Supriyanto Supriyanto
SMAN 1 Rowokele, Kebumen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pendidikan Kepariwisataan Dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Candirenggo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Supriyanto Supriyanto
Jurnal Sosial Soedirman Vol 3 No 2 (2019): PEMBERDAYAAN EKONOMI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.255 KB) | DOI: 10.20884/juss.v3i2.2333

Abstract

Sejak tahun 2009 Desa Candirenggo telah ditetapkan sebagai desa wisata, namun sampai saat ini perkembangan wisatanya tidak maksimal dan jumlah pengunjung mengalami penurunan yang signifikan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan masyarakat, pemerintah dan swasta dalam pendidikan kepariwisataan, serta untuk menyusun model pendidikan kepariwisataan dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Desa Candirenggo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Metode pengambilan data yang dilakukan adalah pengamatan secara langsung (observasi), wawancara, dan studi pustaka.Berdasarkan hasil analisis penelitian, desa ini memiliki keterbatasan pada kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku wisata. Untuk meraih berbagai peluang pada pengelolaan sektor kepariwisataan maka perlu menyiapkan sumber daya manusia yang handal dengan menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan kepariwisataan yang dilaksanakan secara nonformal Model pendidikan kepariwisataan secara nonformal sebagai pendidikan alternatif bagi komunitas masyarakat atau pelaku wisata yang ada di desa. Model pendidikan ini merupakan salah satu metode pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Alurnya meliputi: input-(pemerintah-swasta)-proses-output-outcome. Bentuk pendidikan yang dibutuhkan oleh komunitas masyarakat setempat berupa pelatihan manajemen pengelolaan wisata, pelatihan TIK dan pelatihan bahasa Inggris. Model pendidikan ini memerlukan dukungan dari pihak-pihak yang terkait pemerintah, masyarakat dan sektor swasta untuk bersama-sama berbagi peran dalam mendukung kualitas sumber daya manusia khususnya bidang pariwisata lokal atau desa.
Model Pendidikan Kepariwisataan Dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Candirenggo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Supriyanto Supriyanto
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 3 No 2 (2019): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.255 KB) | DOI: 10.20884/juss.v3i2.2333

Abstract

Sejak tahun 2009 Desa Candirenggo telah ditetapkan sebagai desa wisata, namun sampai saat ini perkembangan wisatanya tidak maksimal dan jumlah pengunjung mengalami penurunan yang signifikan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan masyarakat, pemerintah dan swasta dalam pendidikan kepariwisataan, serta untuk menyusun model pendidikan kepariwisataan dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Desa Candirenggo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Metode pengambilan data yang dilakukan adalah pengamatan secara langsung (observasi), wawancara, dan studi pustaka.Berdasarkan hasil analisis penelitian, desa ini memiliki keterbatasan pada kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku wisata. Untuk meraih berbagai peluang pada pengelolaan sektor kepariwisataan maka perlu menyiapkan sumber daya manusia yang handal dengan menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan kepariwisataan yang dilaksanakan secara nonformal Model pendidikan kepariwisataan secara nonformal sebagai pendidikan alternatif bagi komunitas masyarakat atau pelaku wisata yang ada di desa. Model pendidikan ini merupakan salah satu metode pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Alurnya meliputi: input-(pemerintah-swasta)-proses-output-outcome. Bentuk pendidikan yang dibutuhkan oleh komunitas masyarakat setempat berupa pelatihan manajemen pengelolaan wisata, pelatihan TIK dan pelatihan bahasa Inggris. Model pendidikan ini memerlukan dukungan dari pihak-pihak yang terkait pemerintah, masyarakat dan sektor swasta untuk bersama-sama berbagi peran dalam mendukung kualitas sumber daya manusia khususnya bidang pariwisata lokal atau desa.