AbstrakFilm komedi yang cenderung untuk sekadar memenuhi selera pasar dengan ramuan seks,mistik, kekerasan, dan roman percintaan picisan pada kenyataannya bukan menjadi sebuahkonvensi yang baku untuk film bergenre komedi. Ada juga film-film bergenre komedi yangdibuat dengan idealisme berbeda, termasuk dengan muatan ranah lokal/setting lokalitas yangmengangkat persoalan sosial, seperti masyarakat pinggiran dan masyarakat kota. Masyarakatpinggiran yang selama ini umum dikanal dengan kehidupan yang keras, premanisme, kumuh,“kampungan”, gagap teknologi, dalam film JAGAD X CODE ditampilkan berkebalikandengan pandangan umum tersebut. Terdapat ironi setting antara yang ditampilkan dengananggapan umum masyarakat. Ironi setting lokalitas yang terdapat dalam film komediJAGAD X CODE melibatkan hubungan antara hal-hal yang saling bertolak-belakang sertamengejutkan antara yang dipikirkan penonton dengan realita kehidupan yang didigambarkansecara dramatik dan sinematik. Bourdieu melalui konsep habitus, menunjukkan bahwa realitassosial berupaya memahami dan menganalisis kesenjangan sosial-budaya, ekonomi, dan politikyang ada di masyarakat. Terjadi represi dan kekerasan simbolik yang dilakukan oleh rezimatau kelompok yang berkuasa terhadap masyarakat kelas bawah, yang terpinggirkan dalamproses “pembangunan.” Dengan demikian, kelompok yang dominan pada hakikatnya terusmereproduksi struktur yang menguntungkan posisinya tersebut. Permasalahan yang dikajiadalah apakah makna ironi setting lokalitas dalam film JAGAD X CODE? Apakah hubunganantara ironi setting lokalitas dalam film JAGAD X CODE dengan nilai-nilai lokalitas?Bagaimana konsep habitus Bourdieu berperan dalam naratif film JAGAD X CODE? Kajianini mengidentifikasi bahwa di tengah gegap industri budaya film komedi, berbau seks, mistis,kekerasan, dan roman percintaan picisan, terdapat film komedi yang disajikan dengan nuansayang berbeda dan lebih menyoroti kehidupan masyarakat. Ironi setting dan teori habitusBourdieu berperan membebaskan masyarakat pinggiran kota dari “kediktaktoran” pandanganumum dan menyuarakan kritik atas masyarakat pada umumnya yang cenderung habitusdengan struktur yang telah mengikat secara kultur dan menguasai manusia itu sendiri. The Irony of Locality Setting in Comedy Film “Jagad X-Code: A Pierre Bourdieu SociologyStudy. Comedy that tends to just meet the tastes of the market with potions, there are: sex,mysticism, violence, and romance novels in fact there has not standard convention for moviecomedy. There is also comedy films are made with different ideals, including with local wisdom/locality setting that raised social issues, such as rural communities and urban communities.X-CODE JAGAD is a film which shown in contrast about that common sense. Ruralcommunities that have common known by the hard life, thuggery, seedy, “tacky”, stutteringtechnology, but in that film there is not. There is irony about the settings with the general notionof society. The irony of locality setting contained in JAGAD X CODE involves the relationshipbetween things that are exclusive mutually and surprising the audience thought the realityof life which dramatic and cinematic described. Bourdieu, through the concept of habitus, economics and politics of society. Occurs repression and symbolic violence committed by theregime or the ruling group of lower classes, marginalized in the “development” process. Thus,the dominant is continue reproducing the favorable position structure. The problem studied iswhether the meaning of irony of locality setting on JAGAD X CODE? What is the relationshipbetween irony of locality setting on JAGAD X CODE with values locality? How Bourdieu’sconcept of habitus role in the narrative of JAGAD X CODE? This study identified that in themiddle of the culture industry of comedy: sexist, mystical, violence, and pulp romance novels,there are presented with different shades and further highlights the life of the community.Irony of setting and Bourdieu’s theory about “habitus” suburban community liberating role ofcommon sense about “dictatorship” and criticism of society in general tend with a structurethat has binding and control of human culture itself.