Moch. Prihatna Sobari
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN BIO-TEKNIK PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN TENGGIRI DAN DISTRIBUSI PEMASARANNYA DI KABUPATEN BANGKA Moch. Prihatna Sobari; Arief Febrianto
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.899 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.15-29

Abstract

This study aims to identify up to, local, seasonal fishing, fishing equipment productivity tenggiri, marketing of the catch and determine patterns of utilization of resources yellow tail fish in a sustainable Kabupaten Bangka. Research method used was the descriptive survey method of case study (case study) and the sampling is done purposively. Data analysis includes the analysis and bio-engineering techniques. Analysis of bio-engineering approach using model CYP. Tenggiri fish in the waters of Bangka Regency arrested with using gillnet catch and pacing overextend. Gill nets in Kabupaten Bangka included in jaringi gill away (drift gillnet) and his fishing nets with the net tenggiri term. Kontruksi catching equipment consists of selambar ropes, nets, rope and buoy up ris. Overextend rod for fishing tenggiri have construction that consists of the Reel (rooler), swivel (swivel), string (line), ballast (sinker) and the rod (hook). Fishing season in the month at The Bangka-month fishing season which occurs on the March, May and June and August and October with the IMP more than 100%. Regional utilization of fishing ground catching fish tenggiri at The Regency Bangka is catching on line 1 (in the coastal waters of up to 6 miles). Utilization of fish resources in sustainable tenggiri can be done with the regime to know the management of fish resources optimally tenggiri where the alleged biological biological overfishing has occurred with the actual effort is 798 more than the trip management of fish resources optimally tenggiri trip of 379. Tenggiri local marketing of fish is done by traders and merchants and retailers sold to consumers, while the export is done by marketing companies. Selling price, marketing margins and profits earned with the short channel with Fisherman share the same akan provide for share traders and the larger fishing companies
ASPEK BIOTEKNIK DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN TERI DI PERAIRAN PALABUHANRATU KABUPATEN SUKABUMI Diniah Diniah; Moch. Prihatna Sobari; Indah Primadianti
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2010): NOVEMBER 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.44 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.95-104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan aspek teknik dan aspek bioteknik dalam pemanfaatan optimal sumberdaya ikan teri di Perairan Palabuhanratu agar sumberdaya ikan teri dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Perhitungan dilakukan menggunakan pendekatan model Clark, Yoshimoto dan Pooley (CYP), Walter-Hiborn (W-H) dan Algoritma Fox. Penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 1997-2007. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi bagan rakit di Perairan Palabuhanratu terdiri atas rumah bagan, jaring bagan, anjang-anjang dan penggulung. Dalam operasionalnya alat tangkap ini dilengkapi dengan 6 buah lampu petromaks. Selama periode 1997-2007, jumlah unit dan effort bagan rakit cenderung meningkat, sedangkan produksi ikan teri cenderung menurun dan produktivitas bagan rakit cenderung meningkat. Produksi aktual rata-rata sumberdaya ikan teri sebesar 30,48 ton per tahun dengan tingkat upaya aktual mencapai 26.816 trip per tahun. Model estimasi pengelolaan sumberdaya ikan teri di Perairan Palabuhanratu yang lebih sesuai adalah model Algoritma Fox, dengan tingkat produksi optimal statik sebesar 38,51 ton per tahun dan tingkat upaya sebesar 32.049 trip per tahun. Hasil perhitungan pada periode 1997-2007 menunjukkan bahwa pemanfaatan sumberdaya ikan teri di Perairan Teluk Palabuhanratu dapat dikategorikan belum terdegradasi dan belum mengalami biological overfishing.