Bambang SRI Atmojo
Prodi Karawitan ISI Yogyakarta, jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon, Yogyakarta 55001.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kendhangan Pamijen Gending Gaya Yogyakarta Bambang SRI Atmojo
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 11, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v11i1.495

Abstract

Kendangan Pamijen of Yogyakarta Gamelan Performance. Kendhangan gaya Yogyakarta dibedakan menjaditiga yaitu: (1) kendhangan dengan kendang setunggal kendang ageng antara lain kendhangan Pengrawit, Mawur,Mawur Tungkakan, Semang, Jangga, Candra, Sarayuda, Raraciblon, Bandholan, Majemuk, Lahela, Ladrang,Ketawang, Pinatut (Srepeg dan Ayak-ayak); (2) kendhangan dengan kendang kalih ( kendang ageng dan ketipung)antara lain kendhangan Gandrung-gandrung, Ladrang, Ladrang Gangsaran, Bimakurda, Sabrangan, Raja, Ketawang, Bubaran, Lancaran; dan (3) kendhangan dengan kendang batangan atau gembyakan antara lain kendhangankebar, ciblon, playon, srepeg, sampak, dan kendhangan yang mengikuti gerak baik tari ataupun wayang. Beberapakendhangan yang menggunakan kendang ageng, kendang kalih dan kendang batangan, ada yang memiliki bentukdan garap yang sifatnya umum dan khusus atau pamijen. Kendhangan pamijen adalah kendhangan gawan gending,sehingga kendhangan ini merupakan kendhangan khusus untuk ngendhangi suatu gending bawaannya yang memilikibentuk dan garap khusus. Kendhangan pamijen antara gending satu dengan yang lain ada yang sama bentuknya,tetapi berbeda sekaran-nya, bahkan ada yang bentuk dan sekaran-nya berbeda, perbedaan tersebut menjadi kekayaanbentuk dan garap serta merupakan ciri khas dari gending tertentu.