Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

UJI NITRIT PADA PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) YANG BEREDAR DI PASARAN lutfi amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.904 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1916

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan pengambilan sampel air minum dalam kemasan baik yang berada di proses produksi maupun di gudang bahan jadi. Sampel di ambil di 60 titik di jawa timur. Pengujian nitrit menggunakan SNI AMDK 01-3554-2006 secara spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan pereaksi N-(1-naptil) etilendiamina dihidroklorida (NEDA) melalui reaksi diazotasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nitirit pada AMDK yang beredar di Jawa Timur.Konsentrasi nitrit pada air minum dalam kemasan dari 60 sampel di gudang bahan jadi yang diambil di proses produksi 12 sampel yang tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 60 sampel yang diambil di gudang bahan baku 7 sampel tidak memenuhi syarat yaitu lebih besar dari 0.005 mg/l.
Ekstraksi Pektin dari Kulit Durian (Durio Zibethinus) untuk Industri Makanan Lutfi Amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, November 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i2.6515

Abstract

Abstrak-Kulit durian merupakan limbah rumah tangga yang dibuang sebagai sampah dan tidak memiliki nilai ekonomi. Musim  panen serentak pada bulan September  sampai bulan februari mencapai 700 ribu ton/tahun. Kandungan kimia kulit durian yang dapat dimanfaatkan salah satu nya adalah pektin.Telah dilakuan pengambilan pektin dari kulit durian dengan cara ekstraksi dengan variasi suhu 60oC, 80oC dan 100 oC, serta variasi waktu ekstraksi yaitu 30, 60 dan 90 menit. Kulit durian di ekstraksi dengan menggunakan  asam klorida (HCL) dan larutan pengendap alkohol teknis. Pada penelitian ini kondisi optimum yang didapatkan yaitu pada suhu 80oC dan waktu 60 menit. Pektin yang didapat mempunyai rendemen 25,63% dengan kandungan metoksil 2,68 %, galakturonat 36.74 %, kadar air 18.27% dan kadar abu 5.46%. Pektin yang dihasilkan merupakan pektin bermetoksil rendah dengan warna sedikit coklat. Kata kunci : Ekstraksi, Kulit Durian, Metoksil , Pektin
Karakteristik Kandungan KIO3 pada Garam Konsumsi Beryodium yang Beredar di Kota Blitar lutfi amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.305 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3506

Abstract

Garam Konsumsi Beryodium merupakan produk yang dikonsumsi masyarakat, KIO3merupakan fortifikasi yang ditambahkan ke dalam garam konsumsi beryodium  Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) dapat dicegah dengan mengkonsumsi garam dapur yang mengandung iodium ke dalam tubuh. . Garam harus memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar kalium iodat (KIO3) 30 ppm. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menetapkan kadar kalium iodat dalam garam dapur yang beredar di pasar Kota Blitar . Sampel yaitu semua garam bermerek (50 sampel) dan di uji sesuai SNI 3556 : 2010. Dari 50 sampel terdapat 28 merk garam yang kadar KIO3 nya di bawah syarat mutu dan 6 merk garam tidakmengandung KIO3 tidak memenuhi syarat.
ISOLASI ZAT WARNA ALAMI DARI LABU KUNING (CUCURBITA MASCHATA) DAN PENERAPANNYA UNTUK PEWARNA MAKANAN lutfi amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, November 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.868 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i2.5634

Abstract

AbstrakTelah dilakukan Penelitian tentang : Isolasi Zat Warna Alami Dari Labu Dan Penerapannya Untuk Pewarna Makanan . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengekstraksi zat warna karotenoid ( zat warna alami ) dari labu kuning (Cucurbita moschata) dan penerapanya untuk pewarna makanandengan menggunakan pelarut Ethyl Asetat. Ekstrak zat warna yang diperoleh diamati karakteristiknya terhadap pengaruh lama pemanasan, suhu pemanasan, suhu penyimpanan, lama penyimpanan pada suhu dingin selama 5 hari dan penerapannya untuk pewarna sirup.Hasilnya menunjukkan bahwa zat warna hasil ekstraksi dengan menggunakan pelarut ethyl asetat mempunyai absorbansi maksimum 0,5059 dan rendemen 2,353 %.Karakterisasi zat warna hasil ekstraksi : Pengaruh lama pemanasan pada suhu 100 oC selama 1 jam absorbansinya 0,355, pemanasan pada suhu 100 oC selama 2 jam absorbansinya 0,283, Pengaruh penyimpanan pada suhu 30 oC selama 1 jam  absorbansinya 0,378, penyimpanan pada suhu 30o C selama 2 jam absorbansinya 0,346. Sedang penyimpanan pada lemari es selama 5 hari, hari pertama penyimpanan absorbansinya 0,3112, sdang pada hari kelima penyimpanan absorbansiny turun menjadi 0,2264. Penggunaan zat warna hasil ekstraksi pada sirup secara visual menunjukkan warna kuning cerah pada penyimpanan pada suhu kamar dan pada suhu dingin ( lemari es )Kata Kunci : Karatenoid, labu kuning AbstractResearch has been conducted on: Isolation of Natural Dyes From Pumpkin And Its Application To Food Coloring. The purpose of this study was to extract the dye carotenoids (natural pigments) of pumpkin (Cucurbita moschata) and their applicability to dye makanandengan using Ethyl Acetate solvent. Extracts obtained dye was observed characteristics to the effects of prolonged heating, the heating temperature, storage temperature, storage duration at cold temperature for 5 days and its application to dye syrup.The results showed that the dye extraction using ethyl acetate solvent has a maximum absorbance of 0.5059 and the yield of 2.353% .Caracterisation dye extraction results: Effects of prolonged heating at 100 for 1 hour o C an absorbance of 0.355, heating at a temperature of 100 o C for 2 hours an absorbance of 0.283, Effect of storage at 30 ° for 1 hour o C an absorbance of 0.378, storage at 30o C for 2 hours an absorbance of 0.346. Average storage in the refrigerator for 5 days, the first day of storage an absorbance of 0.3112, on the fifth day of storage sdang absorbansiny fell to 0.2264. The use of dye extraction in syrup visually indicates bright yellow color on storage at room temperature and at cold temperatures (freezer)Keywords : Caratenoid , pumpkin
UJI NITRIT PADA PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) YANG BEREDAR DI PASARAN lutfi amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.904 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1916

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan pengambilan sampel air minum dalam kemasan baik yang berada di proses produksi maupun di gudang bahan jadi. Sampel di ambil di 60 titik di jawa timur. Pengujian nitrit menggunakan SNI AMDK 01-3554-2006 secara spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan pereaksi N-(1-naptil) etilendiamina dihidroklorida (NEDA) melalui reaksi diazotasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nitirit pada AMDK yang beredar di Jawa Timur.Konsentrasi nitrit pada air minum dalam kemasan dari 60 sampel di gudang bahan jadi yang diambil di proses produksi 12 sampel yang tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 60 sampel yang diambil di gudang bahan baku 7 sampel tidak memenuhi syarat yaitu lebih besar dari 0.005 mg/l.
Ekstraksi Pektin dari Kulit Durian (Durio Zibethinus) untuk Industri Makanan Lutfi Amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, November 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i2.6515

Abstract

Abstrak-Kulit durian merupakan limbah rumah tangga yang dibuang sebagai sampah dan tidak memiliki nilai ekonomi. Musim  panen serentak pada bulan September  sampai bulan februari mencapai 700 ribu ton/tahun. Kandungan kimia kulit durian yang dapat dimanfaatkan salah satu nya adalah pektin.Telah dilakuan pengambilan pektin dari kulit durian dengan cara ekstraksi dengan variasi suhu 60oC, 80oC dan 100 oC, serta variasi waktu ekstraksi yaitu 30, 60 dan 90 menit. Kulit durian di ekstraksi dengan menggunakan  asam klorida (HCL) dan larutan pengendap alkohol teknis. Pada penelitian ini kondisi optimum yang didapatkan yaitu pada suhu 80oC dan waktu 60 menit. Pektin yang didapat mempunyai rendemen 25,63% dengan kandungan metoksil 2,68 %, galakturonat 36.74 %, kadar air 18.27% dan kadar abu 5.46%. Pektin yang dihasilkan merupakan pektin bermetoksil rendah dengan warna sedikit coklat. Kata kunci : Ekstraksi, Kulit Durian, Metoksil , Pektin
Karakteristik Kandungan KIO3 pada Garam Konsumsi Beryodium yang Beredar di Kota Blitar lutfi amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.305 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3506

Abstract

Garam Konsumsi Beryodium merupakan produk yang dikonsumsi masyarakat, KIO3merupakan fortifikasi yang ditambahkan ke dalam garam konsumsi beryodium  Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) dapat dicegah dengan mengkonsumsi garam dapur yang mengandung iodium ke dalam tubuh. . Garam harus memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar kalium iodat (KIO3) 30 ppm. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menetapkan kadar kalium iodat dalam garam dapur yang beredar di pasar Kota Blitar . Sampel yaitu semua garam bermerek (50 sampel) dan di uji sesuai SNI 3556 : 2010. Dari 50 sampel terdapat 28 merk garam yang kadar KIO3 nya di bawah syarat mutu dan 6 merk garam tidakmengandung KIO3 tidak memenuhi syarat.
ISOLASI ZAT WARNA ALAMI DARI LABU KUNING (CUCURBITA MASCHATA) DAN PENERAPANNYA UNTUK PEWARNA MAKANAN lutfi amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, November 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v4i2.5634

Abstract

AbstrakTelah dilakukan Penelitian tentang : Isolasi Zat Warna Alami Dari Labu Dan Penerapannya Untuk Pewarna Makanan . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengekstraksi zat warna karotenoid ( zat warna alami ) dari labu kuning (Cucurbita moschata) dan penerapanya untuk pewarna makanandengan menggunakan pelarut Ethyl Asetat. Ekstrak zat warna yang diperoleh diamati karakteristiknya terhadap pengaruh lama pemanasan, suhu pemanasan, suhu penyimpanan, lama penyimpanan pada suhu dingin selama 5 hari dan penerapannya untuk pewarna sirup.Hasilnya menunjukkan bahwa zat warna hasil ekstraksi dengan menggunakan pelarut ethyl asetat mempunyai absorbansi maksimum 0,5059 dan rendemen 2,353 %.Karakterisasi zat warna hasil ekstraksi : Pengaruh lama pemanasan pada suhu 100 oC selama 1 jam absorbansinya 0,355, pemanasan pada suhu 100 oC selama 2 jam absorbansinya 0,283, Pengaruh penyimpanan pada suhu 30 oC selama 1 jam  absorbansinya 0,378, penyimpanan pada suhu 30o C selama 2 jam absorbansinya 0,346. Sedang penyimpanan pada lemari es selama 5 hari, hari pertama penyimpanan absorbansinya 0,3112, sdang pada hari kelima penyimpanan absorbansiny turun menjadi 0,2264. Penggunaan zat warna hasil ekstraksi pada sirup secara visual menunjukkan warna kuning cerah pada penyimpanan pada suhu kamar dan pada suhu dingin ( lemari es )Kata Kunci : Karatenoid, labu kuning AbstractResearch has been conducted on: Isolation of Natural Dyes From Pumpkin And Its Application To Food Coloring. The purpose of this study was to extract the dye carotenoids (natural pigments) of pumpkin (Cucurbita moschata) and their applicability to dye makanandengan using Ethyl Acetate solvent. Extracts obtained dye was observed characteristics to the effects of prolonged heating, the heating temperature, storage temperature, storage duration at cold temperature for 5 days and its application to dye syrup.The results showed that the dye extraction using ethyl acetate solvent has a maximum absorbance of 0.5059 and the yield of 2.353% .Caracterisation dye extraction results: Effects of prolonged heating at 100 for 1 hour o C an absorbance of 0.355, heating at a temperature of 100 o C for 2 hours an absorbance of 0.283, Effect of storage at 30 ° for 1 hour o C an absorbance of 0.378, storage at 30o C for 2 hours an absorbance of 0.346. Average storage in the refrigerator for 5 days, the first day of storage an absorbance of 0.3112, on the fifth day of storage sdang absorbansiny fell to 0.2264. The use of dye extraction in syrup visually indicates bright yellow color on storage at room temperature and at cold temperatures (freezer)Keywords : Caratenoid , pumpkin