Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Recycle Afalan Kemasan Aluminium Foil sebagai koagulan pada IPAL Nurul Mahmida Ariani; Liayati Mahmudah
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.298 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3496

Abstract

Limbah padat afalan kemasan alumunium foil dari industri makanan dapat diproses menjadi alumunium sulfat yang dapat dimanfaatkan untuk bahan penolong dalam proses pengolahan air limbah. Limbah alumunium foil jenis coated (warna) dan uncoated (polos) direaksikan dengan larutan NaOH atau KOH, kemudian ditambahkan larutan H2SO4. Proses optimum diperoleh pada reaksi alumunium foil polos polos / Uncoated yang direaksikan dengan KOH 5 %,  kemudian  H2SO4 1 M dan jika direaksikan dengan NaOH 7.5 %,  dan kemudian H2SO4 1 M. Tawas yang dihasilkan memiliki performa yang sama baiknya dengan tawas komersil hanya membutuhkan jumlah yang lebih banyak karena kadar yang dihasilkan masih jauh dibawah kadar tawas komersil yaitu sekitar 3%
Recovery Air Rendaman Bumbu Garam dari Industri Kacang Bawang Liayati Mahmudah; Nurul Mahmida Ariani
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, November 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.138 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i2.5715

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari proses pemasakan di industri kacang bawang memiliki kadar garam (NaCl) cukup tinggi sekitar 28,9% dengan derajat boume sekitar 35 Be, sehingga sulit untuk diolah dalam IPAL yang sudah ada dan memerlukan biaya yang cukup besar baik dalam instalasi maupun proses pengolahannya. Salah satu cara untuk mengolah air limbah ini adalah dengan mereuse air limbah dengan menggunakan tawas untuk menjernihkan airnya, namun kadar Na dalam larutan menjadi turun hingga 51%. Cara lainnya dengan me-recycle air limbah rendaman kacang bawang sehingga diperoleh Kristal garam dengan proses kristalisasi penguapan secara alami menggunakan sinar matahari. Secara visual garam yang dihasilkan berwarna hitam pekat karena pengaruh dari kotoran dan sisa tanah yang tercampur dalam air limbah. Garam yang dihasilkan memenuhi syarat mutu hampir disemua parameter sesuai SNI 3556:2010 Garam Konsumsi Beryodium, kecuali kadar NaCl. Kadar NaCl garam ini hanya 86% dibawah syarat mutu min 94%. Oleh karena itu dilakukan proses pencucian dengan air brine sampai 3x pencucian sehingga diperoleh kadar NaCl menjadi 95,9 %
Recovery Air Rendaman Bumbu Garam dari Industri Kacang Bawang Liayati Mahmudah; Nurul Mahmida Ariani
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, November 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v4i2.5715

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari proses pemasakan di industri kacang bawang memiliki kadar garam (NaCl) cukup tinggi sekitar 28,9% dengan derajat boume sekitar 35 Be, sehingga sulit untuk diolah dalam IPAL yang sudah ada dan memerlukan biaya yang cukup besar baik dalam instalasi maupun proses pengolahannya. Salah satu cara untuk mengolah air limbah ini adalah dengan mereuse air limbah dengan menggunakan tawas untuk menjernihkan airnya, namun kadar Na dalam larutan menjadi turun hingga 51%. Cara lainnya dengan me-recycle air limbah rendaman kacang bawang sehingga diperoleh Kristal garam dengan proses kristalisasi penguapan secara alami menggunakan sinar matahari. Secara visual garam yang dihasilkan berwarna hitam pekat karena pengaruh dari kotoran dan sisa tanah yang tercampur dalam air limbah. Garam yang dihasilkan memenuhi syarat mutu hampir disemua parameter sesuai SNI 3556:2010 Garam Konsumsi Beryodium, kecuali kadar NaCl. Kadar NaCl garam ini hanya 86% dibawah syarat mutu min 94%. Oleh karena itu dilakukan proses pencucian dengan air brine sampai 3x pencucian sehingga diperoleh kadar NaCl menjadi 95,9 %
Recycle Afalan Kemasan Aluminium Foil sebagai koagulan pada IPAL Nurul Mahmida Ariani; Liayati Mahmudah
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.298 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3496

Abstract

Limbah padat afalan kemasan alumunium foil dari industri makanan dapat diproses menjadi alumunium sulfat yang dapat dimanfaatkan untuk bahan penolong dalam proses pengolahan air limbah. Limbah alumunium foil jenis coated (warna) dan uncoated (polos) direaksikan dengan larutan NaOH atau KOH, kemudian ditambahkan larutan H2SO4. Proses optimum diperoleh pada reaksi alumunium foil polos polos / Uncoated yang direaksikan dengan KOH 5 %,  kemudian  H2SO4 1 M dan jika direaksikan dengan NaOH 7.5 %,  dan kemudian H2SO4 1 M. Tawas yang dihasilkan memiliki performa yang sama baiknya dengan tawas komersil hanya membutuhkan jumlah yang lebih banyak karena kadar yang dihasilkan masih jauh dibawah kadar tawas komersil yaitu sekitar 3%