Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LANGUAGE ACQUISITION FOR TODLER Muchammad Djarot
Raheema Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.889 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v7i1.1786

Abstract

ABSTRACT This paper derived from the results of a study entitled Language Acquisition in 2.5-Year Old Children. At The age of 2.5, a normal child can utterance to phonemes, and limited words in accordance with with their environment and the objects around them. In addition, the words that came out were still fragmented and the words were still slipped. At The age of 2.3 to 2,5 years, the words produced have begun to increase and start from nouns and verbs. Treasury development has begun with abstract nouns. While nouns and verbs are also obtained as a result of repetition from the acquisition of either friends, Brothers, or parents. At The age of 2,5 years children can assemble simple words, ranging from one, two to three words, and finally make sentences. Keywords: acquisition, Language, todler ABSTRAK Tulisan ini berangkat dari hasil penelitian yang berjudul Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 2,5 Tahun. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran bahwa pada umur 2,5 tahun, seorang anak yang normal sudah dapat mengucapkan fonem-fonem, dan kata yang terbatas sesuai dengan lingkungannya dan benda-benda yang ada di sekitarnya. Selain itu, kata-kata yang keluar adalah masih terpotong-potong dan ucapannya masih terpeleset. Pada umur 2,3 sampai 2,5 tahun, kata-kata yang diproduksinya sudah mulai bertambah dan mulai dari kata-kata benda dan kata kerja. Perkernbangan perbendaharaan bahasanya sudah mulai dengan kata-kata benda yang abstrak. Sementara kata-kata benda dan kata kerja juga bertambah diakibatkan oleh repetisi dari pemerolehan baik dari teman, kakak, maupun orang tuanya secara sadar maupun tidak sadar. Pada umur 2,5 tahun anak sudah bisa merangkai kata-kata secara sederhana, mulai dari satu, dua sampai tiga kata, dan akhirnya membentuk kalimat. Kata Kunci: Pemerolehan, Bahasa, Anak
MANTRA MAKAN DALAM KELAMBU MASYARAKAT BUGIS DENDRENG DESA GEDUNG INTAN MEMPAWAH Kajian Kata Khusus dan Islamisasi melalui Mantra Muchammad Djarot
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.631 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v2i2.1450

Abstract

Masyarakat Bugis Dendreng merupakan salah satu masyarakat Bugis yang tinggal di Desa Gedung Intan kecamatan Segedong kabupaten Mempawah. Pada dasarnya masyarakat Bugis Dendreng ini bukanlah penduduk asli di desa tersebut melainkan pendatang yang telah lama menetap, namun masyarakat tersebut tetap menjaga kebudayaan dan tradisi berupa sastra lisan yang berbentuk mantra yaitu mantra Makan dalam Kelambu. Bagi masyarakat Bugis Dendreng, mantra Makan dalam Kelambu sudah menjadi tradisi yang harus dilakukan karena menurut kepercayaan masyarakat tersebut upacara ritual kehidupan sangat sakral dan merupakan salah satu bentuk kepercayaan yang masih dipercayai sampai sekarang. Secara metodologis, penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Kata khusus dalam sastra lisan mantra Makan dalam Kelambu memainkan peranan penting dalam masyarakat Bugis Dendreng dan merupakan bentuk ungkapan masyarakat Bugis Dendreng agar dalam setiap pelaksanaan pesta perkawinan dapat berjalan dengan lancar. Mantra menjadi pilihan para pendakwah karena masyarakat praIslam sangat percaya dengan hal-hal yang bersifat mistik dan kekuatan gaib. Mantra tertentu dianggap dapat memberi perlindungan, pengasihan, dan pengobatan serta kemenangan dalam sebuah pertandingan dan/atau peperangan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif, pengumpulan data yang digunakan adalah metode melalui metode observasi dan dokumentasi. Kata Kunci: Kata Khusus, Islamisasi, Mantra
Ethical Study on Imperative Politeness Islamic Education Among Students of Teaching And Education Faculty of State Islamic Institute Muchammad Djarot
AT-TURATS Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v14i1.1784

Abstract

This paper derived from the research results entitled the Ethical Study On Imperative Politeness Islamic Education Among Students Of Teaching And Education Faculty Of State Islamic Institute. The Research aims to get an overview of: The first, ethical perspective of Islamic education on the imperative of the imperatives in the interaction among students in the Faculty of Tarbiyah and the study of the school. This research used qualitative methods that obtain descriptive data of written or spoken words from people and behaviors observed. The data collection techniques used the methods of reading and capable methods. Data analysis techniques used pragmatic methods