR) sensors were placed on the east and west side of the PV, and a balance was placed in between. When the sun is on the east side from 7 a.m to 11 a.m the east LDR was exposed to light, while the west LDR was covered by balancer. When the sun is on the west side from 1 p.m to 5 p.m, west LDR was exposed to the light, while the east LDR was covered by balancer. The light intensity difference that is received by each LDR showed that an active tracking system would conduct a control action to PV position so that it will be perpendicular to the sun. The testing result showed that the difference of maximum power was 39,88 watt. It also showed that the active tracking system with single axis type could become a reference for maximum solar utilization.
STUDI EFISIENSI PROSES PENGERINGAN RENGGINANG PADA ALAT PENGERING YANG MEMILIKI DELAPAN TINGKAT LOYANG deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.5849

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengujian efisiensi oven pengeringan pada rengginang basah yang memiliki delapan tingkat loyang terbuat dari bahan stainless steel, ukuran wadah atau loyang raknya dengan pangjang / lebar sekitar 50cm dan tingginya 5cm. Pada tungku pembakaran dilengkapi pipa kisi – kisi dengan diameter 1,5” dengan jumlah 7 buah. Kapasitas pengeringan rengginang dengan jumlah sekitar 392Pcs, menggunakan bahan bakar LPG. Selama proses pengeringan dilakukan pengaturan pada kompor gas bahan bakar LPG agar temperatur ruang pengering berkisar antara 400C sampai 600C selama 1 jam pertama untuk mencapai suhu stabil. Pemindahan rengginang ke delapan loyang berbeda dilaksanakan setiap 45menit, agar pemanasan rengginang merata dan tidak terjadi gosong. Pelaksanaan pemindahan rengginang berturut-turut dimulai dari tingkat terbawah sampai teratas. Selama proses pengeringan, temperatur udara pengering dicatat setiap memulai pengeringan dan terakhir pengeringan menggunakan indicator pada oven.  Yang perlu dicatat pada proses pengeringan ini adalah temperatur ruang pengering dan udara luar, lama waktu pengeringan, konsumsi bahan bakar LPG yang digunakan, serta kadar air terkandung dalam rengginang, baik sebelum maupun setelah dikeringkan. Perhitungan kadar air cengkeh, menggunakan acuan SNI  01-4307-1996. Lama pengeringan rengginang dengan jumlah 392pcs, selama 3 jam 30 menit, hingga terjadi penurunan kadar air dari 51,41 % menjadi 12,33 %. Data yang diperoleh pada penelitian ini, selanjutnya digunakan sebagai dasar perhitungan efisiensi termal pengeringan rengginang tersebut, yaitu sebesar 30,80 %.Kata kunci : rengginang, kadar air, SNI  01-4307-1996
Pengaruh Temperatur/Suhu Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Panel Surya Jenis Monokristalin (Studi Kasus: Baristand Industri Surabaya) Deny Suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.102 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1791

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki kelebihan pada sinar matahari. Salah satu pemanfaatan sinar matahari menggunakan menjadi energi listrik menggunakan Panel Surya. Panel Surya adalah sebuah elemen semikonduktor yang dapat mengkonversi energi surya menjadi energi listrik dengan prinsip fotovoltaik. Tegangan dan Arus listrik yang dihasilkan sel surya dipengaruhi oleh tingkat intensitas radiasi cahaya matahari dan suhu udara lingkungan. Semakin rendah intensitas radiasi cahaya matahari maka makin rendah pula arus dan tengangan yang dihasilkan. Temperatur lingkungan disekitar panel surya juga memiliki kontribusi dalam perubahan temperatur pada sel-sel surya. Akibat kenaikan temperatur, maka Tegangan listrik yang diproduksi oleh panel surya menjadi berkurang. Untuk kondisi Surabaya, terjadi pengurangan tegangan listrik sebesar -111.05 V jika menggunakan panel surya jenis monokristalin. 
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 DALAM MENDUKUNG PEMASARAN deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.197 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5152

Abstract

Dalam menghadapi persaingan global antara pabrik baja tulangan beton dengan proses Re-Rolling atau hasil canai panas ulang yang dihasilkanperusahaan, perlu diperhatikan karena saat ini kesadaran konsumen baik pemerintah atau perorangan mengenai mutu produk semakin meningkat.  Untuk itu perusahaan harus memiliki sertifikat SPPT SNI 07-0065- 2002 dan sertifikat  ISO 9001:2015. Penerapan sistem manajemen mutu yang konsisten mempengaruhi mutu produk dan kepuasan pelanggan. Di sini peran dan komitmen wakil manajemen (Management Representatif) sangat penting dalam implementasi sistem tersebut untuk memahami kondisi perusahaan. Tingkat kesiapan dan keseriusan perusahaan pada implementasi system manajemen mutu diperhitungkan menggunakan checklist yang dibuat berdasarkan persyaratan ISO 9001:2015. Dari hasil perhitungan menggunakan checklist menunjukan kesiapan PT.X untuk impelementasi atau sertifikasi ISO 9001:2015. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen mutu berdasarkan 7 prinsip ISO 9001:2015 dan faktor-faktor yang menjadi penghambat penerapannya pada PT.X.  Dari informasi yang didapat diusulkan rekomendasi pengoptimalan agar tercapai keberhasilan implementasi ISO 9001:2015 dalam menunjang pemasaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan dianalisis dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi kelapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan wakil manajemen.
PENGARUH KENAIKAN SUHU DAN WAKTU PADA INSULASI TAMBAHAN SETRIKA LISTRIK DARI BAHAN KERAMIK (THERMOSTAT SETRIKA) deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.591 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2754

Abstract

Telah dilakukan studi lama waktu pengujian kenaikan suhu pada insulasi tambahan setrika listrik dari bahan keramik (Thermostat Setrika). Tujuan dari makalah ini untuk memberikan rekomendasi pada rentang lama waktu pengujian pada titik kritis bagian thermostat yang menggunanaan keramik sebagai insulasi tambahan sesuai dengan metode uji keselamatan produk setrika listrik. Untuk tujuan ini, dilakukan variasi lama pengujian dari 1 jam, 1 jam 30 menit dan 2 jam menggunakan alat rekam kenaikan suhu setiap 2 detik. Metode pengukuran di dasarkan pada standart SNI/IEC 60335-2-35:2009. Studi ini menunjukan bahwa variasi lama waktu pengujian tidak berpengaruh signifikan terhadap kenaikan suhu pada insulasi tambahan dari bahan keramik.
Perancangan Alat Pendeteksi Warna Larutan KIO3 Dengan Menggunakan Sensor TCS230 Untuk Mesin Titrator Otomatis deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Juli 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i1.6959

Abstract

Dalam pekerjaan pembacaan warna pada sebuah benda yang mengandalkan mata mempunyai titik kelemahan atau kelelahan apabila dilakukan secara kontinyu atau terus menerus. Sebagai contoh pada pekerjaan titrasi atau pelarutan garam, aquadest, larutan KIO3 dan amilum terjadi perubahan warna dari semula bening menjadi biru gelap kepekaan dan ketelitian mata di perlukan konsistensinya, warna yang sejenis susah untuk membedakannya misalnya antara biru gelap dengan hitam atau dan sebagainya. Selama ini proses titrasi dilakukan secara manual oleh manusia yang menggunakan teknologi sensor warna untuk proses titrasi belum ada, maka dalam membuat artikel makalah ini merancang alat pendeteksi warna larutan KIO3 dengan menggunakan sensor TCS 230 untuk mesin titrator otomatis. Dari hasil  perancangan dan pengujian alat didapat  kesimpulan bahwa sistem pendeteksi warna menggunakan sensor TCS230 yang dibangun dapat  bekerja dengan baik dan hasil implementasi menunjukkan bahwa tingkat akurasi alat sangat  tergantung beberapa hal seperti pencahayaan, jenis benda berwarna yang akan dideteksi, jarak antara  sensor dengan obyek warna. algoritma pembacaan sensor dengan membandingkan pembacaan frekuensi tanpa filter dengan filter sudah benar dan dapat diandalkan kemungkinan keberhasilan untuk pengujian dan pembacaan nilai RGB sebesar  87% untuk warna biru dan untuk warna putih 88%.Kata  kunci  : KIO3, titrasi dan sensor warna