This Author published in this journals
All Journal JOGED
Eka Lutfi Febriyantono
ISI Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOREOGRAFI SUJA: TRANSFORMASI KESADARAN DALAM JATHILAN (NDADI ) SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN KARYA TARI VIDEO Eka Lutfi Febriyantono; Setyastuti Setyastuti; Bambang Tri Atmadja
Joged Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v18i1.6971

Abstract

RINGKASAN Karya SUJA berbicara tentang transformasi kesadaran manusia dari sadar menuju alam bawah sadar (ndadi) yang umumnya terjadi pada pertunjukan Jathilan. Karya tari SUJA memfokuskan pada transformasi perubahan alam bawah sadar yang menimbulkan ndadi. Ndadi dalam kesenian rakyat Jathilan adalah point utama kesenian tersebut, tetapi di balik itu semua ada hal yang perlu diperhatikan, bahwa tidak hanya persoalan sadar dan tidak sadar dalam kesenian tersebut, transformasi perubahan kesadaran manusia juga sangat penting, begitu juga dengan transisi perpindahan bentuk gerak satu ke gerak yang lain. Secara personal karya tari SUJA ini bertujuan memberi pesan pada masyarakat, bahwa kesenian rakyat Jathilan tidak hanya sebagai kesenian rakyat pinggiran yang dipandang sebelah mata. Namun, dibalik itu semua masih banyak sekali ide yang bisa diolah secara kreatif dari kesenian tersebut untuk melahirkan karya yang inovatif dan menjadi sumber riset yang sangat kaya.ABSTRACT The SUJA talks about the transformation of human conscientization from conscious to the subconscious. Ndadi usually happens in Jathilan performance. In the making process of SUJA dance work, the creator focuses the work on the subconscious transformation that causes ndadi. Basically, the success of Jathilan Art leads to ndadi. Ndadi is a main point in the Jathilan Art, yet behind it, all of the aspects are needed to be noticed by us, that is not only a conscious and subconscious matter, the human consciousness transformation is also important, as well as the transition from one motion to another. Personally, this SUJA dance work aims to give a message to the public, that Jathilan folk art is not only marginalized folk art. However, behind it all, there are still a lot of ideas that can be creatively processed from these arts to produce innovative works and become a very rich source of research.